
Caisar prustasi karna istrinya tidak ada di rumah orang tuanya.
"Agggrrrhh," teriak caisar seraya menjambak rambutnya.
Irfan yang menyadari jika sang putra ada Masalah dengan istrinya itu pun langsung meraih bathrobe dan memakainya.
"Kalian ada Masalah," tanya sang papa yang melangkah mendekati putranya dan istrinya yang berdiri di ambang pintu..
Caisar menggeleng,namun sedetik kemudian ia mengangguk.
"Ada Maslah apa ? apa yang sudah kamu lakukan sama anak mama haaa..?" sahut sang mama tanganya menarik sang putra supaya menghadap kepadanya.
"Jawab cai,jangan diam aja kamu," tidak mungkin Nada pergi kalau kamu tidak ada Masalah.
"Iya cai ,mamamu benar," sahut sang papa.
Caisar bergantian menatap wajah kedua orang tuanya yang menanti jawaban darinya ,ia dilema ,di sisi lain ia ingin mengatakan apa yang sudah terjadi,di sisi lain tak mau membuat kecewa wanita yang sudah melahirkan diirinya.
"Cepat cai jawab," bentak sang mama yang sudah tidak sabar.
"Ada Masalah apa Cai?kenapa Nada bisa pergi dari apartemen tidak pamit sama kamu?" tanya sang papa seraya menyentuh pundak sang putra..
"Na-Nada sudah tau semuanya pa?" jawabnya yang lirih serta pandangan matanya tertuju ke lantai.
"Tau apa? apa yang sudah kamu sembunyikan dari istrimu",tanya sang mama yang kembali menarik lengan sang putra.
"Papa sudah bilang sama kamu kan,kamu sih gak mau dengar omongan papa ..ya..begini jadinya," Ucap sang papa yang berjalan dan kembali duduk di tempat tidur.
"Pa,bantu caisar pa?" mohonya yang menyusul papanya ke dalam kamar.
"Maksud papa meninggalkan apa? jadi selama ini papa juga tau jika caisar tengah membongongi istrinya? iya begitu", belinda pun ikut melangkah masuk.
"Jangan bilang Jika kamu main serong ya Cai," tuduh sang mama yang mulai naik darah.
"Ma..mama tenang dulu ya! anak kita tidak mungkin melakukan hal seperti itu," sahut Irfan.
"Lalu maksud papa tadi apa? meninggalkan apa! coba jelaskan ke mama," timpal belinda yang berkacak pinggang.
"Tenang dulu Ma,biar caisar jelaskan bagaimana kejadiannya," Ucap Irfan yang meraih tangan sang istri dan membawanya duduk di sampingnya.
"Cai,mungkin saatnya mama mu tau apa yang sudah kamu sembunyikan darinya selama beberapa tahun ini," Ucap Irfan yang membuat Belinda makin tak mengerti.
"Sebenarnya rahasia apa yang kalian tutup-tutupi dari mama.
__ADS_1
Caisar hanya terdiam,sesekali ia melihat papanya yang seolah akan membantunya.
"Ma..maafin caisar ya ma?" Ucapnya seraya bersimpuh di kaki sang mama dan mencium kedua kaki mamanya secara bergantian.
Belinda semakin tak mengerti,menoleh ke suaminya untuk mencari jawaban.
"Anak kita menjadi anggota mafia sekaligus menjadi ketuanya," Ucap Irfan.
Belinda yang kaget itu langsung menutup mulutnya dengan kepalah yang menggeleng berkali-kali.
"Maafin caisar Ma,Caisar telah menyembunyikan ini semua dari mama," Ucap caisar.
Belinda pun mengangkat wajah sang putra dan...plak-plak dua tamparan keras itu mendarat dengan sempurna di kedua pipinya.
"Mama tidak perna menyangka jika kamu melakukan semua itu di belakang mama ,apa untungnya dari kamu menjadi ketua mafia yang terkenal kejam dan tidak ada rasa manusiawinya.
Pantas saja istrimu marah dan memilih pergi darimu,ternyata suaminya tak lebih dari seorang penjahat," Ucapnya yang penuh dengan amarah dan kecewa.
