Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia

Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia
130


__ADS_3

Kali ini Nada akan jujur dengan suaminya mengenai pak Ben yang menyukai nya di kampus.


"Mas",panggil Nada.


"Iya sayang," jawabnya.


Hmmm,aku pengen bicara jujur sama mas,kata mas kan jangan ada yang di tutupin ,aku akan bicara jujur ke mas tapi mas janji dulu jangan marah.


"Bicara apa sayang,masalah apa," jawabnya.


Tapi mas janji dulu gak bakal marah," Ucap Nada.


"Iya mas janji,ayo katakan apa yang mau kamu bicarakan sama mas sayang," jawabnya.


"kalau ada dosen yang menyukai aku bagaimana," tanya Nada ,dan ia langsung menatap wajah suaminya dari samping,sedangkan caisar langsung menatap wajah sang istri dengan marah.


"Kamu kenapa bicara begitu sayang,apa ada dosen yang mengganggu kamu?"tanya caisar serius sambil menatap wajah istrinya yang gugup.


'hahhhhhhh.


"Iya ,mas," jawab Nada dengan gugup ,ia langsung melihat ekpresi wajah suaminya yang sulit di tebak.


"Siapa," tanya Caisar dengan suara beratnya ,kali ini ia menatap wajah istrinya kembali.


"Hmmmm,pak Ben mas," jawab Nada takut.


'Apa dia menyakiti kamu sayang ," Tanya caisar kembali dengan suara beratnya,caisar mencoba tenang ,karna dia tidak mau menyakiti istrinya dengan marah-marah.


"Tidak mas,dia hanya mengungkapkan cintanya kepada aku,tapi aku sudah bilang bahwa aku sudah menikah,tapi dia kurang percaya," jawabnya.


"Haahhhhh.


Sejak kapan pak Ben ,mengejar-mengejar kamu," tanya caisar lagi.


Sejak pertama kali aku masuk kuliah mas," jawab Nada gugup.


"Dan kamu baru memeberi tahu mas Sekarang," tanya caisar sedikit marah kepadanya.


"Maafin aku mas,aku pikir pak Ben tidak mempunyai perasaan apapun kepada aku.


"Ya sudah ,besok mas akan bertemu dengannya," caisar mengusap wajah Nada ,ia tau kali ini istrinya sedang takut kepadanya.


"Jangan berfikir yang macem-macem? mas hanya sedikit marah ," caisar tersenyum kepada istrinya dan Nada membalas senyumannya walaupun Nada tau sekarang suaminya ini sedang marah terhadapnya.


Caisar memeluk istrinya ,dan mencium pucuk kepalanya.


"Jangan cemberut ,mas sudah gak marah kok sayang.


"Maafkan aku mas," Ucap Nada sambil memeluk suaminya.


"Baik mas maafkan,lain kali kalau ada apa-apa cerita ke mas yah jangan di sembunyikan seperti ini,ingat di dalam sini ada anak-anak kita,' ucap Caisar yang tanganya memegang perut sang istri,jadi kamu gak boleh memikirkan yang tidak-tidak.


" Iya mas,maafkan aku sekali lagi.


"Iya sayang," Ucap caisar seraya mencium bibir sang istri.


Keesokan harinya ,hari ini caisar kembali tidak bekerja ia ingin fokus masalah istrinya.


Caisar kembali menghantar istrinya kekampusnya,ia sendiri membiarkan istrinya untuk berjalan duluan ke kampus nya ,setelah Nada terlihat bena-benar masuk caisar mengikutinya dari belakang.


Seperti biasa pak Ben menunggu Nada di jalan ia tersenyum melihat Nada yang sedang berjalan dengan tertunduk.

__ADS_1


"Hai Nada," sapanya.


'Nada mencoba menghindari pak Ben ,ia berjalan memutar ,sedangkan caisar mencari waktu untuk melihat mereka.


"Nada tunggu ,kenapa kamu menghindar dariku," tanya Ben kesal.


"Pak Ben jangan ganggu saya ,saya mohon,saya kan sudah bilang saya sudah menikah," Ucap Nada.


"Tapi Nad.


"Hemmmm..


Belum sempat ben meneruskan ucapannya terdengar suara deheman dari caaisar dan ia berjalan mendekati Ben dan Nada,wajah Nada memucat.


"Caisar,kamu di sini ,mau ngapain kamu kesini," Ucap Ben yang kebetulan caisar ini teman kuliahnya dulu.


Tangan caisar langsung melingkar di perut Nada," mau nemuin istri gue,"jawab Caisar dengan tersenyum penuh misteri Bahkan penuh dengan senyuman.


"Ini istri mu cai," tanya Ben dengan terkejut dan mata yang berkaca-kaca.


