Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia

Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia
Sadar


__ADS_3

Alexs menceritakan sedetail mungkin kepada tuan Irfan kenapa Caisar bisa tertemba.


"Selain luka tembakan di perut ,apa lagi yang menyebabkan operasinya berjalan sangat lama." tanya tuan Irfan lagi.


"Sebelum terkena tembakan itu bos Caisar lebih dulu terkena sayatan dari pisau lipat milik Marsel.Dan ternyata pisau itu telah di lumuri oleh racun terlebih dahulu." jelas alexs.


"Lalu bagaimana dengan musuh-musuh kalian.


"Marsel mati di tempat karena terkena tembakan dari Evan dan juga bos Caisar.


"Maksudnya?" tanya tuan Irfan.


"Saat bos Caisar terkena tembakan itu dengan cepat bos Caisar meraih pistol dari tangan Marsel dan menembakkannya.sehinga Marsel di nyatakan mati oleh pihak kepolisian." jawab alexs.


"Lalu bagaimna dengan Evan ,apa dia juga mati atau masih hidup." tanya tuan Irfan lagi yang begitu penasaran dengan cerita kejadian di pelabuhan .


"Evan masih hidup.tapi dia terluka karena pisau memberikan tembakan pada bahunya." jawab alexs.


Irfan pun terduduk di kursi yang ada di depan ruang oprasi ,kedua tangannya ia gunakan untuk menyangga wajahnya.sehingga keseluruhan wajahnya tertutup dengan kedua telapak tangannya.


"Apa racun itu sangat berbahaya?" gumamnya yang bisa terdengar oleh alexs dan Mario.


"Kami juga belum tau jika tentang itu tuan .kita tunggu saja penjelasan dokter nanti." ucap Mario.


Tak lama kemudian pintu ruang oprasi terbuka lebar terlihat dua perawat laki-laki itu sedang mendorong branker keluar dari ruangan tersebut yang di ikuti dua orang perawat perempuan dah dokter.


"Dok bagaimana." Irfan pun langsung menghampiri sang dokter.


"Kita akan pindahkan pasien keruang ICU sampai menuggu pasien sadar?jawab sang dokter yang masih menggunakan seragam scrub suit atau serangan scrub tersanitasi yang biasa di gunakan oleh tenaga kesehatan ketika akan memasuki ruang oprasi.pakaian ini di kenakan baik dokter ,bidan ataupun perawat yang terlibat dalam kegiatan oprasi ,makanya seragam ini kerap juga di sebut baju ok atau operation kamer.


"Lalu bagaimna dengan luka yang ada di lengannya.apa racunya berbahaya." tanya Irfan lagi.


"Sebagian racunnya sudah menjalar ke lengannya ,tapi Anda jangan khawatir kami sudah memberikan obat untuk penawarnya supaya racun itu tidak menyebar ke seluru tubuhnya." jawab sang dokter.


Tuan Irfan sedikit bernafas lega dengan apa yang sudah di jelaskan oleh team dokter.Sekarang hanya tinggal menunggu Caisar sadar.


Di ruang lain,nada yang sudah sadar itu menanyakan keadaan suaminya kepada mama mertua.

__ADS_1


"Ma,mas Tama di mana.


"Sayang ,suamimu akan baik-baik saja.kamu istrahat di sini saja ,kondisi mu salah lema dan juga kandungannya." Ucap mama mertua dengan lembut.


"Apa oprasi mas Tama sudah selesai?


"Mama juga belum tau ,mama menunggu kabar dari papamu.


Tiba-tiba kamar terbuka." oprasi suamimu berjalan lancar dan sekarang masih berada di ruang ICU hingga sadar nanti." ucap tuan Irfan.


"Ma...nada pengen ketemu dengan mas Tama?" ucapnya yang meraih tangan sang mertua.


Belinda tidak langsung menjawab ,ia menoleh ke suaminya untuk minta pendapat.


"Nak sebaiknya kamu istrahat saja kondisi kandungan mu sangat lemah .


"Tapi ma nada kuat kok nada pengen bertemu mas Tama.


"Papa akan memintah ijin dulu sama dokter kandungan kamu." ucap papa mertua.


