
'Aku tenggak percaya jika yang aku lihat itu benar-benar kamu," Ucap Alisa yang mengganti perban.
"Iya aku kecelakaan tiga hari yang lalu," sahut Alexs.
Separah ini?" tanya Alisa yang kembali menelisik alexs dari atas hingga bawa.
Cuma luka kecil saja kok," sahut Alexs.
Luka kecil kok Sampai gak bisa jalan",sahut Alisa yang mampu membuat alexs tersenyum tipis.
Aku serius,ini hanya luka kecil bagiku ,dokternya saja yang berlebihan," Ucap Alexs.
Kalau yang Kaya gini kamu bilang luka kecil ,terus luka parahnya yang seperti apa.
Yang meninggal di tempat atau sampai koma," jawabnya dengan santai.
Alisa hanya menggelengkan kepalanya.
"Kamu sendiri kenapa kesini hemmm.
Om ku di rawat di sini juga," jawab Alisa ,alexs pun mengangguk ,setelah obrolan itu mereka saling diam.Sehingga ruangan yang luas itu menjadi sepi dan hening.
Lama saling diam ,terdengar suara yang membuat mereka sama-sama ketawa.
Kamu lapar,". Ucapnya yang bersamaan,setalah itu mereka kembali ketawa.
"Di meja itu ada makanan,tapi aku gak tau apa isinya.Kamu makan saja? tadi Mario yang beli," Ucap Alexs.
"Cuma satu.
"Iya," jawabnya.
"Kita bagi berdua saja," Usul Alisa.
Akhirnya mereka makan nasi sebungkus berdua.dengan Alisa yang menyuapi alexs.
Di rumah caisar
"Sayang mas mau ajak kamu ke suatu tempat! Hayo," Ucap caisar yang menggandeng istrinya seraya membuka pintu mobil untuk sang istri.
"Kemana Mas.
"Rahasia ,nanti kamu juga akan tau," jawab caisar yang ikut menyusul masuk ke dalam mobil.
Jauh dari rumah," tanya Nada yang penasaran.
Enggak jauh masih di dalam kota ini," sahutnya.
Mobil caisar perlahan meninggalkan rumahnya,kereta besi dengan logo kuda jingkrak itu melaju membela jalanan di kota itu.Nada yang sangat penasaran itu hanya bisa diam dan menikmati setiap pandangan yang di lewatinya.Hingga mobil caisar berhenti di sebuah gedung yang sangat tinggi.
__ADS_1
"Kita sudah sampai Sayang,"Ucap caisar yang melepaskan seat belt nya.
Nada memandang keluar pandangannya naik ke atas mengikuti tingginya dari bangunan itu.
Ini tempat apa Mas," tanya nya sambil menoleh sang suami.
Kita turun dulu? nanti Mas jelaskan ini tempat apa," sahut caisar yang turun dari mobil dan di ikuti oleh istrinya.
Nada Masih bingung ,kenapa suaminya membawa ke tempat seperti ini.kedatangan caisar ke tempat itu di sambut dengan ramah oleh petugas di sana.
Caisar membawa istrinya ke dalam lift di dalam lift itu ,caisar masih bungkam ,Hinga Nada kembali bertanya.
Mas,ini kita dimana.
"Sebentar lagi kita akan Sampai?' sahut caisar yang tidak menjawab pertanyaan dari istrinya,sedetik setelah bicara ,pintu lift terbuka dan mereka sudah berada di lantai sepuluh.caisar menggandeng tangan istrinya keluar lift itu.
" Sayang,Mas ingin menunjukan tempat tinggal kita yang baru untuk kita?" kata caisar yang membuka pintu salah satu unit dari lantai sepulu itu.
"Tempat tinggal?" tanya Nada yang bingung.
"Iya sayang kita akan tinggal di sini," sahut Caisar.
"Silahkan masuk tuan putri?" Ucap Caisar kala pintunya sudah terbuka.
Seketika mata Nada terbelalak ,ternyata di bangunan yang tinggi ini menyimpan hunian yang mewah dan luas.
Iya sayang ,ini apartemen milik Mas,yang waktu itu Mas suruh Dewi dan Neneng bersihkan," jelasnya.
"Gimana sayang,kamu suka?" tanya Caisar.
