
Berawal dari candaan dan berujung di pembaringan.untuk bertukar peluh belum juga selesai ponsel nada berdering sehingga ia dan suaminya terpaksa harus menghentikan aktifitas panasnya.
"Siapa sih ganggu saja?" gumam caisar yang tampak kesal bagaimna tidak kesal di saat dirinya hampir menuju puncak harus terhenti.
"Mama mas," ucap Nada.
"Kenapa sih mama ganggu aja?" sahutnya.
"Halo ma," sapa Nada.
"Sayang mama mau kesana kamu mau titip apa! biar bawakan," ucap sang mertua dari sebrang telfon.
Nada tak langsung menjawab karena suaminya melanjutkan aktifitas yang sempat terhenti sebisa mungkin nada tidak mengeluarkan suara-suara yang aneh.
'Halo sayang kamu dengar mama kan," Ucap sang mertua.
"I-iya ma dengar kok," jawabnya dengan suara yang terputus-putus.
'Kenapa suara kamu putus-putus," tanya sang mertua.
Gerakan yang di lakukan oleh caisar semakin cepat sehingga suara nada tersengal dan terputus.
"Jaringannya buruk ma .Ter-sera mama aja mau ba-wa apa?" Ucap nada yang memaksakan diri setalah mengucapkan itu nada pun langsung menutup telfonnya di saat yang bersamaan caisar menumpahkan cairan cintanya di Sertai dengan erangan yang panjang.
Caisar dan Nada sama-sama saling mengatur nafasnya.
"Mama mau kesini," tanya caisar yang sudah berbaring di samping.
"Iya?" jawabnya dengan mata yang terpejam.
Caisar yang sadari tadi memandang istrinya itu tersenyum lalu ia peluk istrinya dengan erat dan menghujaninya dengan ciuman di wajah dan di lehe sehingga meninggalkan protes dari sang empunya.
"Mas mama mau kesini Lo?" ucapnya yang berusaha menahan tubuh sang suami.
"Biar saja?" sahut caisar yang tak peduli.
"Ayo cepat bersih-bersi sebelum mama datang," ajak Nada yang menimbulkan sebuah ide nakal bagi caisar.
"Ya udah ayok," Ucap caisar yang setuju.
Saat nada masuk kedalam kamar mandi cair pun mengikutinya dari belakang.
"Ngapain kamu mas," tanya nada yang berhenti di ambanng pintu kamar mandi.
" Bersih-bersih lah,mandi," jawabnya.
"Ya ..tapi satu-satu gantian tempatnya sempit ini," jelas nada,caisar pun langsung mengecek seberapa sempitnya kamar mandi itu.
__ADS_1
"Cukuplah kalau hanya untuk berdua saja?' Ucap caair yang langsung mendorong masuk istrinya ke dalam kamar mandi.kita harus meringkas waktu mandi kita sebelum mama datang.
"Ah modus saja ?" sahut nada yang tau akan isi otak suaminya.
Waktu mandi pun telah berlalu ,nada keluar dari kamar mandi dengan rambut yang terlilit handuk dan wajah yang cemberut kesal,berbeda halnya dengan caisar justru keluar dengan wajah yang sumringai.
Baru juga mengganti pakaian sudah terdengar pintu yang di ketuk.
'Kamu selesaikan dulu ! biar mas yang buka pintunya," Ucap caisar yang keluar dari kamar.
"Cai.,kenapa kamu disini," tanya sang mama saat pintu terbuka.
Caisar memutar bola matanya,kalau caisar ada di sini menurut mama kenapa," sahutnya..
Dari mana kamu tau jika istrimu ada di sini," tanya sang mama..
"Itu tidak penting," jawabnya.
"CK...minggir mama mau masuk," Ucapnya yang mendorong tubuh sang putra..
"Mama," sapa nada yang keluar dari kamar.
"Oh...ini penyebab sinyalnya berubah menjadi buruk," tanya sang mama saat melihat sepasang suami istri itu berambut basah.
"Ti-dak ma! emang tadi agak susah aja?" sahut nada dengan cepat.
