Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia

Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia
dapat kabar dari Caisar


__ADS_3

"Mas...Mas Tama!" Seru Nada saat tiba di rumah.


"Aku di sini!" Suara terdengar jauh.


Nada mencari sumber suara itu,ngapain Mas Tama di sini?" Tanya Nada saat menemukan suaminya di dapur.


"Ini lagi buatin kamu air hangat untuk mand." Jawab Tama yang duduk di depan tungku yang terbuat dari tanah itu.


"Gak usah repot-repot mas, aku bisa kok mandi pakai air dingin," Sahut Nada.


"Maaf ya! seharusnya aku yang kerja bukan kamu," Ucap Tama saat melihat wajah lelah sang istri.


"Kamu kan lagi sakit mas, jadi untuk sementara biar aku saja yang kerja." Sahut Nada yang mencuci kaki dan tangannya di deket sumur.


"Oh...Iya mas, aku sudah beli perdana baru coba kamu pasang!" Nada merogoh saku celana nya.ia serahkan kartu perdana itu ke Tama." Coba pasang dan aktifkan, aku mau mandi dulu." Lanjut Nada.


"Biar aku angkat dulu air hangatnya." Tama berdiri dan siap untuk mengangkat panci yang berisikan air panas.


"Enggak usah mas,aku mandi pakai air dingin saja.Itu airnya di pake buat masak aja nanti," jawab Nada.


"Ya sudah,"Kata Tama dengan jarik yang melilit tubuhnya.


"Nada keluar dari kamar mandi dengan jarik yang melilit tubuhnya.


Glek...


Tama susah payah menelan salivanya saat melihat punduk putih dan mulus milik Nada.


Nada buru-buru masuk rumah karena dirinya sadar penampilannya akan membuat Tama resa.


Tama mencoba membuang jauh pikiran kotornya dengan mengalihkan perhatiannya ke ponsel.Tama memasang kartu perdana yang di beli Nada.Tama mengotak Atik ponsel itu .tanpa ia sadari ,ternyata Nada sudah selesai ganti baju dan kembali ke dapur.Nada memperhatikan Tama dalam yang fokus ke ponsel.


"Gi mana mas apakah bisa?" tanah Nada


"Iya ini masih bisa.Tapi sinyalnya yang susah." Jawab Tama.


" Nanti kita naik ke bukit sana untuk mendapatkan sinyal yang bagus," Sahut Nada sambil menunjuk ke arah luar,yang memang ada bukit di belakang rumahnya.


"Mas Tama tunggu saja di dalam! aku mau masak dulu," Ucap Nda yang menyiapkan semua bahan-bahanya.


"Aku di sini saja temeni kamu masa,"Tolak Tama.



Tama memperhatikan Nada yang sedang mengupas bawang.Tangan mungil itu begitu luwes dan cekatan.Baru beberapa menit saja semua bawang itu sudah terkupas dengan bersih.


"Kenapa lihat aku seperti itu Mas? Tanya Nada saat menangkap basah suaminya yang sedang memandangi dirinya.


"Ee...Enggak kok," Jawab Tama dengan gelagapan.


"Jangan lihat aku lama-lama nanti kamu jatuh cinta Lo!" sahut Nada yang sambil memotong sayuran.

__ADS_1


"Emang kenapa kalau aku jatuh cinta sama kamu? kita kan sudah menikah,"Jawab Tama.


Nada tak lagi menyahut.


Tujuannya tadi hanya ingin menggoda Tama suaminya.Tapi jawaban Tama di luar dugaan.


Tama mengulum senyum saat melihat Nada yang fokus memasak.


Nada menyelesaikan masak nya dengan cepat.


"Mas makan dulu yuk! " Ajak Nada sambil menyiapkan piring.


"Iya.


"Wah sepertinya masakanmu enak sekali,"Ucap Tama.


Nada tersenyum ,"Segini cukup Mas?" Tanya Nada yang menyedot nasi ke piring Tama.


"Sudah segitu saja," Sahut Tama.


"Hemmmm... ini enak sekali," Puji Tama sambil mengunyah nasih di mulutnya.


" Kalau enak di habiskan mas," Sahut Nada dengan tersenyum.



