Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia

Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia
Alexs Membawa Alisa ke danau


__ADS_3

Permisi tuan,ini saya buatkan kopi," Ucap Neneng dengan seulas senyum.


'Terimakasih ya Neng," Ucap farell yang menerima nampan.


"Iya tuan?" sahutnya yang mencuri pandang ke Mario.


Neng kamu repot apa enggak,' tanya Mario.


Memang nya ada apa tuan," sahut Neneng.


"Bantuin kita dong buat packing l?'jawab Mario.


Itu sih gampang," sahut Neneng.


"Nah,gitu dong?' Ucap Mario yang menggeser duduk nya.


"Kamu tidak di cari bik Santi Neng! jika bantuin kita?''tanya Mario.


"Tanang saja tuan,bibik tidak ada akan marah jika saya membantu menyiapkan keperluan Nona Nada," jawabnya yang dengan cekatan memasukan peralatan mandi ke dalam koper.


Di tempat lain


Alexs bukan menghantarkan alisa pulang kerumah ,Alexa justru membawa Alisa ke suatu tempat.


"Ini bukan menuju rumah ku?"protes alisa.


"Ikut aku sebentar ya?" sahut Alexs yang menoleh Alisa sekilas dan kembali fokus ke jalan.


"Mau kemana lagi sih," tanya alisa.


"Nanti kamu juga akan tau,udah ikut saja,"sahut Alexs.


Alexs membawa Alisa kesebuah danau buatan yang terletak di pinggiran kota,tapi tempatnya sangat bagus dan bersih.


Alisa yang masih berada di dalam mobil itu memperhatikan pandangan di luar.


"Ini di mana," tanya Alisa yang menoleh ke alexs.


"Kita turun dulu," ajak alexs.


"Ini danau buatan yang sengaja di buat untuk tempat wisata," jelas alexs.


"Apa kamu belum perna kesini," tanya alexs.


Alisa menggelengkan kepalanya?" aku baru tau jika ada danau buatan di sini," sahutnya.


Alexs berjalan untuk lebih dekat dengan danau tersebut,Alisa pun mengikuti langka kaki alexs.


"Bagus ya pemandangan di sini?segar udaranya," Ucapnya.


Kamu suka?"tanya alexs ke Alisa yang berjalan tepat di belakangnya.


Suka?"jawabnya sambil mengangguk.


"Aku minta maaf ya," Ucap Alexs yang duduk di bangku yang tersedia di pinggirin danau.


"Maaf untuk apa?"tanya Alisa yang ikut duduk di sampingnya.


"Maaf karna membut mu tidak nyaman tadi.

__ADS_1


Alisa tidak mengerti dengan arah pembicaraan alexs.


"Tadi bos ku mengira jika kamu kekasih ku," jelas alexs.


"Oh ....itu kenapa kamu gak jujur saja kita hanya berteman,kenapa kamu malah iya-iya saja," tanya Alisa.


"Maaf ya Sa,aku tak punya pilihan lain?"sahut Alexs.


"Oh iya gak papa," sahut Alisa.


Setelah obrolan itu ,mereka saling diam,Alisa sibuk mengambil gambar danau buatan itu dari kamera ponselnya,sedangkan alexs hanya diam dan sesekali melihat alisa.


"Aku pikir tadi kamu tidak akan datang?"Ucap Alexs yang terlebih dahulu membiak suara.


"Pasti aku datang,tadi di cafe agak sibuk,jadi aku datang terlambat," jawab Alisa.


Alexxs mengangguk paham.


Langit yang cerah itu berangaur redup dan berubah mendung,dalam hitungan detik air langit itu terjatuh.


Hujan Sa,kita berteduh di sana," Ucap Alexs yang menunjuk sebuah gazebo.


Alisa dan alexs segera berteduh ,karena hujanya semakin deras.


"Ya...kok hujan sih,padahal aku ingin naik bebekan-bebekan itu," Ucap alisa.


"Ya,kita tunggu saja sampai hujanya reda," sahut Alexs.


Kamu sering datang kesini," tanya Alisa.


"Dulu sering sebelum aku kerja sama bos caisar," jawabnya.


"Pakai ini biar tidak dingin," Ucapnya yang memasangkan kemeja itu ke tubuh Alisa.


Alisa terperangah dengan sikap manis alexs yang baru ia kenal beberapa hari lalu.


"Kamu.