"Minta ijinlah sekarang pa! nada mau menemui mas Tama?" pinta nada.


Setelah meminta ijin dan di ijinkan oleh dokter,nada yang duduk di kursi roda itu pun di dorong oleh mama mertuanya.


"Mana gak mau ikut?" tanya Nada saat kursi roda itu di ambil alih oleh suster.


"Hanya boleh satu orang saja yang masuk?" mama nanti saja." jawabnya.


Suster itu pun membuka pintu kamar ICU ,lalu kembali mendorong kursi roda itu masuk ke dalam.


"Mas Tama?" panggil nada dalam hati.


Mata indah nada as seketika berembun saat melihat suaminya terbaring dengan banyaknya alat medis yang menempel di tubuhnya ,hatinya terasa sakit saat melihat perut bagian kanan yang tertutup oleh perban.


"Hanya sepulu menit saja ya nona?" ucap suster itu sebelu keluar.Nada hanya menanggapi dengan anggukan kepalanya pandanannya terus tertuju kepada suaminya tanpa terputus walaupun hanya sejenak.


Suster kekua dan pintu ruang ICU kembali tertutup rapat.Hanya menyisakan sepasang suami istri di dalam sana.

__ADS_1


''Mas.Nada berucap seraya mengusap punggung tangan suaminya ,sedetik kemudian ia cium tangan itu dengan sangat lama.air matanya kembali menetes ,segera mungkin nada menyeka dengan tangan kirinya.


'Mas ....aku mohon kamu cepat sadar ya? nada berbicara dengan bibir yang ia gigit untuk menahan tangisnya.


Seberapa besar ia menahan tangisnya pada akhirnya ia tak mampu lagi ,tangisnya pecah.


"Seharusnya aku tidak percaya dengan ucapan mu waktu itu ,mana buktinya jika kamu akan baik-baik saja ? lihatlah dirimu terbaring karena luka tembak dari musuhmu.apa mas tidak memikirkan aku ,betapa aku khawatir dan takut jika harus kehilangan mu.


Nada yang menangis itu pun tertunduk ,menyembunyikan wajahnya dengan tangannya yang terus memegang erat tangan suaminya.


"Aku mohon cepatlah bangun dari tidur mas,bangunlah setidakn nya buat anak anak mu.


Tiba-tiba pintu kembali terbuka .suster tadi telah kembali ,itu artinya waktu yang di berikan telah habis dan nada harus segera keluar.


"Nona waktu sudah habis?" Ucapnya yang memegang kursi roda itu.


"Tunggu sebentar sus?" Ucap nada.


"Mas aku akan Kembali keruangan ku?" acap nada yang di akhir kalimat ia mencium punggung suaminya secara berulang kali.


"Sudah sus?" Ucap nada seraya menghapus air matanya.suster itu pun lantas medorong kursi roda itu keluar dari ruang ICU .sebelum benar-benar keluar dari ruang ICU .Nada terus saja menoleh ke belakang ke arah suaminya.


"Sayang?" ucap Belinda saat sang menantu keluar dari ruang ICU.


Ma,hayo ma antarkan nada ke ruangan lagi," ucapnya.


Di saat nada sudah kembali ke ruangan?Caisar mulai menggerakkan tangannya ,perlahan matanya mulai terbuka ,Alexs yang saat itu menunggu pun langsung berangkat dan memanggil orang tua Caisar.


"Tuan nyonya ...bos Caisar sudah sadar?" ucapnya mendengar kabar itu sepasang suami istri itu langsung masuk ke dalam ruang ICU.


"Cepat panggil dokter lexs." perintah tuan Irfan.


Alexs yang sigap itu segera memanggil dokter ,tak lama dari itu dokter pun datang memeriksa Caisar.


"Bagaimna dok?" tanya Belinda.


"Semua baik,jadi bisa di pindahkan ke ruang perawatan." jawab sang dokter.

__ADS_1


"Ma ..Nada mana?" tanya Caisar dengan suaranya yang lemah.


"Istri mu sedang di rawat inap juga di rumah sakit ini keadaan nya sangat lemah ,tapi semua akan baik-baik saja,."ucap sang papa seraya menguatkan putra nya.


__ADS_2