Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia

Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia
135


__ADS_3

Alexs dilema dengan pilihan yang rumit ,Jika ia menuruti istri dari bosnya ,maka dia akan kena marah ,jika tidak di turuti takut istri dari bosnya berbuat nekat.


"Begini saja nona,sebaiknya Nona pulang saja kerumah tuan bes....


"Ya sudah,saya akan berangkat sendiri," sahut Nada yang Kemabli membuka pintu mobil.


"Iya-iya nona,saya akan menghantarkan nona," Ucap laexs yang tak punya pilihan lain,alexs pun langsung menjalankan kembali mobilnya.


"Berikan satu alasan kenapa nona ingin sekali kembali ke desa," tanya alexs.


"Saya hanya ingin memberi pelajaran buat mas Tama yang sudah tidak mau jujur dengan saya," jawabnya.


"Maksudnya,nona hanya ingin bersembunyi dari bos? tanya alexs yang mendapatkan jawaban berupa anggukan kepala.


"Jadi nona tidak akan meninggalkan bos caisar.


Bagaimana mungkin saya meninggalkan laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi ayah dari anak-anak saya," jawab Nada.


Alexs terdiam sesat,dirinya terperangkap dalam pertanyaaannya sendiri.Jawaban yang di berikan Nada mampu membuat hatinya Kemabli berdenyut nyeri.Seberapapun ia melupakan Nada ,tapi rasa cemburu itu tetap ada walaupun hanya sebesar biji sawi.


Jika nona hanya ingin bersembunyi untuk memberi pelajaran kepada bos caisar ,nona tidak perlu kembali ke desa ,nona cukup tetap berada di kota ini saja.dan saya jamin bos caaisar tidak akan nona," Ucap Alex yang ntah dapet ide dari mana ,sehingga dirinya mau menyembunyikan istri bosnya.


"Kamu yakin jika mas Tama tidak akan menemukanku," alexs hanya mengangguk dan menambah laju mobilnya.


Setengah jam perjalanan,akhirnya mereka tiba di sebuah rumah yang tidak terlalu besar,rumah itu berada di tengah kota dekat dengan danau buatan.Hanya ada rumah itu aja di sana.


"Sebaiknya Nona segera istrahat saja di dalam hanya ada satu kamar saja," Ucap Alexs yang membuat pintu rumah itu.


Dengan ragu Nada pun masuk kerumah yang dingdingnya terbuat dari anyaman bambu serta lantainya yang dari papan kayu.


"Nona tutup saja pintunya! saya akan keluar sebentar untuk membelikan kebutuhan nona?"Ucap Alexs.Nada hanya mengangguk


dan menurut.Setelah alexs pergi,pintu itu tertutup rapat dan terkunci dari dalam.Nada yang penasaran dari isi rumah itu berkeliling melihat ada apa saja dalamnya.

__ADS_1


"Kecil,tapi semua perabotan ada di sini?" gumamnya yang melihat ada tv serta kawan-kawannya di ruang tamu.Langkah terus berjalan ke arah dapur yang ukuranya juga kecil.Sesampainya di sana Nada di buat heran karena perabotan dapurnya juga tak kalah lengkap,mulai dari kompor ,penanak nasi dan lain-lain.Di tambah lagi ada kulkas.


"Sebenarnya ini rumah bang alexs apa bukan sih? lengkap benar",Gumamnya.


Puas melihat dapur ,kini ia menuju kamar.


"Bagus juga?" Ucapnya yang kembali mengagumi kamar kecil itu.


Sebelum mengistirahatkan diri,Nada lebih dulu membersihkan kasur itu dengan sapu lidi yang kecil.Setelah semuanya bersih barulah ia merebahkan diri di atas kasur.


"Sayangnya mama,gak boleh rewelnya! sekali-kali kita beri hukuman untuk papa ya?" Ucapnya yang sambil mengusap perutnya ,seakan setuju dengan ucapannya ,bayi yang ada di perut itu seketika bergerak-gerak sehingga Nada pun tersenyum senang.


'Maafkan aku mas! untuk sementara waktu aku tidak ingin bertemu dengan mu dulu Sampai aku mampu menerimamu,"Ucap Nada yang tanpa terasa di ikuti dengan hangatnya air mata yang mengalir dari mata indahnya.


