
Di rumah juragan Wira.
"Permisi bik,juragan ada?" Tanya Nada kepada pembantu yang sedang merapikan tanaman hias.
"Ada ,silahkan masuk!" Jawabnya.
Nada yang di temani Tama itu berjalan menuju rumah utama.Saat akan naik ke teras tiba-tiba di sapa dengan seseorang yang tak asing bagi Nada.
"Mau ngapain kamu kesini?" Tanya Aska dengan tatapanyang sinis kepada Tama.
"Mau cari juragan,beliau ada kan?" Tanya Nada.
"Ada apa kamu mencari suami saya?" suara itu mengagetkan Nada maupun Aska.
"Nyonya," Ucap Nada seraya menundukan kepalanya.
"Ada perlu apa kamu sama suami saya?" Ulang wanita cantik yang merupakan istri daru juragan Wira.
"Saya hanya ingin .."
"Pinjam uang ?" Sahutnya dengan cepat.
"Bukan nyonya! Saya hanya ingin bilang kalau mas Tama ingin menumpang ke kota,"Jelas Nada.
"Numpang kamu bilang? Enak saja!Semua itu tidak ada yang gratis!" Ucapnya dengan sinis.Pandangannya menelisik penampilan Tama yang berdiri di samping Nada.
"Oh ...jadi ibu to laki-laki yang di paksa menikah dengan mu?"
" Pantas saja, kere dapat suami ya yang kere juga!" Ucapnya.
Tama mengepalkan tangannya ,dirinya tidak terima saat mendapatkan hinaan lagi.
"Terus saja menghina!Aku akan buat mu membayarnya nanti! batin Tama yang geram.
"Kamu bisa numpang ke mobil saya ,tapi bayar dulu dua ratus ribu!" Ucapnya sambil menandakan tangannya.
"Begini nyonya,saya belum ada uang.Nyonya bisa potong dari gaji saya nanti,"Ucap Nada.
"Wow....baru kenal saja,kamu sudah mau berkorban untuknya?Hebat!" Ucapnya seraya bertepuk tangan.
Nada hanya menundukan kepalanya.jyragan Wira memang baik kepadanya.Tapi tidak dengan istrinya.Rina mempunyai sifat yang angkuh dan sombong.Tidak dengan Nada saja,tapi dengan semua pegawainya Rina akan bersikap demikian.
"Nad.....ada ?" Juragan Wira tiba-tiba datang.
"Ini..Pi,katanya mau numpang ke kota!Bukan Nada yang menjawab m,tapi istrinya.
" Jadi kapan kamu mau berangkat ke kota?" Tanya juragan Wira pada Tama.
"@Saya akan berangkat hari ini jika juragan memberikan ijin,"Jawab Tama.
Juraga Wira mengangguk," Bersiaplah! Jam empat sore nanti mobil saya berangkat ke kota,"Ucapnya.
"Terimakasih juragan," Ucap Tama.
"Ingat!Semua itu tidak ada yang gratis!" Sahut Rina.
__ADS_1
"Iya Nyonya,untuk ongkosnya di ambilkan dari gaji saya saja,"Ucap Nada.
Sedang Wira hanya menggelengkan kepalanya.Dirinya heran dengan istrinya yang selalu mengutamakan uang dan uang.padahak setiap bulanya dia sudah memberikan uang yang lebih dari cukup ke istrinnya.
Tiba-tiba angin bertiup kencang.Swhingga rambut Nada yang terurai itu melambai-lambai.Di Deti itu juga,Aska meninggalkan orang tuanya dan juga Nada.
Brakk...
Aska membanting pintu rumahnya dengan keras,sehingga semuanya terlonjak kaget.
Aska terbakar api cemburu.Saat melihat tanda kepemilikan di leher Nada.
"Aaaggggrrhhh..Kenapa kamu secepat itu Lulu dengan laki-laki yang baru kamu kenal?" Ucap Aska.
"Kalau begitu ,saya permisi juragan!" Pamit Nada.
"Iya ,nanti jam empat kamu tunggu saja di depan mushola!" Ucap Juragan.
"Iya Juragan," Sahut Tama.
"Aku gak nyangka kamu bisa bertahan di sini!"Ucap Tama yang berjalan sejajar dengan istrinya.
"Kamu kaget ya sama omongan pedas nyonya Rina?"
"Jangan di masukan hati!"
