
Ijab kobul telah selesai.
Setelah para warga pulang.Nada langsung masuk ke kamar, tanpa menyapa suaminya.
Tama menatap Nada yang terlihat sedih.
" Gue harus keluar dari kampung ini!' batin Tama.
Tanpa mengganti baju nya Nada langsung merebahkan diri di atas kasur . Ia terisak ,menangisi nasib hidupnya. Sudah yatim piatu ,di fitna,di nikahkan pula dengan laki-laki asing yang baru ia kenal dari pinggir hutan.
"Ayah -ibu,..... Nada kangen !" Ucapnya di selah tangisanya.
Nada masih mengurung diri di kamar dan melupakan suaminya, Nada butuh waktu sendiri ,untuk menata hati dan menerima takdir..
Disisi lain ,Tama keluar dari kamarnya karena rasa lapar. Saat melewati kamar Nada ia berhenti mau mengetuk pintu ,Namun Tama mengurungkan niatnya .Ia melangkah menuju dapur untuk mencari sesuatu yang bisa ia makan.
Tama membiak tudung saji itu .Tama membelalakan mata nya saat melihat nasi yang tinggal satu centong dan dua potong tempe goreng. Tama yakin jika itu tempe goreng sisa tadi pagi .Susah payah Tama menelan ludahnya .
" Hanya ini ? Apa sesulit ini kehidupan Nada ? batin Tama.
"Lagi ngapain Mas?" Suara itu membuat Tama terkejut dan segera menutup kembali tudung saji.
"Emmmm ... Ini saya lapar jadi... Belum selesai bicara ,Nada sudah menyelanya.
" Maaf ya mas! Aku telah mengabaikan mu". Sahut Nada sambil mengambil piring dan mengambilkan nasi untuk Tama.
" Maaf ya Mas, Lauknya Masih sama seperti yang tadi pagi." Ucap Nada yang tak enak hati.
"I-ya enggak papa!"Tama menerima piring itu .Dengan terpaksa Tama melahap nasi dan tempe goreng itu ,dari pada harus kelaparan .
"Habiskan makan nya mas ! Aku akan membuatkan obat untuk mu." Nada melangkah pergi.Meracik ramuan dari dedaunan di dapur.
Suara dentuman dari lesung kecil yang terbalut dari batu dan palu itu terdengar nyaring di telinga Tama . Tama mempercepat makan nya ,walapun sebenarnya ia susah untuk menelan ,tapi Tama tetap memakannya masuk ke tenggorokan .
Tama pun berhasil menghabiskan nasi itu .Padahal Jika di rumahnya ia bisa makan enak setiap hari .
Tama menghampiri Nada di dapur yang terlihat remang- remang .Nad....Ucap Tama .
"Mas Tama ,ngapain ke sini? Di sini kotor Mas ! Tunggu saja di dalam ." Ucap Nada.
"Enggak papa Nad ,Aku temani ya? Tama nekat mendekati Nada .
" Ini sudah selesai Mas,ayok kita ke dalam " Ucap Nada yang sudah berdiri dari duduknya .
__ADS_1
Dapur Nada masih menggunakan dapur tradisional masaknya pun pake kayu bakar.
Sini duduk Mas , aku obati lukanya !Ucap Nada .
Tama pun mengangguk ,ia segera membuka bajunyaa agar Nada bisa membalurkan ramuan itu di punggungnya .
Gio meringis saat luka yang belum kering itu di Sentuh Nada."
Pelan-pelan Nad !" Ucap Tama .
"Iya Mas , aku akan pelan-pelan.
" Nad ...."
" Iya Mas !"
" Aku minta maaf ya?"
"Minta maaf buat apa Mas ?
" Aku tidak bisa meyakinkan warga ,sehingga kamu harus menikah dengan ku.
Nada memberanikan diri untuk menatap mata Tama ,"
Tama menggeleng, tidak ! Hanya saja ini terlalu cepat buat ku ,dan buat mu juga . kita tidak saling kenal dan kita di persatukan dengan ikatan pernikahan . Nad boleh aku tanya sesuatu.
"Apa?"
"Apa kamu menerima pernikan ini ?" Tama penasaran dengan jawaban Nada .
"Nada menghembuskan nafasnya sebelum menjawab,"jujur aku mencoba untuk menerima pernikahan ini.Bagiku pernikahan itu sesuatu yang sakral dan untuk tidak di permainkan,walapun nikah siri ... insya Allah aku akan menjadi istri yang taat terhadap imam ku .Yaitu kamu Mas."
Tama tersentu dengan kata kata yang di keluarkan dari mulut Nada.
" Walaupun di antara kita tidak ada cinta ."Lanjut Nada.
" Kalau kamu menerima pernikahan ini, aku juga akan belajar menerima mu sebagai istri ku ." Tama meraih kedua tangan Nada.
" Tapi .. aku belum siap untuk .... Nada mengagungkan ucapannya ,ia bingung harus berkata apa .
Aku tau ini tak mudah bagimu ! Aku tak masalah jika kita tidur terpisah ," Ucap Tama dengan lembut.
" Benarkah?" Tanya Nada.
__ADS_1
Tama mengangguk ," aku hanya ada satu permintaan boleh.
" Apa?"
Saling terbuka dan saling jujur. Aku harap kamu mengerti dengan maksud ku.
" Iya aku tau ! Aku minta maaf ya mas ? Tadi telah mengabaikan mu ,aku hanya butuh waktu untuk menerima kenyataan ini,Ucap Nada.
" Iya tak apa ! sudah malam tidurlah.
"Aku belum mengantuk ."
" Apa kamu punya ponsel Nad ?"
"Punya Mas ,. tapi jarang aku pake mungkin kartu nya sudah ke blokir .
" Boleh aku pinjam ?Aku akan menghubungi teman ku dan mengabarkan jika aku masih hidup." Ujar Tama .
" Boleh ! Tunggu sebentar ." aku ambilkan.
" Ini Mas!"Nada menyodorkan ponsel jadul miliknya.
Tama menatap ponsel itu , kemudian menatap Nada.Dirinya tak menyangka di era modern ini masih ada yang punya HP jadul.
"Kalau mau di pakai, entar aku isiin pulsa atau beli kartu baru .pasti kartu lama sudah terbelokir." Ucap Nada.
" iya " Sahut Tama .
" Nada,maaf ya aku tidak bisa memberi mu mahar yang layak .'Ucap Tama penuh penyesalan.
"Iya Mas , enggak papa kok! berapapun yang kamu kasih aku ikhlas." Sahut Nada.
"Kamu tidak menuntut ku untuk minta yang lebih .
Nada menggeleng, untuk apa?
Aku bukan type orang yang suka menuntut .Apa lagi memaksa seseorang untuk suka dengan apa yang aku sukai," Jawab Nada.
Tama menatap kagum sekaligus bangga terhadap Nada.Usianya masih tujuh belas tahun tapi pemikiran nya sudah dewasa.
Selain itu Nada juga memiliki hati yang lapang .itu sudah terbukti saat dirinya mencoba untuk menerima orang asing dalam hidupnya.
" Baru kali ini aku nememuin cewek Kaya kamu! semoga saja kita berjodoh,"Batin Tama yang mulai mengagumi Nada.
__ADS_1
,