
Berita rekayasa yang di buat Alex dan Rio itu mampu membuat semua orang yang mendengarkan percaya.Terutama Marsel musuh bebuyutan Caisar.
Di sebuah markas milik klan king kobra. Marsel beserta anak buahnya sedang mengadakan pesta atas kematian ketua dari klan rajawali.
"Mari kita bersulang!"Marsel mengangkat gelas wiski dan di ikuti oleh anak buahnya.
"Kita rayakan Kematian Caisar!" Seru Marsel sambil tertawa puas atas kemenangannya.
Semua anak buah Marsel ikut tertawa.Apa lagi orang-orang yang waktu itu mengepung Caisar.Mereka tertawa puas ,karena selain mendapatkan pujian dari bos mereka.Mereka juga mendapatkan bonus yang besar dari sang bos.
"Apa yang bos rencanakan selanjutnya,"Tanya vino.
"Jangan bahas itu.Kita happy-happy saja dulu !" Jawab Marsel yang sudah mulai mabok." minum-minum ....ayo minum lagi!"
Marsel menuangkan minuman haram itu ke gelas vino.
"Indah ya,langit senjanya?"Ucap Tama yang menghampiri Nada.
"Sudah mas , telfonnya?"Nada mendongak melihat suaminnya.
Tama mengangguk sebagai jawabannya.
"Pemadangannya indah ya!"Ucap Tama yang duduk di samping Nada dengan beralaskan rumput.
"desa di sini masih sangat asri mas,,"Sahut Nada.
"Iya hawanya jauh berbeda dengan di kota.Enakan di sini,adem.Kalau di kota panas.
__ADS_1
"Karna di kota banyak polusi-nya Mas," Sahut Nada.
" Kamu sering datang ke bukit ini?" Tanya Tama yang merebahkan tubuhnya di atas rumput dengan kedua tangannya sebagai batal.
"Jarang sih ,kalau pas lagi suntuk aja main ke sini.Ya..itung-itung cari angin ngadem." Jawab Tama.
"Kamu tidak perna keluar dari desa ini?"Tanya Tama.
"Perna kok , kalau ada belajar kelompok kadang di luar desa ini, jawab Nada.
Tama mengangguk," apa kamu tidak ingin pergi ke kota?"
"Pingin sih,tapi..biaya buat di kota sangat mahal.Belum lagi biaya hidup di sana, dan itu membuat ku berfikir ulang."Jawabnya.
"Kapan-Kapan,mau aku ajak ke kota ?Tawar Tama.
"Buat apa?"
"Buat biaya kita di sana lah,"
Tama mengangkat satu alisnya," kan ada aku yang bekerja," Ucap Tama.
"Biayaya hidup di kota pasti tidak murah kan Mas?kalau cuma Mas Tama yang kerja,mana cukup?"Tanya Nada.
"Ya di cukup-cukupin lah," Sahut Tama.
__ADS_1
"Baru kali ini aku ketemu sama cewek yang polos dan gak memandang aku dari segi harta," Batin Tama.
"Kalau tau, Mas Tama itu di kota kerjanya apa?Tanya Nada yang penasaran.
"hemmmm..itu aku jadi sopir ?Ucap Tama setelah berpikir sejenak.
Nada mengangguk paham," kalau orang tua Mas Tama? Tanya Nada,"Emm...Maaf Mas,kalau saya lancang tanya-tanya tentang kehidupan Mas Tama."Lanjut Nada.
"Gak papa kok aku justru senang kalau kamu mau tanya-tanya tentang kehidupan ku," Sahut Tama " Aku masih punya orang tua .mama dan papa ku ....Alhamdulillah masih sehat."
"Alhmdulillh Mas," Sahut Nada.Setelah mengucapkan itu, Nada terdiam.Sebenarnya masih banyak yang ingin di tanyakan.Namun,Nada mengurungkan niatnya.Dirinya tak mau di anggap sebagai cerewet dan kepo.
Tama menatap punggung Nada dengan heran.pasalnha Nada tiba-tiba terdiam.Tana membuka satu tangannya,setelah itu tangan sebelah ya menarik tangan Nada.Sehingga Nada ikut merebahkan dirinya di atas rumput.Dengan tangan Tama yang sebagai bantal.
mereka sama sama terdiam,sambil menatap langit yang sama.langit senja itu,kini berubah menjadi langit malam yang gelap.Haya yang tertutup awan.
" Mau sampai kapan kita di sini?" Tanya Tama karena haru sudah gelap.
"Sebentar Mas,aku ingin melihat kunang-kunang,"Jawab Nada.
"Baiklah," Sahut Tama, ia memilih untuk memejamkan matanya.
Tak lama kemudian kemerlup lampu dari kunang-kunag itu muncul dari celah rumput ilalang.
" Lihat Mas,Kunang-kunangnya muncul " Ucap Nada yang sedikit menoleh ke suaminya.Tama pun langsung membuka matanya.Kamy sudah pernah melihat kunang-kunag?tanya Nada.
__ADS_1
"Perna dulu waktu masih SD,pas ikut acara persami,"Jawab Tama.
"Begini saja kamu sudah sangat bahagia Nad yang memperlihatkan wajah sumringah dari istrinya.