"Iya ini istri gue,dan sekarang juga dia lagi hamil," Jawab caisar.


"Biasa aja Ben ,gak usah terkejut mata elo gak usah keluar juga,bagaimana kalau mata elo jatuh terus loncat," Ucap caisar.


"Shiiit.


"Sial loe cai," jawab Ben.


Loe gak beri selamat gitu Sama gue," tanya caisar.


"Selamat buat apa," tanya Ben heran.


Selamat kan gue udah nikah," jawabnya.


"Sama-sama Ben," jawab Caisar.


Ayo sayang ,tenang pak Ben tidak akan mengganggu kamu lagi.


Pak Ben tersenyum,maafin saya Nada.


"Sama-sama pak Ben,saya juga minta maaf .


"Ya sudah sebentar lagi masuk ,sekarang kamu masuk kelas ya," Nada berpamitan sedangkan caisar dan Ben berbincang.


Setelah sekian lamanya Ben dan caisar tidak bertemu ,akhirnya mereka kembali bertemu.


Setelah berbincang hampir berjam-jam Nada yang tau suaminya di ruangan pak Ben ,Nada menghampiri suaminya bersama Alisa.


"Nad,jadi pak Ben dan suami kamu itu teman kuliah dulu,dan sekarang pak Ben sudah tau kamu istri tuan caisar," tanya Alisa.


"Iya sa? Sa kamu jangan panggil suamj aku tuan terus sih," Ucap Nada.


"Ya sudah aku manggil apa,' tanya Alisa.


"Kan kamu uga perna manggil suami aku Abang," jawab Nada.


"Ya sudah bang caisar," jawab Alisa.


Tak terasa mereka berdua Sampai di Depan pintu ruangan Ben dan Nada mengetuknya.


Caisar membukakan pintunya dan tersenyum.

__ADS_1


"Ayok masuk,eh ada Alisa,ayok masuk sa," ucap caisar mempersilahkan mereka berdua masuk.


Alisa tertunduk melihat Ben,Ben tersenyum melihat alisa.


"Gadis aneh," Ucapnya dalam hati ia tersenyum melihat wajah alisa.


Beberapa menit kemudian caisar dan Nada berpamitan untuk pulang,Alisa hanya mematung di Depan Ben.


''Kamu mau pulang apa mau nemenin saya memeriksa tugas di sini.


Alisa menggelengkan kepalanya," gak! saya lebih baik pulang,ayok kita pulang.


Ben tertawa,kamu ngajak saya pulang? baik kalau begitu.


Ee,enggak maksud saya,saya yang akan pulang sendiri,permisi ," pamit Alisa.


"Manis,tapi sayang aneh?" Cibir Ben namun ia tersenyum melihat alisa yang menghilang di balik pintunya.


Huuuhhhhhh..


Nada berjalan dan masih saja para mahasiswa senior ngomongin mereka berdua ,Caisar yang mendengar semakin mengeratkan genggamannya.


Caisar kembali menjalankan mobilnya menuju ke apartemenn ,kali ini caisar membawa mobil sendiri tanpa pengawal.


Di tempat lain


'Hai,sedang apa ran," tanya Mario.


"Seperti biasa ,aku lagi bersantai," jawab Rania.


Apa aku mengagumu," tanya Mario.


Hemmmmm,tidak Yo ,aku seneng kamu menelpon ku,"jawab Rania sambil tersenyum.


"Rupanya kamu juga merindukan aku ran," tanya Mario sambil tersenyum.


"Terimkasih ya Ran,selama ini kamu sudah menemaniku.


"Sama-sama Yo,oh iya kamu sedang apa," tanya Rania.


Aku sedang menelpon kekasihku yang kurindukan," jawab Mario sambil menatap wajah Rania di ponselnya.


Kamu membuatku malu.


"Kenapa malu kamu kan kekasihku," ucap Mario.


Di apartemen


"Sayang bagaimana keadaan anak anak kita," tanya caisar sambil memegang perut sang istri.


"Seperti biasa ,mungkin sekarang dia sedang tertidur ,tidak berguling-guling atau main roller coaster di dalam sana," jawab Nada menjahili suaminya.


"Mulai deh ,kan mas hanya sekali bilangnya kok di ungkit lagi," Ucap caisar sambil mencium perut yang di dalamnya ada benih cintanya.


'Habis suami tampan aku ini bikin aku gemes deh.


"Apa yang gemesnya ? bawa atau atas," goda caisar.


"Mulai deh ,tiada hari tanpa mesum,". ledek Nada.


'Mesum sama istri sendiri itu wajib bagi mas," ia sendiri merasa geli berbalik 1000 derajat dari sifatnya yang dingin semenjak menikah dengan istrinya .

__ADS_1


"


__ADS_2