Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia

Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia
116


__ADS_3

Mario yang baru dari kantin itu mengagetkan alexs yang sedang menatap teman wanitanya hingga hilang di telan pintu lift.


"Heeee? lu lihat apa," sampai gak berkedip gitu," tanya Mario yang mengagetkan alexs.


Oh....enggak,bukan apa-apa," jawabnya yang tak mau jujur.


Tolong pegang ini? Mario manaruh belanjaannya di pangkuan alexs,setelah itu ia dorong kursi roda alexs untuk kembali ke kamarnya.


Ngapain ya Alisa kerumah sakit," alexs bertanya-tanya dalam hati.


Lu mikirin apa apa bengong aja," tanya Mario.


Enggak ada," jawab Alexs.


Kalau lu ada keluh kesah bilang sama gue! gue pasti bantu lu kok,jangan diam aja," lanjut Mario yang bisa merasakan jika temannya sedang memikirkan sesuatu..


Kelu kesah gue ngantuk," ingin tidur? cepat lu bantu gue naik ke tempat tidur.


Lu gak makan dulu," gue beliin juga buat lu ini," tawar Mario.


Nanti saja,gue masih kenyang," sahut Alexs.


Kalau lu gak mau makan,gue makan sendiri nih?" Ucap Mario setelah membantu alexs.


Iya lu makan sendiri aja gue masih kenyang," sahut Alexs,ia memilih untuk tiduran dengan pandangannya menatap langit-langit kamar rumah sakit.


Saat asik makan,tiba-tiba ponsel milik Mario berdering dengan nayaringnya ,bahkan ,alexs yang sedang melamun saja sampai tersadar menoleh ke temannya.


"Bos caisar",Ucap Mario yang memberi tahu alexs.


"Halo Bos," Ucapnya kala panggilan itu tersambung.


\_"";\_


"Saya masih di rumah sakit bos," sahut Mario.


\_"\_"


Oh....baiklah saya segera kembali," Ucap Mario sambil mengangguk,telfon pun berakhir.


Ada apa," tanya alexs .


Gue harus kembali ke kantor,lu gak papa kan gue tinggal? gue suruh gantiin Bos Caisar meeting," Ucap Mario.


"Ya sudah lu pergi saja,' gue juga mau tidur?" Ucap Alexs.

__ADS_1


kalau butuh apa-apa panggil saja suster," Ucap Mario sambil bersiap.


Iya," sahut Alexs.


"Ya sudah ,gue tinggal dulu," pamit Mario seraya melangkah keluar ruang rawat inap VVIP.


Setelah Mario pergi,alexs berusaha memenangkan matanya namun tetap tidak bisa.Rasanya sangat susah untuk di ajak tidur,setiap. kali mata terpejam,munculah bayangan gadis cantik yang baru sja bertemu.


"Hufffz.....kamu itu sudah sperti hantu saja Sa? hanya bayangan mu yang muncul,wujud dan rupa cantik mu tak terlihat jelas," gumam Alex karena susah tidur,ia pun bangun dan duduk bersandar.


Masih di rumah sakit yang sama,hanya beda tempat Alisa ikut menunggu om nya.


Al,kamu tunggu di sini ya,Tante mau beli sesuatu dulu buat kamu," Ucap sang Tante.


Mau beli apa tan," tanya Alisa.


Mau beliin kamu makan cemilan biar gak bosen saat menemani Tante," jawabnya.


Kalau begitu,,biar Alisa saja yang beli,tante tetap di sini jaga om," Ucap Alisa yang langsung bangkit dari duduknya.


"Ya sudah ,ini uangnya," sahut sang Tante seraya memberikan beberapa uang ke ponakanya.


Alisa pun keluar dari kamar perawatan om nya ,kesempatan itu ia gunakan untuk menacari alexs.


Di kamar apa ya," gumamnya yang berjalan dengan cepat,tujuannya ke tempat saat ia bertemu dengan alexs sewaktu datang tadi.


"Duuuhh...kemana yah.


Tadi jelas dia ada di sini kan," apa dia hanya berobat saja?"gulanya ,yang membuat alisa penasaran saja,kenapa alexs berada di rumah sakit dalam keadaan menggunakan kursi roda.