"Ma,caisar minta maaf ,caisar lakukan ini semua untuk kak Mutia ,untuk membalaskan dendam ka Mutia kepada bajingan micko itu," sahut caisar.
"Mana buktinya? mana,berhasilkah kamu untuk membalaskan dendam ke lelaki setan itu enggak kan," sahut Belinda.
"Jangan salah ma,caisar bisa membawa ke tempat pria yang sudah menghancurkan hidup ka mutia,micko sudah ada dalam kendaliku," jawab caisar.
Plakkkkk....
"Cari istrimu sekarang juga! jangan pulang jika kamu belum menemukannya," Ucap sang mama yang penuh dengan penekanan.
"Jika terjadi sesuatu dengan calon cucu mama ,kamu yang akan kami salahkan," imbuh Irfan.
Cepat cari istrimu sekarang juga," perintah sang mama dan sang papa yang kompak.
Caisar yang kacau itu langsung menelfon alexs.
"Telfon siapa kamu?" tanya sang mama.
"Alexs Ma,karena Nada tadi pulangnya di Antar sama alexs," jawabnya yang terus melakukan panggilan berkali-kali ,di saat terakhir dirinya merasa putus asa ,alexs justru mengangkat panggilan dari bosnya.
"Halo di mana kamu sekarang," tanya caisar dengan nada yang penuh emosi.
"Saya ada di jalan bos mau otw pulang ini," jawab alexs dari sebrang telfon.
"Cepat datang kemari,aku tunggu di rumah besar," Ucap caisar dan mengakhiri panggilannya.
__ADS_1
"Apa katanya," tanya sang mama.
"Masih di jalan Ma," jawab caisar.
Tak butuh waktu lama alexs datang kerumah besar itu.Kedatangannya langsung di sambut oleh bosnya.
"Lu bawa istriku kemana," tanya caisar sambil mencengkram kerah baju alexs dengan kuat
Alexs menjawab dengan gelegan kepala ,dan itu membuat caisar semakin naik darah.
"Lu bawa istriku kemana? haaaaa...satu pukulan mendarat dengan selamat di wajah alexs sehingga sudut bibirnya mengeluarkan darah.
"Cepat kasih tau gue sekarang di mana Nada sekarang.
"Maaf bos ,saya tidak bisa memberi tahu ,saya sudah terlanjur janji sama nona Nada," jawabnya..
"Berani sekali kau menyembunyikan istriku? haaa...sudah bosan hidup rupanya?" sahut caisar yang benar-benar sangat emosi dengan jawaban alexs.
"Bukan begitu bos ,tapi saya tidak bisa melanggar janji saya dengan nona Nada," sahutnya.
Persetan dengan janji? cepat katakan di mana kau sembunyikan istriku? lagi dan lagi alexs menggelengkan kepalanya,dan itu membuat caisar semakin marah.
Bugh .....bugh...
Pukulan demi pukulan mendarat bebas di badan alexs,tidak ada perlawanan darinya..ia hanya sesekali mundur dan menghindar ,tubuhnya seperti samsak tinju.
'Hentikan Cai," teriak sang mama.
"Hentikan cai,dia bisa mati jika kamu terus memukulnya seperti itu," Ucapnya yang menahan tangan sang putra.
"Lepas ma,dia sudah menyembunyikan Nada," Ucap caisar,sedangkan alexs mengusap sudut bibirnya yang terasa sakit dan perih.
Tidak seperti itu juga caranya cai," sahut sang mama sambil.
"Cepat katakan di mana Nada? tanya caisar sedikit berteriak...atau...Caisar menodongkan pistol tepat di kepala alexs .
"Caisar????? teriak sang mama yang langsung menarik mundur putranya..
Pantas saja istrimu meninggalkan mu," Ucapnya yang membuat caisar tersadar.
Senjata api itu terjatuh dari tangannya ,matanya yang memerah karena emosi itu kian berembun dan tidak lama dari itu buliran bening menetes.
Caisar melangkah maju dan menjatuhkan diri di bawah pria yang menjadi tangan kanannya.
__ADS_1
"Aku mohon ,katakan di mana istriku sekarang?" Ucap caisar yang berlutut di kaki alexs.
------- KIRA KIRA ALEXS NGASIH TAU GAK YA.....