Mas Tama bisa enggak jalan ke atas bukit sana?" Tanya Nada yang memastikan kondisi suaminya.


"Sini Mas aku bantu!" Nada menggandeng tangan Tama sedang tangan Tama yang satunya memegang kayu sebagai tongkat .Karana jalan Tama masih sedikit pincang.


"Pelan_pelan Mas," Ucap Nada saat mulai menaiki bukit.


"Kita istrahat dulu Mas," Ajak Nada.


"Enggak usah ,Sedikit lagi juga sampai atas," Tolak Tama .Nada mengangguk.


"Aaggggrhh..."Tama menjatuhkan dirinya saat sudah tiba di atas bukit.


"Minum dulu Mas," Nada menyodorkan botol minum ke suaminya.


"Iya , Tama langsung meneguknya, dan Tama merogoh ponselnya di saku celananya.


Nada memilih untuk menyingkir dari suaminya,walaupun sudah menikah tapi Nada memilih untuk tidak kepo dengan suaminya.Nada mempunyai prinsip Jika dirinya percaya dengan suaminya dengan begitu, Nada yakin suaminya akan cerita sendri denganya.



Tama menatap Nada heran ke arah Nada yang menjauh darinya.


"Kenapa dia menjauh? Apa dia tidak penasaran siapa yang aku hubungi?batin Tama.


'Cek.. kemana sih kalian ini? Ucap Tama yang kesal.Namun dirinya tak menyerah begitu saja.Tama terus menghubungi nomor tersebut.

__ADS_1


Di kota


Hari ini Alex dan Rio tengah mempersiapkan diri untuk melakukan pencarian Caisar.


" Apa semua sudah siap?" Tanya Alex kepada anak buahnya.


" Sudah! hanya menunggu intruksi dari bos," Jawab salah satu anak buah Alex.


"Ponselmu dari tadi bunyi terus bikin berisik! Angkat Sono siapa tau penting!" Ucap Rio.


" Gak penting! paling juga orang iseng atau orang mau menipu,"Sahut Alex.


"Kalau orang iseng, ngapain telfon lu berkali kali ? Coba deh lu angkat ,Siapa tau itu bos Tama!" Sahut Rio.


"Nih lu aja yang angka! Kalau gue sih yakin jika itu orang yang tipu-tip," Ucap Alex sambil mengulurkan ponselnya ke Rio.


" Hallo." Ucap Rio yang langsung mengangkat telfonnya.


"Lama banget sih kalian!" Jawab Caisar dari sebrang telfon itu.


" Bo-bks ,ini beneran kamu Bao?" Tanya Rio yang tak percaya dengan suara penelpon itu .


Alex yang mendengar itu pun langsung mendekati Rio ." Beneran bos Caisar? Loudspeaker!" Alex merebut ponselnya dan menekan tombol loudspeaker.


" Emang kamu pikir siapa?tanya Caisar.


" Ini beneran kamu bos? Bos sekarang ada di mana biar kami jemput bos sekarang juga," Ucap Alex.


"Gak perlu.Belum saatnya aku keluar dari persembunyian ku.Biarkan mereka meras Menang terlebih dulu," Ucap Caisar.


"Tapi bos sekarang ada di mana?" tanya Rio.


" Ada di suatu tempat bersama bidadari,' Jawab Caisar dengan mata yang melirik ke Nada.


" Bos, kami serius," Ucap Rio.


" Kamu pikir aku gak serius!


Dengarkan aku! sekarang tugas kalian, buat berita kematian ku Ucap Caisar.


" Tapi gimana dengan orang tua bas sendiri?" Tanya Rio.


" Bilang saja seperti itu ! karena dengan cara seperti ini untuk mengelabuhi mereka." Jawab Caisar.


"Baiklah bos. tapi jangan lama-lama ya sembunyinya!" Ucap Alex.


" Kalian tenang saja! Oh iya simpan nomor ini karena sewaktu waktu saya menelfon kalian dengan nomor ini, Ucap Caisar.


"Siap Bos!"Sahut Alex.


Ya sudah saya tutup telfonnya ! jangan lupa baut berita kematian ku," Ucap Caisar dan langsung memutuskan sambungan telfonya.

__ADS_1


__ADS_2