Di tempat lain


Caisar mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang tinggi,supaya segera sampai ke apartemen ,dalam benak pikirannya hanya satu ,segera berdamai dengan istrinya.


Mobil sport dengan logo kuda jingkrak itu berhenti tepat di depan gedung yang menjulang tinggi.Langkahnya yang lebar membawa dirinya ke unit apartemen tempat tinggalnya berama sang istri.


"Sayang," Ucapnya denah suara yang keras.


"Maaf tuan ,nona belum pulang,"Sahut Neneng yang saat itu ada di ruang tengah sambil nonton film.


"Belum pulang," tanya caisar.


"Iya tuan," jawab neneng.


Mendengar jawaban itu membuat caisar kembali murka kedua tanganya mengepal hingga urat-urat tanganya terlihat sangat jelas.


"Kamu berani membohongiku," gumamnya dengan rahang yang mengeras,mata yang memerah seakan tak percaya dengan ucapan Neneng ,caisar lantas membuktikan sendiri,mencari istrinya di setiap ruangan yang ada.


"Sayang jangan sembunyi," ucapnya yang mencari dari kamar pribadi hingga kamar kamar tamu namun tidak menemukannya.

__ADS_1


"Kamu tetap jaga di sini! jangan pergi kemana-mana kalau belum istri saya pulang," Ucap caisar kepada Neneng.


"Iya tuan," sahutnya


Setelah mengucapkan itu ,caisar langsung keluar untuk kembali mencari istrinya.Melangkah yang cepat,terkadang berlari kecil supaya cepat Sampai ke lantai dasar.terlalu lama menunggu pintu lift terbuka ,akhirnya caisar memutuskan untuk turun melalui tangga darurat,begitu tiba di lantai dasar ,caisar segera masuk mobil uang masih terparkir di depan,dalam benaknya ,sang istri pasti pulang ke rumah orang tuanya.


Mobil yang berlogo kuda jingkrak itu melaju membela jalanan ibu kota dengan kecepatan yang tunggi ,sepanjang perjalanan menuju ruang orang tuanya.caisar tak hentin-hentinya menelfon alexs,rasa marah dan kesalnya peria yang berstatus sebagai tangan kanannya itu tidak menjawab panggilan darinya.


"Rel cepat sebar orang-orang kita untuk mencari alexs sekarang juga," Ucap caisar yang pada akhirnya menelfon farel ,setelah mengucapkan itu,telfonpun ia putus secara sepihak.


Caisar yang sudah sampai di rumah orang tuanya itu langsung keluar dan berlatih masuk kedalam rumah.


"Nad,sayang," Ucapnya yang kembali memangil istrinya.


"Sayang ," Ucapnya yang berlari ke kamarnya ,begitu tiba di kamar ,tidak ada siapapun di sana,akhirnya caisar kembali turun dan terus memanggil istrinya yang di yakini jika istrinya tengah sembunyi di rumah orang tuanya.


Suaranya yang berisik membuat mamanya keluar dari kamar.


"Ada apa sih Cai? teriak-teriak sudah kaya di hutan saja,". omel sang mama.


"Ma,Nada ada di sini kan? pasti dia lagi sembunyi di kamar mama kan," tanpa menunggu jawaban dari sang mama ,caisar pun langsung menerobos masuk kamar.


Begitu kamar terbuka ,bukan istrinya yang ia dapati ,melainkan sang papa yang duduk bersandar di atas tidur dengan separuh badanya tertutup oleh selimut.


"Maaf pa?" Ucap caisar yang baru menyadari jika suaranya telah mengganggu aktifitas orang tuanya.


"Kamu itu cari apa sih Cai? gak sopan banget masuk kamar mama," tegur sang mama dari belakang.


''Maaf ma,aku hanya cari Nada dia ada di sini kan," Ucap caisar.


"Lha emangnya tadi dia pamit kemana.


"Istrimu tidak datang kesini.terakhir kesini ya itu ...ya sama kamu kemarin," jelas sang mama.

__ADS_1


"Aggggrrhh.....teriak caisar yang menjambak rambutnya.


__ADS_2