"Hidup di desa tu seperti ini,Mau sebaik atau seburuk apapun kita.Maka para tetangga lah yang menilainya,sudah seperti juri saja.hidup di desa itu harus tebal iman dan harus pnya setok sabar yang banyak,"Jelas Nada.
"Kalau tidak bisa sabar?" Sahut Tama.
Tama tersenyum ,Kalau aku milih geger geden," Ucap Tama.
"Kejahatan tidak harus di balas dengan kejahatan juga Mas," Sahut Nada.
" Tapi mereka sudah keterlaluan! Sudah menghina kamu,menyakiti kamu!" Ucap Tama.
"Biarkan saja!" Sahut Nada.
Sepulang dari rumah juragan Wira.Nada sibuk di dapur.Dirinya menyiapkan bekal untuk suaminya.
"Sayang ," Ucap Tama dari arah belakang.
"Iya Mas," Nada pun menoleh.
"Aku mau ke bukit sebentar ya,mau ngasih kabar Sama orang rumah ," Pamit Tama.
"Iya Mas," Sahut Nada sambil mengangguk pelan.
Tama pun meninggalkan Nada yang sedang memasak.
Setibanya di atas bukit Tama langsung menghubungi Tama.Panggilan kali ini langsung mendapatkan jawaban dari Alex.
"Hallo bos!" Jawabnya dari sebrang telfon.
"Lex ,dengar baik-baik!
__ADS_1
Siapkan orang-orang mu untuk menyerang markas marsell.Aku akan kembali ke kota ore nanti.perkiraan aku sampai sana malam."Jelas Caisar.
"Perlu saya jemput di mana bos? Saya takut jika anak buah marsell mengetahui kembalinya bos ke kota!" Sahut Alex.
"kamu datang saja ke pasar xxxx.Aku akan turun di sana.Jangan lupa untuk menyamar!"Balas Caisar.
"Siap bos!" sahut Alex.
"Jangan ada yang memberi tahu ke mana dan Papa ku kalau aku akan kembali ke kota!" Ucap Caisar lagi.
"Siap,bisa di atur bos!" Jawab Alex.
"Ok aku gak bisa lama-lama ," setelah mengatakan itu Caisar langsung menutup telfonnya.
Caisar tak ingin lama-lama meninggalka Nada.Dirinya segera kembali kerumah.saat tiba di rumah ,Nada sedang mencuci peralatan masak dekat sumur.
"Cepat banget Mas?" Tanya Nada yang melihat suaminya sudah kembali.
"Iya ,cuman kasih kabar kalau aku jadi pualng hari ini !" Jawab Tama.
"Aku bantu ya!" Tama ikut berjongkok di samping Nada.
"Gak usah Mas,ini sudah hampir slesai kok! kau mau bantu ...tolong angkat yang udah bersih itu aja ,"Ucap Nada.
"Siap!" Sahut Tama yang langsung mengangkat bak yang berisikan alat-alat masak yang sudah bersih.
Waktu begitu cepat berlalu.Jarum jam suda menunjukan angka tiga.
Nada sibuk menyiapkan bekal buat suaminya.
"aku perhatikan dari tadi kamu sibuk sendiri !"Tanpa di sangka Tama memeluknya dari belakang.
"Aku lagi siapin bekal untuk kamu Mas," Ucap Nada.
"Kamu sengaja menghindari ku?" Tanya Tama.
memang sejak pulang dari rumah juragan Wira,Nada lebih sibuk ini dan itu.Seakan dirinya lagi menghindar dari Tama.
"Itu hanya perasaan mu saja Mas,"Sahut Nada.
"Benarkah?" Tama memutar tubuh istrinya sehingga mereka saling berhadapan.
"Kamu mau apa Mas?" Tanya Nada saat melihat wajah Tama yang semakin mendekat.
"Katakan apa kamu sengaja enghindar ku? karena aku akan pergi?!" Tanya Tama tepat di depan wajah Nada.
Nada memejamkan matanya saat nafas itu menyapu wajahnya.
"Bu-buakan begitu Mas," Sahut Nada.
"Lalu apa?Aku lihat ada yang berubah darimu !" Ucap Tama.
Nada menatap wajah suaminya dengan lekat.
"Aku sedih karena setelah ini aku akan sendri lagi!" Ucap Nada yang kemudian menunduk.
__ADS_1
Hidup dengan tama membuat Nada terbiasa dengan hadirnya teman hidup dalam kesehariannya.