Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia

Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia
Perkelahian di pelabuhan


__ADS_3

Bruk! kardus yang di bawa Evan pun terjatuh.


"Hey apa kau tidak bisa lihat jalan dengan benar.'' tanya evan dengan nada yang keras dan setengah marah.


"Maaf-maaf saya tidak sengaja?" ucap pria mudah itu yang berkata jujur.


"Lain kali punya mata pake yang benar! lihat gara-gara lu barang gue jadi jatuh,awas ya kalau sampai rusak lu ganti?" Ucap Evan yg mencengkram baju dari pemuda itu.


"Saya sudah bilang kan jika saya tidak sengaja." sahut pemuda itu yang berusaha melepaskan tangan Evan dengan kasar.pemuda itu tidak tahu dengan siapa berhadapan.


"Berani lu sama gue?" Ucap Evan yang tersulut emosi.


"Emang siapa lu Kenapa gue harus takut?" sahut pemuda itu yang menyingsingkan lengan bajunya hingga sebatas siku.


"Lu belum tau ya siapa gue!" tanpa memberi aba-aba terlebih dulu,evan memberikan satu buah bogem ke wajah pemuda itu.


Bugh........pemuda yang terkena pukulan itu pun mundur beberapa langkah,cairan merah segar pun mengalir dari sudut bibirnya.pemudah itu lantas melepas tas ranselnya dan membuangnya sembarang arah kemudian ia membalas memukul evan.dan terjadilah perkelahian di antara mereka.


Rencana yang sudah caisar susun itu seketika langsung berubah.


"Tetap bertahan di posisi kalian masing-masing.jangan ada yang mendekat atau pun menolongnya?" Ucap caisar ,baru saja selesai berucap ,caisar melihat ada beberapa anak buah Marsel yang keluar dari persembunyiannya dan membantu evan.sehingga pemuda itu tak sanggup lagi jika harus melawan Evan dan kawan-kawan nya.


Caisar yang tak tega itu langsung menghampiri mereka.dengan caranya yang langsung menendang anak buah Marsel hingga jatuh tersungkur kebelakang.


Marsel yang sadari tadi hanya menjadi penonton kini di buat terkejut dengan munculnya caisar di hadapannya.


"Sial siapa dia?" gumam Marsel yang belum bisa mengenali penyamaran dari musuhnya.


Kehadirannya membuat Evan dan yang lainya menjadi lengah dengan begitu ,caisar menggunakan kesempatan itu untuk menarik mundur pemuda itu dari hadapan Evan.


"Cepet pergi dari sini,mereka bukan lawan mu?' Ucap caisar kepada pemuda itu dengan terus waspada.


"Bajingan beraninya kau ikut campur dengan masalah kami?"ucap Marsel yang menghampiri caisar dan pemuda itu.


"Cepat pergi dari sini?" ucap caisar lagi sambil mendorong tubuh pemuda itu supaya lekas menjauh.


"Bukanya dia sudah minta maaf," ucap caisar.


Marsel menyeritkan dahinya saat mengenali suara itu.

__ADS_1


"Kau?" jari telunjuknya ia arahkan ke wajah caisar.


"Kenapa kau sudah bisa mengenali ku," tanya caisar.


"Berengsek jadi semua sudah kau rencanakan," sahut Marsel yang murka ,dengan cepat Marsel mengambil senjata api dari saku dalam jaketnya ,dengan cepat pula caisar menendang tangan Marsel ,sehingga senjata api itu pun terjatuh


hanya dalam hitungan jari saja ,anak buah caisar keluar dan ikut menyerang anggota Marsel.


Suasana di pelabuhan seketika menjadi ricuh,semua orang yang ada di sana berhamburan kesana kemari untuk menyelamatkan diri.


"Akhirnya kita bisa bertemu kembali," ucap caisar.


Bugh......salah satu anak buah Marsel memukul tengkuk caisar dari arah belakang,alexs yang saat itu ada di dekat caisar dan melihatnya segera mendorong tubuh bosnya.


Caisar menendang pistol yang hendak di pungut oleh Marsel.Bugh ,satu pukulan mendarat di rahang caisar ,caisar yang tidak terima itu pun langsung membalasnya dengan tendangan yang mengenai dada Marsel.