Ini bagus banget mas,sangat luas dan mewah?" Ucap Nada yang mengelilingi setiap sudut ruangan itu.
"Kamu suka kan sayang,?"Ulang Caisar seraya memeluk istrinya dari belakang.
Iya Mas aku suka," jawab Nada dengan tanganya yang mengusap halus tangan suaminya yang melingkar di perutnya.
"Kalau kamu suka,hari ini kita pindah kesini l," Ucap Caisar.
"Tapi Mas.
"Tapi apa," tanya Caisar.
"Apa mama memberi ijin jika kita keluar dari rumah.
Itu biar menjadi urusan Mas,sudah sejak lama Mas ingin menempati apartemen ini bersama dengan orang yang mas cintai?" ucapnya.
"Aku juga punya mimpi,jika sudah menikah tidak tinggal satu atap dengan orang tua.tapi...jika kita pindah dari rumah mama.mama pasti sangat kesepian ,dan aku yakin jika mama tidak akan mengijinkan kita keluar dari rumah?" sahut Nada.
"Sudah kamu jangan pikirkan itu biarkan itu menjadi urusan suamimu," oke?" Ucap Caisar Nada pun mengangguk.
__ADS_1
Kita lihat-lihat lagi," Caisar mengajak istrinya untuk melanjutkan room turnya.
Ini semua perabotan mas yang pilih," tanya Nada.
Hanya sebagian saja,sisahnya Mario yang atur," jawabnya.
Kalau kamu ada yang tidak suka ,kamu bilang saja," Nanti mas ganti yang baru," Ujar caisar.
Tidak perlu Mas,ini sudah sangat bagus kok? justru aku tu heran sama Mas? Mas kan cowok tapi bisa memilih perabotan yang bagus-bagus dan banyak di sukai para kaum wanita," sahut Nada.
"Ya ....itu tadi,seperti yang Mas bilang di awal?" balas caisar.
Setelah puas room tur.mereka istrihat sejenak.Hanya sekedar merebahkan tubuhnya yang terasa capek dan lelah.Setelah capek dan Lelah itu hilang,mereka memutuskan untuk pulang dan minta ijin mamahya.
Kebetulan saat mereka tiba di rumah sudah malam,kedua orang tuanya sudah menunggu di ruang keluarga.
"Ma...pa," sapa caisar.
"Baru pulang," tanya sang mama dari arah dapur yang membawa secangkir kopi untuk suaminya.
Iya Ma,"Jawab caisar.
"Ma..pa,caisar mau bicara sama ma dan papa.
"Bicara saja Cai,' biasanya juga langsung gak harus minta ijin dulu,"sahut sang mama.
"Caisar mau meminta izin untuk membawa Nada pindah ke apartemen Ma..Pa," Ucapnya yang langsung pada inti.
"Apa...pindah ke apartemen?"Sahut mamanya ?...No! mama tidak memberikan izin ," Ucapnya dengan tegas.
"Kenapa Ma," tanya caisar.
Pokoknya mama tidak memberikan izin kamu membawa Nada pergi atau keluar dari rumah ini,titik ,tidak menerima bantahan," jawabnya dengan ketus.
"Ma.Mama tau kan apa mimpi caisar jika sudah punya istri? Caisar sudah menyiapkan tempat itu dari lama ,dan sekarang caisar ingin menempatinya dengan istri caisar.
Apapun alasan kamu,mama tetap tidak memberikan izin," sahut sang mama.
"Ma..Caisar itu ada benarnya? Jika biasanya Irfan hanya diam saja ,saat anak dan istrinya berdebat,kali ini Irfan membela sang putra.
"Benar apanya pa," sahut Belinda.
Caisar sudah berkeluarga? dia berhak menentukan hidupnya,berhak membawa istrinya kemana pun yang ia mau.Termasuk pindah ke apartemen ,menurut papa itu tidak masalah.justru itu bisa membuat mereka lebih mengerti tentang kehidupan yang sebenarnya setelah menikah," jelas Irfan.
"Jadi papa berpihak Sama caisar.
"Ya...kali ini papa medukung caisar," jawabnya.
"Papa gak ingin menarik kata-kata papa," Ucap sang istri.
__ADS_1