
maaf sayang aku tidak bisa menahannya,"ucap Tama dengan suara parau,merasa bersalah apa yang sudah di lakukan tadi.
"nggak papa mas.
Apa kamu yakin ingin memberikan hakkmu malam ini?menggenggam tangan nada yang terasa dingin.menatap manik mata coklat yang terlihat indah,mencari kepastian dari sana.
Nada mengangguk tanda setuju.
Tama melanjutkan aksinya.menyatukan bibirnya saling mengait sehingga rasa itu tak bisa di artikan dengan kata-kata.
Tama beralih berada di atas nada.mengungkung tubuh gadis itu hingga tak memberi ruang untuk bergerak.
Tangan Tama mulai menyusul ke area dalam baju sang istri.
Nada hanya bisa mengeluh dalam hati menggigit bibir bawah saat Tama terus menyusuri leher jenjangnya.gigitan demi gigitan mampu membuatnya terlena.
Menikmati alur yang terus di pimpin oleh Tama.sesekali mengeluarkan suara erotis yang tertahan hingga terdengar merdu di telinga sang suami.
"Jangan di tahan
,"bisik Tama menggigit daun telinga nada.
Dalam hitungan menit,Tama mampu melucuti bajunya maupun baju Nada
,kini hanya selimut yang menjadi saksi semuanya.
__ADS_1
Tama semakin liar memberi sentuhan ke tubuh istrinya.Sehingga sang empunnya melliyuk-liyuk bagaikan cacing yg kepanasan.
Nada membusungkan dadanya,dengan jari-jari tangannya yang sudah berani menyentuh rambut suaminya.
Tama yang sudah terbakar oleh gairah itu,semakin tak bisa mengontrol dirinya.Dia masih asik bermain di bukit kembar itu,menghisap ke dua bukit secara bergantian.Tangan nakalnya menyusuri seluruh tubuh sang istri dan berhenti di sebuah lembah.
Dengan cepat Nada menahan tangan Tama yang berada di bawa sana.
Tama mendongak,melihat wajah istrinya seraya meminta ijin.
"Bolehkah aku meminta hak ku?" Tanya Tama dengan suara yang serak,serta wajah yang berselimut gairah.
Nada mengangguk pelan,detik itu juga Nada menggeleng.
Tama tau apa dari itu semua.Ia segera turun dari tubuh istrinya.Namun pergerakan Tama di tahan eh sang istri.
"Aku akan melakukannya dengan perlahan!" Tama membelai wajah istrinya.Seperti terhipnotis,Nada pun mengangguk dengan pelan.
Anggukan dari Nada itu membuat tama kembali bersemangat.Ia segera melepaskan seluruh kain yang melekat di tubuhnya.
Gelek....
Susah paya Nada menelan ludahnya saat pertama kali melihat benda yang besar serta panjang itu.
"Mas,aku takut!"Ucap Nada.
__ADS_1
"Aku akan melakukan dengan perlahan!" bisiknya.
Tama mulai mengarahkan benda tumpul itu ke lembah yang sempit.Tama mulai meneka dalam.
Buliran bening menetes membasahi pelipis nada yang kesakitan saat Tama berhasil menembus gawangnya.
Tama berhenti sejenak dengan kuat saat benda tumpul itu kembali di tekan oleh Tama.
Setelah beberapa kali hentakan,akhirnya benda pusaka-nya berhasil bersemayam di dalam lembah yang sangat sempit itu.
Tama menatap setiap jengkal wajah istrinya yang tampak meremang menahan sakit,ada rasa kasihan,namun ia pun tak bisa menghentikan misinya yang hampir finish.
Hingga beberapa menit Cairan hangat itu mengalir dari lembah kenikmatatan itu.
Tama menyemburkan lahar panasnya ke perut nada.
Tama sengaja mengeluarkan di luar,karena ia tak mau membuat Nada hamil di saat ia tak ada di sampingnya.karna Tama akan kembali ke kota untuk sementara waktu untuk membereskan urusannya.
Tama mencium seluruh wajah istrinya seraya berucap,"Terimakasih sayang,terimakasih, karna kamu sudah memberikan semuanya denganku aku orang pertama yang beruntung.
Nada membalasnya dengan seulas senyuman.
Tama ambruk di atas tubuh nada mengatur nafasnya yang terrngah keduanya bertukar keringat yang membasahi sekujur tubuh.
Senjata Tama mampu merobek selaput dara nya hingga entah kini bagaimana ke adaanya.
__ADS_1
"Aku ikhlas dan ridho memberikan kesucian ku kepada mu,mas .Walaupun setelah ini kita akan berpisah .Setidaknya aku suda berusaha menjadi istri yang berbakti kepada mu,mas Tama.
sekarang tidurlah aku akan menjagamu.tama mencium pipi Nada.