"maju sini kau,? tangtang Marsel.


Caisar lantas maju dan menyerang Marsel ,pukulan demi pukulan ia layangkan kepada musuhnya ,Marsel pun tak mau mengalah.


Kedua ketua anggota itu pun terus berkelahi ,posisinya sama-sama kuat.ilmu bela diri yang mereka miliki sangatlah bagus.


Wush gerakan yang cepat itu berhasil mengenai caisar ,darah segar pun mengucur dari lengan kanan caisar.


"Berengsek," umpatnya yang memegang bekas sayatan pisau itu.


"Bugh...bugh...caisar lebih dahulu menyerang Marsel dengan berbagai gaya tendangan dan pukulan.


Sedangkan alexs mengejar Evan yang hendak membawa kardus yang berisi barang haram itu.


Bugh...alexs menendang Evan dari arah belakang ,sehingga evan jatuh tersungkur ,secepat kilat Evan Bagun mengarahkan pistol kepada alexs.


Dor.satu tembakan berhasil mengenai bahu Evan sebelum dirinya berhasil melepaskan peluru ke arah alexs.


" Tangkap dia?" perintah putra pada anggotanya.


Evan yang merintih kesakitan itu hanya bisa pasra saat di tangkap polisi.


Anak buah yang di Bawa Caisar cukup banyak ,sedangkan anak buah Marsel hanya berjumlah sekitar sepuluh orang saja.sehingga anak buah Marsel begitu kualahan menghadapi orang-orang caisar.

__ADS_1


Caisar Kemabli menghajar Marsel dengan tangan kosong.Bugh tendangan kakinya berhasil mendarat di bagian perut Marsel sehingga ia meringis kesakitan.


"Lebih baik lu menyerahkan diri ke polisi,sebelum nyawamu melayang di tanganku?" ucap caisar.


Tidak semudah itu berengsek?" sahut Marsel yang berlari cepat menghampiri caisar dan berusaha menusuk dengan pisau lipat yang masih ada di genggamannya.


Wus.


Wus.


Wus.


Caisar berhasil menghindar dari gerakan Marsel yang membabi buta itu.Bugh,satu tendangan mengenai dada caisar dan membuatnya hampir terjatuh.


"Bos awas?" teriak alexs saat melihat dari salah satu anak buah Marsel yang akan memukulkan besi ke kepala caisar ,dengan cepat caisar menoleh.


Prang..besi itu terjatuh sebelum menyentuh kepalanya karena gerakannya yang cepat berhasil menangkis besi itu.


Bugh...bugh..


Caisar melawan dua orang sekaligus ,Marsel dan anak buahnya ? alexs yang ingin membantu bos nya itu di hadang oleh dua orang yang merupakan anggota Marsel.


Wuss..


Srak.


Bugh..


Caisar berhasil membuat anak buah Marsel jatuh terkapar ,saat caisar melawan anak buah Marsel,kesempatan itu Marsel gunakan untuk meraih pistolnya yang sempat terjatuh.


Di sisi lain ,Evan yang sudah berada di tangan polisi itu berusaha melepaskan diri dengan cara memebenturkan kepalanya di kepala kedua polisi yang berdiri di sisi kanan dan sisi kirinya secara bergantian dengan gerak yang cepat.saat kedua polisi itu lengah Evan mengambil pistol milik polisi itu dengan tanganya yang masih terborgol,pistol itu ia arahkan ke caisar.


Sedangkan Marsel yang sudah berhasil mengambil senjata apinya itu pun juga mengarahkan senjatanya ke caisar.


Caisar yang merasa terancam itu pun segera meraba senjata apinya yang ia simpan di dalam bajunya.sialnya senjata itu tidak bisa ia temukan ,entah jatuh atau bagaimana yang jelas ia tidak bisa menemukan senjata api nya.


Marsel pun tersenyum puas saat melihat caisar yang kebingungan.


"Tamatlah riwayatmu di tanganku caisar." Ucap Marsel dengan senyum yang jahat.

__ADS_1


__ADS_2