
Nada yang ngidam pengen makan martabak tidak bisa tidur,Nada membolak-balikan badannya ,matanya terasa enggan untuk di ajak tidur.
"Sayang ,kenapa belum tidur! Ayo tidur?"Ucap Caisar.
Aku gak bisa tidur Mas," sahutnya.
"Kenapa sayang!'Caisar gunakan tanganya untuk menopang kepalanya seraya menghadap sang istri.
"Mungkin gara-gara aku pengen makan martabak jadi gak bisa tidur," jawabnya.
"Astaga sayang, ini tengah malam penjual martabaknya juga mungkin sudah pada tutup ?" Ucap Caisar yang langsung bangun dari tidurnya.
Iya aku tau Mas,maka dari itu aku gak bisa tidur," Sahut Nada dengan wajah memelas.
Ya udah Mas akan keluar Carikan martabak nya ya," Ucap Caisar yang langsung bangkit dari tempat tidur dan menyambar jaket yang menggantung di dekat almari.
"Mas mau kemana?"tanya Nada yang ikut turun dari pembaringan.
"Mau belikan kamu martabak sayang," jawabnya.
Tapi ini sudah malam Mas takutnya yang jual martabak sudah pada tutup ," Ucap Nada.
"Yang penting di cari dulu sampai dapat," jawab Caisar.
"Aku ikut mas.
Pakai jaket mu di luar sangat dingin",sahut Caisar.
"Ya Mas.
Di saat atau sore tidak ingin makan apa-apa ,Namun saat tengah malam baru menginginkan sesuatu ,Caisar dan Nada keluar dari rumah dengan pelan-pelan supaya tidak mengganggu orang rumah yang sedang istirahat.
"Pak ,buka pintunya?" perintah Caisar kepada satpam.
"Mau kemana tuan malam-malam begini," tanyanya yang berjalan ke arah pintu gerbang.
"Saya mau keluar istri saya pengen makan martabak ,di mana jam segini yang jualan martabak yang masih buka,"tanya Caisar.
"Biasanya di ujung jalan sana tuan," jawabnya sambil menunjuk ujung jalan.
"Farell belum pulang?" tanya caisar sebelum ia benar-benar pergi keluar dari rumah.
Belum tuan," jawabnya.
"Ya sudah ,saya pergi dulu tutup kembali pintunya ?' Ucap caisar dengan mobilnya yang bergerak meninggalkan halaman rumahnya.
"Mas apa yang jualan martabak masih ada yang buka ,ini sudah tengah malam," tanya Nada.
"Berdoa saja semoga masih ada yang buka," sahut caisar.
Caisar menyusuri jalanan kota hanya untuk mencari martabak ,caisar juga sudah mendatangi tempat-tempat yang di gunakan sebagai pusat jajanan ,Namun penjual martabak sudah pada tutup.
"Kita pulang saja Mas," ajak Nada.
"Sebentar kita cari lagi,Siapa tau masih ada yang buka," tolak caisar yang takut jika anaknya akan ileran kalau tidak bisa menuruti keinginan istrinya.
__ADS_1
"Tapi ini sudah hampir jam satu Mas," Ucap Nada.
"Kita pulang saja Mas? paling juga sudah pada tutup ," kata Nada.
"Nanti anak kita ileran sayang,cuman gara-gara pengen martabak ,dan Mas gak mau ya! kali anak Mas sampe ileran ," sahut caisar yang tetap ingin mencari penjual martabak.
Ya sudah terserah Mas saja.
Hampir satu jam caisar berkeliling mencari penjual martabak ,pucuk di cinta ulam pun tiba.begitulah kiranya ,Caisar mengembangkan senyumannya kala melihat gerobak dengan bertulisan martabak di bagian depan gerobak.
"Sayang lihat itu ,ada yang masih buka," kata caisar yang semnngat ,ia langsung menambah laju mobilnya,caisar berhenti dan memakirkan mobilnya.
Ayo sayang turun," Ucap caisar yang membukakan pintu buat sang istri.
Iya Mas",Ucap Nada.
"Permisi Mas,Martabak nya masih ada," Ucap caisar.
"Duuh ini sudah tutup Mas,sudah saya beresin," Jawab penjual martabak itu.
