
Di tempat lain,Alex dan Riyo mencari keberadaan Caisar.Mereka mendatangi lokasi kejadian di mana Caisar di kepung dan berakhir masuk jurang.
"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana nasib si bos di bawa sana!" Ucap Alex dengan nada yang di buat sedih.
"Jangan lebay lu!"Riyo memukul kepala Alex dengan tangan.
"Gue buaknmya lebay, noh lu lihat! itu jurang dalam banget .
Siapa yang jatuh ke bawah sana akan ma....belum mengucapkan tangan Riyo sudah memukul bahu Alex.
"Kalau ngomong jangan sembarangan lu! Gue yakin bos Caisar akan selamat ."Sahut Rio.
"Ya ... berdoa saja semoga selamat dan tidak menjadi santapan hewan buas."Sambung Alex.
" Lu .. bener-bener ya!"
Geram Rio sambil menonton kepala Joni."Lu mau,kehilangan bos kita?"
"Tentu saja tidak!" Sahut Alex dengan cepat.
"Ya sudah bawa anak buah mu ke sini ! untuk turun ke bawa!" Perintah Rio
" Iya -iya" Alex langsung menghubungi anak buah nya .selang setengah jam ,mereka datang .Ada sepulu orang yang berpakean serba hitam.
"Ada apa bos?" Tanya salah satu dari mereka.
"Kalian turun ke bawa! Cari bos Caisar sampai ketemu!" perintah Rio.
'Yang bener saja bos? itu jurangnya terlalu dalem ." sambil menengok ke bawa.
__ADS_1
" Turun sekarang ! Atau gue lempar lu dari sini?"Benyak Alex .
" Kami tidak ada persiapan alat untuk turun bos.kalau kita turun yang ada kita tidak bisa menemukan bos Caisar .kita juga akan ikut mati di bawa sana." Tutur dari salah satu mereka.
"Agrhh.....Sial! akan aku buat perhitungan dia! Lihat saja, aku akan bakar markasnya!" Geram Alex,tangannya mengepal dan sorot mata yang tajam.
"Lu yakin jika yang mengepung dan menyerang Bos Caisar ,itu Martam ?" Tanya Rio.
"Sangat yakin ,siapa lagi kalau bukan dia.Sudah lama dia menginginkan bos Caisar lengser dari klan rajawali" jawab Alex.
" Kalau begitu ,kita kembali besok.buat kalian siapkan semua peralatan untuk turun ke bawah jurang itu, Ucap Rio.
"Siap bos!" sahut mereka serempak.
Pagi ini Nada bersiap untuk pergi kerja .Sebelum berangkat ke kebun ,ia akan membantu suaminya untuk mengobati luka nya.
"Mas," Nada sudah di ambang pintu kamar Tama.
"Aku obati dulu ya, Mas lukanya",Ucap Nada.
"Iya Nad."
Mas, aku akan pergi kerja! Selama aku tidak ada di rumah ,Mas jangan kemana mana ya!" Tutur Nada di sela - sela mengobati Tama.
"Kamu kerja? Tanya Tama.
"iya mas," Jawab Nada dengan seulas senyum.
"Maaf kalau boleh tau kamu kerja di mana?"
__ADS_1
" Kerja di kebun buah-buahan Mas.
"Aku boleh ikut?"
"Boleh! Tapi nanti ya,kalau sudah sembuh."
"Di sini aku sebagai laki-laki yang tak berguna . menikahi gadis kecil dengan mahar yang tak jelas .Tidak bisa bekerja dan tak bisa memberi nafka buat istri Ku 'Sesal Tama dalam hati.
"Ayo mas sarapan dulu ! biar mas Tama cepat puli dan sehat lagi." Nada menyodorkan piring yang isinya nasi lauk seadanya .
"Kamu sudah sarapan?"
Tanya Tama saat akan menyuapkan nasi ke mulutnya.
"Sudah,Mas."Dusta Nada.
"Maaf ya Mas, hanya itu yang bisa aku suguhkn ." Ucap Nada dengan kepala yang tertunduk.
" Enggak papa .Mas suka kok ."
"Sudah habis! Tama menyodorkan piring kosong ke Nada.
"Minum dulu Mas, biar gak seret," Nada memberikan segelas air putih.
"Makasih ya Nad ,kamu benar-benar tulus untuk merawat ku." Ucap Tama.
"Iya ,Mas .Sahut Nada dengan seulas senyum.
"Aku berangkat dulu ya Mas, ingat jangan keluar rumah!Jam empat sore aku sudah pulang, Ucap Nada , lalu mencium tangan Tama .
__ADS_1
" Iya hati-hati ya Nad.