
Suara adzan subuh menggema hinga terdengar di telinga Nada.Nada membuka matanya ,ia baru sadar jika dirinya semalam tidur dengan Tama.Perlahan Nada mengangkat tangan kekar Tama dari tubuhnya.Namun gerakan Nada itu terbaca oleh Tama sehingga Tama langsung mempererat pelukannya.Sekita Nada menahan nafasnya.Dadanya bergemuruh,jantungnya berdetak tak karuan.
Setelah tak ada bergerakan lagi dari suaminya ,Nada mencoba untuk memberanikan diri menatap wajah laki-laki yang kini menjadi suaminya.
"Ternyata kalau di perhatiin kamu gateng juga yaMas!"Batin Nada yang memuji ketampanan dari suaminya.
Tangan Nada terangkat menyentu wajah suaminya yang mulai di tubuhi jambang.Gerakan tangan Nada mengusik tidur Tama.Tama membuka sedikit matanya,melihat apa yang sedang di lakukan oleh istrinya.
Dari rahang ,kini tangan Nad berada di antara hidung dan bibir Tama.
"Kenapa aku ganteng ya?" Tanya Tama secara tiba-tiba.
Nada terperanjat kaget,ia segera menarik tangannya.Namun dengan cepat Tama menahan tangan Nada yang sudah mengusik tidurnya.
"Hemm..Tadi ada kotoran yang menempel," Ucap Nada yang salah tingkah.
Tama mengangkat kedua alisnya," Kotoran apa? kamar mu sangat bersih dan nyaman.mana ada debu apa lagi kotoran," Sahut Tama.
"I-iya itu tadi.....
"Aku gak maslah kok kalau kamu ingin menyentuhku,"Ucap Tama yang memotong ucapan Nada.
Tama juga menempelkan tangan Nada ke wilayahnnya.
__ADS_1
Sedangkan Nada hanya menundukkan pandanganya dirinya Tak ada nyali untuk menatap wajah suaminya.
"Hey...Lihat aku!"Tama meraih dagu istrinya.
Dengan ragu dan malu ,Nada mencoba melihat suaminya.
Tanpa ijin ,Tama tiba-tiba mengecup bibir istrinya seraya berucap ," Morning kiss.
" Kuatkan hamba ya Allah ," batin Nada.Rasanya ia ingin pingsan saat itu juga.
"Emmm.Mas,aku mau sholat Subhi," Ucap Nada dengan terbata.Dirinya mencari alasan yang tepat.
Akhirnya Tama melepaskan Nada dan membiarkan keluar dari kamar.
Nada bersandar di tembok dengan tangan yang mengisap usap dadanya.Setelah di ras hatinya tenang ,Nada segera ke kamar mandi untuk mandi dan mengambil air wudhu.
Saat Nada mengintip ke dalam kamarnya ,tiba-tiba bahunya di tepuk dari belakang.
"Astagfirullah...Mas ,bikin kaget saja !"Ucap Nada.
"Kenapa masih berdiri di sini? katanya mau sholat !"Ucap Tama yang ternyata sudah keluar dari kamar.
"I-iya Mas ini mau sholat." kata nada yang langsung masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
"Yaampun...bodohnya diriku!"batin Nada sambil menepuk jidatnya.
Setelah menunaikan sholat subuh ,Nada menuju dapur .rutinitas setiap pagi sebelum berangkat kerja yaitu memasak dan beberes rumah.
Pagi ini memasak perkedel kentang dan nasih putih untuk sarapan.
"Hari ini kamu kerja ?" Tama menyusul kedapur.
"Iya Mas," Jawab Nada dengan menoleh sekilas ke arah suaminya .
"Aku ikut ya,"Ucap Tama.
"Kamu di rumah aja Mas! Lagi pula kaki mu masih sakit ,nanti saja ikutnya kalau sudah benar-benar sembuh ,"Tolak Nada.
"Pokoknya aku mau ikut kamu kerja.Lagi puak ,kaki ku sudah gak sakit kok,suda sembu," Sahut Tama sambil memperlihatkan kaki nya yang tampak baik-baik saja.
"Ya udah kalau kamu maksa.Nanth kalau kakinya sakit lagi tanggung sendiri ya!Ucap Nada.
"Iya -iya ,"Sahut Tama.
"Sini sarapan dulu! Baru kita berangkat ke kebun,"Ucap Nada.
Tama sudah terbiasa hidup dengan Nada yang sederhana.apapun yang di sugukan istrinya ,ia akan memakan nya .seperti saat ini Tama melahap habis Nasi putih hangat dengan lauk perkedel kentang.
__ADS_1
"Mas Tama yakin mau ikut? Jauh Lo Mas kebunnya ," Ucap Nada sambil mengunci pintu.
"Yakin,Udah ayo berangkat!"Ajak Tama.