
Nila yang ingin memaki tama itupun menjadi ketentuan,tubuhnya bergetar ketakutan,bahkan kedua lututnya saling beradu.
"Sa-saya tidak tau ,' jawabnya dengan suara terputus-putus.
Jangan bohong ,'bentak Tama.
Di bentak seperti itu membuat nila dan sari semakin ketakutan.
"Aku tau jika Nada pergi dari desa ini ,pasti ada sangkut pautnya dengan kalian berdua," bentak Tama.
Jadi cepet katakan di kota mana Nada tinggal!"
Saya tidak tau," sungguh.
Nada pergi ke kota dengan toha," jelas Nila.
Toha,nama itu seperti nama mang toha sopir papa ," gumam Tama.
Toha ," ucap ulang Tama.
iya Nada ikut dengan Toha ke kota.
Kalian pasti tau di mana Toha tinggal,Ucap Tama denga wajah yang tampak merah karena menahan amarah.
Kamu tidak tau,"sahut nila.
Jangan perna membohongi ku," Tama menegangkan dagu nila dengan kuat ,hingga nila meringis kesakitanm
Sunggu saya tidak tau?"ucap nila yang kesakitan.
"Bukanya itu orang keluarga dari kalian," tanya Tama dengan tangan yang masih mecengkram erat dagu nila.
"Bu-bukan?" Toha itu sahabat dari ayahnya Nada?" jawab Nila.
Mendengar jawaban itu,Tama melepas cengkramannya dengan kasar,sehingga tubuh nila mundur dan membetur tembok.
"Bos,anak orang ini lah yang memfitna nona Nada dan lelaki yang bernama Aska itu," bisik alexs.
"Kamu yakin?" tanya Tama.
Yakin bos,aku dapet informasi itu dari pak Rt langsung," jawab alexs.
Di mana anak laki-laki bibik!" tanya Tama yang melangkah maju.
Roni tidak ada di sini," dia sedang bekerja di kota," jawab nila.
Berani membohongiku tanggung sendiri akibatnya," ucap Tama.
Kalian? geledah seluruh isi rumah ini dan temukan anak laki-laki nya" perinta Tama kepada anak buahnya.
Siap bos,sahut mereka dengan kompak.
Satu persatu anak buah Tama masuk kedalam rumah nila ," alexs masuk paling akhir.
Di saat anak buahnya sedang mencari laki-laki yang bernama Roni ," Tama dan Rio menunggu di teras.
__ADS_1
"Buk kita dalam masala besar," ternya Tama bukan orang yang sembarangan," bisik sari.
Kamu bener kita telah salah menilai Tama," sambung nila.
"Bos kita tidak menemukan siapapun di rumah ini," lapor sang anak buah yang sudah kembali ke teras,tak berselang lama alexs keluar dengan membawa amplop coklat di tangannya.
"Ibu itukan uang yang ibu ambil dari Nada!" Ucap sari saat melihat alexs dengan amplop di tangannya.
Bisa mati kita ,jika Tama tau kalau uang yang dia kirim untuk Nada itu kita ambil," sahut nila yan was-wasan.
"Bos aku menemukan ini dari salah satu kamar di rumah ini," lapor Alexs.
Tama langsung merebut amplop itu dan melihatnaya.
Bener ini uang yang sempet aku titipkan ke juragan Wira,batin Tama saat mengenali amop coklat itu karena amplop itu mempunyai ciri khas.
Dari mana kalian mendapatkan ini?" tanya Tama sambil menunjukan amplop coklat itu.
Itu milik kami,kami dapet itu ,karena kami baru saja menjual tanah,jelas Nila yang tak jujur.
Terus saja kalian membohongi bos kami," karena di amplop ini ada logi dari nama perusahaan bos kita," jelas alexs ,memang amplop mempunyai ciri khas dengan logo nama perusaahan milik Tama.
Mampus kita Bu?" lirih sari.
Katakan dari mana kalian mendapatkan ini," bentak Tama.
Kami di kasi Nada," sahut nila dengan cepat.
Aku tidak percaya,kalian pasti paksa ambil paksa dari Nada,iya kan," ucap Tama yang meremas amplop coklat itu.