Perasaan kemaren ketemu masih baik-baik saja?" gumam Alisa yang lirih.


Saat akan ke kantin rumah sakit tiba-tiba terbesit ide untuk tanya ke petugas jaga.


"Permisi sus,saya mau tanya?' Ucapnya dengan sopan.


Iya ada yang bisa kami bantu," sahut penjaga itu.


Apa di sini ada pasien yang bernama alexs," tanya Alisa.


Tunggu sebentar ya mbak ,kami Carikan datanya dulu," Ucap suster penjaga itu.


"Pasien atas nama alexs berada di kamar VVIP nomor kosong dua yang ada di lantai dua," Ucap penjaga itu.


Terimkasih ya sus," Ucap Alisa yang langsung pergi.

__ADS_1


"Di lantai dua? di sana kan juga ada kamar om",gumam Alisa yang menunggu pintu lift terbuka ,karena di rasa terlalu lama menunggu ,akhirnya Alisa menggunakan tangga untuk menuju ke lantai dua.


"Mana haus lagi," gumam alexs.


Alexs berusaha menurunkan kakinya ,ia berinisiatif untuk mengambil air yang ada di meja dekat Sofa,tanganya berusaha meraih kursi roda ,jarak kursi roda dari tempat tidurnya cukup jauh ,sehingga dia susah untuk menggapainya.


Alisa yang berada di lantai dua itu segera mencari kamar VVIP nomor kosong dua.


Ini dia kamarnya?" gumam Alisa seraya membaca nomor yang tertera di pintu.


Alisa perlahan membuka pintu itu,ia ingin memastikan dulu ,di dalam kamar itu benar-benar orang yang ia cari atau bukan.Sedangkan alexs terus berusaha untuk menggapai kursi rodanya ,karena terlalu memaksakan diri,akhirnya alexs terjatuh dari tempat tidur,untung saja Alisa yang melihat itu segera berlari dan menopang tubuhnya..


Deggg.....Alexs terdiam mematung ,begitu juga dengan Alisa ,pandangan mereka terkunci untuk sesaat.Alexs tak menyangka jika gadis itu bisa menemui dirinya.


"Hati,-hati?" Ucap Alisa yang memutus pandangannya.Alexs pun tersadar,dengan telaten Alisa membantunya.


"Awas pelan-pelan",Ucapnya yang membantu alexs untuk duduk di tempat tidur lagi.


Setelah alexs duduk dengan aman ,Alisa menelisik alexs dari ujung kaki hingga ujung rambut.


"Terimakasih," Ucap Alexs yang mampu menyadarkan Alisa.


"i-iya, " sahutnya.


Kamu mau kemana,kenapa tidak memanggil suster," tanya Alisa.


Aku cuman ingin mengambil air minum saja ,itu," jawab alexs.


Alisa ikut menoleh ke arah yang di tunjuk alexs ,dengan cepat Alisa mengambilnya,ia bukakan tutup botolnya dan ia berikan ke pada alexs.


Alexs yang haus itu langsung meminumnya hampir habis.


"Ya ampun tanganmu berdarah," Ucap Alisa saat melihat darah yang ada di lengan alexs itu mengeluarkan darah ,saat terjatuh tadi ,alexs menggunakan tanganya untuk menyangga ,karena luka di lengannya yang cukup parah dan belum kering ,sehingga tekanan yang kuat saat terjatuh tadi bisa membuka bekas lukanya.


"Aku kan panggilkan sister," Ucap alisa yang ingin pergi keluar ,namun langkahnya tertahan karena alexs.


Enggak usah," Ucapnya yang berhasil meraih tangan Alisa.


Itu bisa infeksi kalau di biarkan," Ucap Alisa.


Di laci itu ada perban dan alkkohol ,tolong kamu ambilkan," Ucap alexs.


Di saat Alisa mengambil alkohol dan perban ,alexs membuka sendiri perban yang ada di lengannya,tanpa di suruh Alisa membantu mengobati lukanya dan mengganti dengan perban yang baru.


"Aku tidak percaya jika tadi yang . aku lihat itu benar-benar kamu ," Ucap Alisa yang mengganti perban.

__ADS_1


"Iya aku kecelakaan tiga hari yang lalu," sahut Alexs.


__ADS_2