
"Caisar yang mempunyai dendam kepada mantan kakak iparnya selalu menyiksa mantan kakak iparnya.
Aku hanya ingin kau merasakan apa yang perna kakakku rasakan,betapa dia menderita dengan ulah mu yang tak perna punya hati.
Itu salahnya dia sendiri! kenapa tidak mencari pria lain saat aku mengatakan tidak mencintai nya?" sahut micko yang mencoba membela diri.
Caisar yang semakin geram di buatnya ia mengepalkan tangannya.
Kalau tidak mencintai dia,kenapa kau mau menikah dan menidurinya hingga punya anak haaaa?"
Bugh....bugh...
Tanpa menunggu jawaban dari micko caisar sudah melayangkan beberapa pukulan yang mengenteni wajahnya.
"Astagfirullah ,apa-apaan ini?" gumam Nada seraya menutup mulutnya kala melihat suaminya itu mengahajar seseorang.
Terus saja pukul-pukul bunuh aku ," teriak micko.
"Berikan suntikannya?" pinta caisar kepada alexs yang ada di kamar itu juga.
Dengan cepat Alexs mengambilkan suntikan yang sudah berisi obat itu dan di berikan kepada caisar.
Tak ada sedikitpun rasa kasian kepada pria yang telah menjadi mantan kakak iparnya itu.Dia menusukan jarum suntik itu dengan kasar.
"Kalaupun orang lain yang menikah dengan kakak mu ,aku yakin orang itu juga akan memperlakukan kakakmu seperti apa yang aku lakukan," Ucap micko yang sudah setengah terpengaruh oleh obat yang di suntikan oleh caisar.
Caisar yang tak terima itu pun lantas menghajar micko.
Bugh...bugh....bugh..
Pukulan demi pukulan ia berikan tanpa ampun ,saat akan melayangkan pukulan lagi tiba-tiba ada suara menghentikan.
"Cukup mas! hentikan?" Ucap Nada yang tak bisa laama-lama melihat suaminya yang seperti kesetanan itu.
Tangan yang sudah mengepal di udara itu pun segera ia turunkan,caisar memejamkan mata dan mengatur nafasnya sesaat sebelum menoleh.
Begitu menoleh,wanita yang sedang mengandung anaknya itu menatapnya dengan tajam.Begitu juga dengan dirinya yang masih di kuasai amarah menatap istrinya dengan tak kalah tajamnya.
"Jadi ini yang mas sembunyikan dariku?" tanya Nada dengan suara bergetar.
"Akan mas jelaskan sayang," sahut caisar.
Ha-ha-ha
__ADS_1
Terdengar suara tawa yang lantang dari bibir micko.
"Dia istrimu.
"Hey....asal kamu tau ya suamimu itu tak lebih dari seorang penjahat.
"Selain menjadi ketua mafia dia juga sebagai pembunuh yang kejam,ha-ha-ha?' Ucap micko yang tertawa puas.
Caisar berusaha mengendalikan amarahnya dia gak mau istrinya melihat betapa kejam suaminya.
"lexs urus dia," perinta caisar.
"Siap bos?" alexs langsung menyeret micko keluar dari kamar itu.
Saat alexs sudah berhasil keluar dari kamar itu,Nada pun ikut keluar,namun di tahan oleh suaminya.
"Mau kemana sayang
Nada yang takut itupun melangkah mundur dan terus mundur hingga terpentok dingding.
"Bukankah kamu ingin tau siapa suamimu yang sebenarnya sayang?" tanya caisar yang terus melangkah maju.
"Jangan mendekakat,aku mohon jangan mendekat," Ucap Nada denagan suaranya yang bergetar.
"Tenang sayang,aku tidak akan menyakitimu," Ucapnya.
"Jadi benar yang di katakan oleh bi nila waktu itu," tanya Nada dengan terbata.
Caisar mengangguk pelan sebagai jawaban.
"Apa kamu sudah puas sayang? denah. caramu yang mengikuti ku sampai di sini.
Bukanya menjawab Nada justru mengungkapkan rasa kecewanya.
"Sunggu aku tidak menyangka dengan kenyataan ini.
"Aku sangat kecewa Mas sama kamu," Ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca kakinya yang bergetar karena takut itupun tak snagggup lagi menahan beban tubuhnya. Sehingga tubuhnya merosot turun dan terduduk di lantai.