Mas,istri saya lagi ngidam pengen Martabak saya sudah keliling dari tadi tapi sudah pada tutup," Ucap caisar.
Oh ya sudah Nanti saya bikinin ,kalau begitu, Mas sama mbak nya duduk saja dulu," Ucap penjual martabak itu.
Mas bikinin lima loyang ya," Ucap caisar.
Banyak banget Mas," Ucap Nada.
Buat penjaga sayang," jawabnya.
Caisar dan Nada menunggu pesenan martabak sampai jadi.
Ini Mas," penjual martabak memberikan martabak tersebut ke caisar.
Caisar memberi uang seratus ribuan tiga lembar.
Ini banyak banget Mas,"Ucap penjual martabak itu.
Ambil saja semua ,itu tanda terimakasih saya karna Mas,sudah mau bikinin martabaknnya,?"Ucap Caisar.
Terimakasih banyak Mas," Ucapnya.
Ayo,kita pulang sayang," Ucap caisar seraya merangkul sang istri.
Caisar dan Nada kembali ke rumah .
Mobil caisar sudah sampe di rumah,Caisar keluar dari mobil dan membukakan pintu buat sang istri," Ayo sayang kita masuk.
Caisar dan Nada keluar dari mobil dan berjalan ke arah pintu utama ,saat hendak masuk ke dalam rumah ia terlebih dulu memanggil penjaga.
"Kemarilah," Ucap caisar.
Ini untuk mu," Ucap caisar dan langsung balik badan masuk ke dalam rumah.
Terimakasih banyak tuan," Ucap penjaga tersebut ,tentunya masih di dengar oleh caisar.
__ADS_1
Ayo sayang di makan martabaknya," Ucap caisar.
Iya Mas," jawab Nada.
Mas juga makan ya," Ucap Nada.
"Iya sayang," jawab Caisar.
Kiiiing..
Bunyi alarm dari ponsel Nada berbunyi ,membangunkan tidurnya ,dengan mata yang masih terpejam ,ia meraba nakas untuk meraih ponselnya.
"Ya ampun jama berapa ini,? Gumamnaya sambil mengucek mata.
"Astaga jam tujuh ?" Ucapnya yang langsung duduk ,di toleh-tolehlaj sang suami yang masih terlelap.
"Mas ,bangun Mas! sudah siang ini," Ucapnya yang menggoyangkan tubuh suaminya.
" Bentar sayang,Mas masih ngantuk," sahutnya yang masih menarik selimut .
"Tidak bisa Mas," Nada menarik selimut itu dari tubuh suaminya ?" Lihat ini sudah jam tujuh Mas.
"Ayo Mas bangun,Mas ke kantor apa tidak.
"Iya-iya ,dengan sangat malas caisar bangun dari tidurnya.
"Buruan mandi sana Mas,aku akan siapkan baju kerja Mas?' Ucap Nada yang hendak turun dari tempat tidur.
" Mau kemana kamu ," tanya Caisar yang menahan tangan sang istri.
Aku mau menyiapkan baju kerja mu Mas," jawabnya.
"Enggak usah ,nanti dulu! Mas kekantor agak siangan aja," Ucapnya.
"Kenapa.
" Tanggung sudah jam segini juga," jawab caisar yang memberi pelukan ke istrinya.
"Ya sudah ,lebih baik aku dulu yang mandi ," kata Nada yang melepaskan tangan suaminya dari perutnya.
"Mas ikut sayang," sahutnya
"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya caisar kala medapatkan tatapan yang aneh Dari istrinya.
" Kalau Mas ikut,aku yakin gak akan jadi mandi ," jawab Nada.
Kenapa kamu punya pemikiran seperti itu! Mas tau kamu pengen ya,? hayo..ngaku",goda caisar.
Ckk..apaan sih kamu Mas? sahut Nada yang wajahnya bersemu merah.
"Hayo ngaku ,apa istriku yang cantik ini sedang menginginkannya," goda caisar sambil menoel hidung sang istri.
"Bukanya pengen Mas,Dari pengalaman yang sudah-sudah jika Mas ikut aku mandi ,yang ada Mas terkondisikan," jelas Nada yang membuat caisar tersenyum.
Itu Namanya wajar sayang",Sahut caisar.
__ADS_1