"Kami sudah mengatakan dengan jujur," jawab nila.
Kalian bereskan mereka,' perinta Tama kepada anak buahnya," setelah mengucapkan itu,Tama pun langsung menuju mobil dan meninggalkan rumah Nila.
Tolong jangan apa-apakan kami?" mohon Nila.
Diam ',bentak alexs.
Bawa mereka di gudang yang ada di rumah ini," perinta Alexs.
Baik bos,sahut nak buah alexs pun membawa nila dan sari ke gudang di dengan keadaan terikat,mereka di sekap di rumahnya sendiri.
Tama dan Rio singga di rumah Nada ,warga yang melihat kehadiran Tama itu lari ketakutan dan memilih untuk bersembunyi
Tama membuka Paksa pintu rumah Nada yang terkunci,saat pintu itu berhasil di buka,Tama lekas masuk.
Masi sama seperti yang dulu,ia berjalan menuju kamar Nada,Tama duduk di tepi tempat tidur itu ,tangannya mengusap kasur yang menjadi saksi malam pertama mereka.
Sayang ... kemana lagi aku harus mencari mu ," aku berharap kita segera bertemu.
DI MANSION
Pagi-paggi di Mension orang tua Caisar teakh terjadi keriwuhan ,pelakuny tak lain dan tak bukan adalah Belinda mama Caisar yang membuat pengumuman Jika sang putra masih hidup dan akan kembali.
Teng.....teng...teng.....
__ADS_1
Belinda memukul wajan dengan sotel kayu.
Perhatian semuanya ,ucapnya..
"Ada pengumuman penting untuk kalian semua.
semua bekerja di rumah itu segera berkumpul sebelum nyonya besar mengeluarkan tanduk.
"Pengumuman penting apa nyonya ," tanya Santi.
Dengar baik-baik ya," ucapnya.
Caisar ku masih hidup dan hari ini dia akan kembali,jadi kalian harus membuat sambutan untuk caosarku," jelas Belinda.
Alhmdulillh," ucap semua bekerja itu.
Tentu nyonya ,kami akan membuat pesta penyambutan untuk tuan bmuda Caisar," Ucap Santi paling tinggi di bandingkan dengan bekerja yang lain.
Santi kamu tau kan tugasmu ka," tny Belinda..
Membuat makanan kesukaan tuan muda Caisar nyonya," jawab Santi.
Good sahutnya.
Dewi kamu bersihkan kamar Caisar ,pastikan tidak ada debu yang menempel," Dewi menunduk patuh.
Neneng kamu siapkankan Caisar ,tidak ada orang lain dalam pesta ini,hanya kita yang ada di rumah ini,jelasny.
"Siap nyonya ," sahut Neneng.
Endang kamu bantu Neneng ya,"
"iya nyonya ," jawab endang.
"Ok sekarang kerjakan tugas kalian?' perinta belinda.
Nyonya saya belum dapet tugas",ucap Nada.
Oh..kenapa saya bisa melupakan mu," Sahut Belinda yang di iringi dengan tawa kecil.
Kamu bisa bantu-bantu bibik mu,kamu bisa masak kan juga Nada.
Bisa nyonya," jawab Nada.
Semua bekerja itu mulai melakukan tugasnya masing-masing ,Nada yang di tugaskan untuk membantu bibiknya itu menuju dapu.
Bibik mau bikin apa.tanya Nada.
"Bikin rendang ,karena tuan muda Caisar suka sekali dengan rendang,nanti juga mau masak udang asam manis,kamu bisa bantu bibik bersihkan udang yang ada di kulkas itu," Ucap bik Santi.
"Iya bik," Nada langsung menuju lemari pendingin mengambil udang.
Di tengah-tengah aktifitasnya Nada teringat sesuatu.
Bik ,Nada lupa belum memberikan obat untuk nyonya?" Ucap Nada.
__ADS_1
"Kok bisa lupa sih!" sekarang sudah jam sepulu," Sahut bik Santi yang melihat ke arah jam dingding.
"Aku bener-bener lupa bik?' Ucap Nada.