"Tapi ini lah suamimu Nada kamu harus bisa menerima kenyataannya," Ucap caisar yang ikut berjongkok dan menangkap Wajah sang istri.
Bagaimana tidak takut jika orang yang selama ini ia kenal berubah menjadi orang yang sangat garang dan menakutkan.Tubuhnya bergetar saat suaminya mendekatinya.
Sendi kakinya tak lagi mampu menopang tubuhnya.Sehingga tubuhnya merosot kebawah dan terduduk di lantai ,keringat dingin pun keluar dari tubuhnya.
__ADS_1
Nada menggelengkan kepalanya ,ia takut salah berucap.
"Mas merahasiakan ini dari kamu dan mama karena aku tidak ingin orang-orang yang yang aku sayangi dan aku cintai ikut terlibat," Jelas caisar yang masih betah menangkub wajah sang istri.
Penjelasan caisar mengingatkan akan kejadian saat pulang dari honeymoon ,penyerangan itu masih menyisakan trauma baginya.
Ketakutan pada sang suami membuat bibirnya kaku tak bisa bicara.Hanya air matanya yang mewakili kekecewaan hatinya .Bagaimna dia tidak kecewa? pria yang selama ini menjadi suaminya ternyata seorang mafia.sangat berbanding terbalik dengan sifatnya yang lembut dan penyayang jika di rumah.
"Jangan menangis sayang,bicaralah?" Caisar berucap seraya menyeka air matanya sang istri.
"Aku gak tau lagi harus berkata apa,yang jelas aku sangat kecewa dengan apa yang sudah aku lihat ini.
"Tolong biarkan aku pergi mas,". Ucap Nada.
"Tidak," sahut caisar sambil menggelengkan kepalanya.
"Kamu tidak boleh pergi kemana-mana sayang ,aku tidak akan membiarkan kamu selangka saja meninggalkanku," lanjutnya yang meraih tangan istrinya dan menciumnya.
"Tolong bairkan aku pergi mas,aku sangat kecewa dengan mu.Kenapa kamu merahasiakan identitas aslimu? kalaupun mas mau bicara dan jujur dari awal mungkin aku bisa pelan-pelan menerimanya," Ucap Nada yang melepakan tangannya dari genggaman tangan suaminya.
"Mas Tidak bisa jujur sama kamu karena mas takut jika kamu akan marah sayang," sahut caisar.
"Istri mana yang tidak akan marah dan kecewa jika suaminya....Nada tak melanjutkan ucapnya,aku akan tetap pergi walupun tanpa ijin mas," lanjutnya yang berusaha berdiri.
"Aku bilang tidak ,ya tidak? kamu mengerti kan",bentak caisar seraya menghantam tembok tepat di sebelah di mana istrinya berdiri,secara reflek Nada langsung mengangkat kedua tanganya untuk melindungi wajahnya.sesat ia melirik dari celah tanahnya ,ia melihat darah yang mengalir dari punggung tangan suaminya.
Nada yang sudah dalam posisi berdiri itupun kembali bergetar karena takut ,takut jika suaminya akan berbuat kasar terhadapnya.
"Mas mohon sayang,Jangan pergi dari mas! jangan pisahkan mas dari anak-anak mas ,mas tidak sanggup Jika harus perpisah dengan kalian,mas mohon sayang," Ucap caisar dengan tubuh yang menodong ke depan serta nafasnya yang memburu berusaha menahan agar tidak tersulut emosi.
Setelah lama terdiam,Nada pun berkata ," baiklah ...tapi biarkan aku pulang?" Ucapnya yang lirih dengan bibirnya yang bergetar.
Caisar mengangkat wajahnya dan memandang wajah istrinya.terbesir rasa sesal dalam hatinya karena sudah membuat wanita yang ia cintai itu ketakutan.
"Mas akan menghantarmu pulang.
"Tidak ,biar biar aku di antar alexs atau di jemput bang farel saja.
"Kenapa kamu menolak di antar mas.
Aku hanya ingin pulang sendiri,aku mohon," ucap Nada .
"Apa ini alasanmu saja suapaya kamu bisa pergi dariku.
__ADS_1
Aku hanya ingin pulang,jika aku mau pergi darimu aku akan lakukan sekarang juga.
Jika kamu pergi dariku maka...bersiaplah untuk melihat jasadku?" Ucap caisar yang menodongkan pistol di kepalanya sendiri seketika Nada membulatkan matanya.