"Mama ngapain sih kesini,?"tanya caisar.
"Mau bertemu sama anak mama lah?" jawabnya. sini sayang mama bawakan kamu salad buah.
Nada duduk di samping mama mertuanya ,Ma Nada mau bicara sama mama.
Bicara apa sayang?" tangannya yang sibuk membuka tutup box dari salad buah.
"Nada mau ijin pulang ke desa ma.
Lho kenapa! apa yang membuatmu ingin pulang ke desa?" tanya sang mertua.
"Nada hanya sementara tinggal di sana,hingga anak ini lahir ,nada takut jika musuh-musuh mas Tama mengincar ku dan anak-anakku ma.Nada rasa nada akan Aman jika ada di desa," jelasnya..
'Ini semua gara-gara kamu cai ? coba saja kamu tidak bergabung di dunia gelap itu pasti ini tidak akan terjadi sekarang hidup istri dan anak-anak MH juga terancam?" makinya kepada sang putra.
"Sidahlah ma jangan marah-marah?" Ucap Nada yang pelan dan lembut..to semua juga sudah terjadi.kita mencoba berdamai saja dengan keadaan ini ma,jujur nada juga masih kecewa ma tapi mau bagaimna lagi.
Tapi mama khawatir jika kamu kembali ke desa,mama khawatir kalau bibik kamu yang jahat itu mengusik hidupmu," ucap mama mertua.
"Itu tidak akan terjadi ma," sahut caisar.
__ADS_1
Neneng dan farel ikut ke desa untuk menjaga nada.caisar juga akan bawa beberapa orang untuk memperketat penjagaan di sana," jelasnya.
"Kalau begitu mama juga ikut kamu ke desa untuk memastikan sendiri Jika kamu aman di sana," Ucap sang mertua yang tekan bisa di bantah.
Pada akhirnya nada dan caisar berangakat kedesa malam itu juga.tentu mama dan papanya juga ikut serta ,sedangkan Neneng dan farel akan menyusulnya karena perintah yang mendadak itu mengharuskan mereka untu berkemas secara dadakan pula.
"Kalau istrimu tinggal di desa.lalu bagaimana dengan mu cai," tanya sang papa.Kamu tau sendiri kan jika papa sudah tidak bisa lagi mengurus perusahaan itu," lanjutnya.
"Papa tenang saja Masalah kantor tetap caisar yang pegang.caisar akan pulang kedesa dua hari sekali atau pas lagi gak sibuk urusan kantor," jawabnya.
"Baguslah kalau begitu?" sahut sang papa.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka Samapi di desa,dari sana mereka menuju rumah nada karena datangnya sudah lewat tengah malam ,sehingga tidak ada orang yang melihatnya.
"Ini rumah kamu sayang," tanya sang mertua.
"Iya ma tapi ini sudah di renovasi sama mas tama," jawabnya.
"Bagus," pujinya.
"Ayo ma,pa masuk?" ucap nada caisar yang membuka pintu.
Mama dan papa istrahat di kamar yang itu ya ? nada menunjukan kamar yang dulu tempat tidur kedua orang tuanya.
"Tapi maaf tidak sebagus rumah mama dan papa," lanjut nada .
"Kamu ini bicara apa sih," sahut sang mertua.
"Ya sudah kalian juga istrahat sana! kami mau istrahat?" ucap sang papa.
Karena perjalanan yang jauh dan melelahkan ,membuat mereka langsung istirahat.
Keesokan harinya ,warga di buat heboh dengan ada mobil yang terparkir di depan rumah nada yang memang sudah lama tidak ada penghuninya.
"Wah ...lihat-lihat,pemilik rumahnya datang.
Iya mana pakai mobil mewah lagi.
Benar-benar sultan yah suaminya nada itu.
"Bukan sukltan lagi! tapi lebih dari sultan.
"Wah...beruntung sekali ya nasibnya sih nada itu.
Begitulah suara para emak-emak di kampung yang saling sahut.
"Minggir-monggir ada apa ini.....
__ADS_1