Sudah pakai saj ,aku gak papa," sahut Alexs.


"Sepertinya hujanya agak lama," Ucap Alexs.


Benar saja hujan turun semakin deras dan kaki ini di sertai dengan kilatan petir yang saling menyambar.


Duaarr..


Petir menyambar pohon yang tak jauh dari gazebo di mana Mereka berteduh ,alisa berteriak sambil menutup telinganya.


Kamu gak papa Sa," tanya alexs yang memegang kedua tangan Alisa.


Enggak,aku hanya kaget saja,"jawab Alisa.


Bukan mengambil kesempatan dalam kesempatan,alexs merangkul pundak Alisa supaya Alisa itu tak kaget dan takut lagi,saat petir kembali menyambar ,Alisa justru merangkul alexs dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang alex.


Pagi ini sepasang suami istri yang baru saja menikah itu sedang menuju Banda untuk berangakat ke Paris.


Jika kemaren kemaren kehamilan Nada tidak bermasalah ,lain pula dengan hari ini,sejak bangun tidur dirinya mual dan muntah.


sebelum kebandara ,caisar membawa istrinya ke dokter kandungan ,dari penjelasan sang dokter ,tidak ada yang perlu di khawatirkan ,dokter itu hanya memberi vitamin tambahan saja dan mereka tetap bisa berlibur.

__ADS_1


"Yo,titip kantor ya," Ucap caisar sebelum berangkat.


Siap bos," sahutnya.


"Aku percayakan semua padamu," lanjut caisar yang mendapatkan anggukan dari Mario.


"Bos tenang saja,nikmati saja honeymooon Bos dengan istri," sahut Mario.


"Iya paling lama satu Minggu di sana," kata caisar.


"Satu bulan juga gak papa bos," sahutnya yang langsung mendapatkan protes dari Nada.


"Enak saja satu bulan," saya juga mau pendaftaran kuliah bang Rio," Ucap Nada.


"Kamu panggil dia apa sayang," tanya caisar.


"Bang Mario," jawab Nada.


"Kenapa harus di kasih bang,kaya tukang bakso saja,Mario saja,' protes caisar.


"Mas ,dari kecil itu aku selalu di ajarkan untuk menghormati yang lebih tua dariku,Nah...bang Rio ini kan umurnya lebih banyak dariku,jadi apa salahnya jika aku panggil dia bang," sahut sang istri.


"Saya baru kali ini Nona,di panggil bang,". Ucap Mario.


"Jangan ke Geeran kamu,". sahut caisar dengan mata yang melotot.


"Panggilan itu hanya untuk menghargainya saja Mas,jangan cemburu begitu," Ucap Nada yang mengusap dagu suaminya.


"Betul itu kata istri Bos," sahut Mario.


"Seneng ya,kamu sekarang," Ucap caisar.


Hehehe,..gak Bos?"sahutnya.


"Pulang Sono,ngapain masih di sini," usir caisar.


"Ya sudah kalau begitu saya pamit," Ucap Mario.


"Jangan lupa segerah bereskan itu sih micko?"sahut caisar.


"Beres bos," sahut Mario yang sudah mempunyai rencana.


Tak lama dari Mario pergi,pesawat yang membawa pasangan suami istri itu berangkat ,Nada yang pertama kali naik transportasi udara itu sedikit takut.Terlihat jelas dari cara dia memegang tangan suaminya.


Perjalanan yang panjang membuat Nada kembali pusing dan mual.


"Mas tolong ambilkan minyak kayu putih,"Ucapnya dengan tangan yang menutup mulutnya.


"Kamu mual lagi sayang,"tanya Caisar yang segera mengambil minyak kayu putih.


"Apa ini masih lama Mas!aku mual banget",keluh Nada.


Caisar lantas melihat jam di tanganya?"sebentar lagi sayang ,mungkin lima belas menit lagi ,"Ucapnya yang membantu mengoleskan minyak kayu putih itu ke pelipis dan hidung.


Pesawat yang mereka tumpangi itu mendarat di bandara Charles de Gaulle pukul tiga waktu setempat,Nada yang baru saja turun dari pesawat itu langsung mencari toilet.


Keluar dari toilet dengan wajah yang pucat,membuat Caisar khawatir.


"Sayang kamu pucat sekali?"Ucap Caisar yang menuntun istrinya untuk duduk.

__ADS_1


__ADS_2