Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia

Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia
Pertemuan kembali


__ADS_3

Dewi lari terpogoh-pogoh ke dapur .


Ada apa mbak ,kok kari-lari",tanya Nada.


Gawat Nad tuan muda marah karena bukan bik Santi yang membuatkan kopi,"Jawab Dewi


Terus gimana dong," tanya Nada.


"Tuan muda menyuruhmu untuk membuatkan kopi lagi dan menghantarkan ke kamarnya?" jawab Dewi.


"Ya sudah aku buatkan dulu ,"ucap Nada yang langsung mengambil cangkir dan meracik kopi.


Yang bener takarannya jangan sampe kena amuk tuan muda,Ucap Dewi yang mengamati Nada saat membuat kopi.


Iya ini juga sudah bener takarannya,"jawab Nada yang sambil mengaduk Kopi.


"Aku antar ini dulu ya," mbak Dewi jangan kemana-mana jaga itu oven,"jangan sampe gosong ,kata bibik itu kue kesukaan tuan muda?" Ucap Nada.


Iya,tenang saja,"sahut Dewi.


Nada membawa kopi itu naik ke atas," ke kamar tuan muda.


Kok aku jadi deg-degan gini sih",Gumam Nada saat menaiki anak tangga.


Di dalam kamar caisar mondar-mandir ,ia bingung kenapa ada yang membuat kopi sama persis dengan Nada sang istri.


"Semoga filling ku gak salah?" Ucap Caisar.


Nada menarik nafas dan menghembuskan perlahan untuk mengurangi rasa gugupnya.


"Permisi," Ucap Nada seraya mengetik pintu.


Tak ada jawaban dari penghuni kamar itu,"Nada terus mengetuk pintu itu hingga terdengar suara dari dalam.


Masuk,"Ucap Caisar yang baru keluar dari kamar mandi.


Perlahan Nada memutar hendle pintu,ia dorong dengan satu tanganya.


Permisi tuan ,saya antarkan kopi yang tuan minta?" Ucap Nada yang berdiri di ambang pintu.


Suara itu apa aku terlalu memikirkan Nada," sehingga suara itu begitu mirip denganya.


Tuan ini kopinya mau di taro di mana",tanya nada karena pria yang di panggil tuan muda itu terus membelakanginya dan tak bergeming sama sekali.

__ADS_1


Orang ini kenapa sih dari tadi kok diem saja,"batin Nada.


Nada menarik nafa dalam-dalam saat melihat punggung pria itu.


"Tuan kopinya saya taro di meja ini ya",Ucap Nada yang berjalan menuju meja Deket tempat tidur saat itu juga Caisar menoleh.


DEGG..


Nada dan Caisar sama-sama mematung ," tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Mas Tama," lirih Nada.


Apa aku tidak salah lihat," batin Caisar.


Caisar menelisik penampilan Nada dari ujung rambut hingga kaki.


Bener aku gak salah lagi ,dia Nada istriku.batin Caisar.


Nada mengedipkan matanya berulang kali berharap itu hanya halusinasinya.


"Jadi,selama ini kamu sembunyi di sini," akhirnya Caisar membuka suara setelah lama berdiam.


Ini pasti mimpi gak mungkin mas Tama tuan muda di rumah ini," lirih Nada yang bisa di dengar oleh Caisar.


Kamu masih tidak mengenali ku,"caisar perlahan maju mendekati sang istri yang sangat ia rindukan.


Caisar menyeritkan dahinya,dia terus berjalan maju saat itu juga Nada melangkah mundur dengan mata yang masih menatap wajah tampan dari tuan muda di rumah itu.


Kamu bener-bener tidak mengenali ku,"tanya Caisar ,Nada menggeleng .


Dengan gerakan cepat Caisar meraih tangan Nada agar berhenti,rasa gugup itu semakin nyata,baki yang ia pegang itupun bergoyang hingga kopi yang ada dalam cangkir itu keluar dari tempatnya.


Ini mimpi,pasti hanya mimpi," Gumam Nada saat Caisar mengintari dirinya.


"Bagus ya ," di saat aku kebingungan mencari mu,ternyata kau bersembunyi di sini?" Ucap caisar yang masih mengintari Nada dan menelisik penampilan sang istri yang memakai baju hitam putih khas baju seorang pelayan.


Ma-maaf tuan mungkin anda salah orang ," Ucap Nada yang masih ragu dengan pria yang mempunyai wajah sama persis dengan sang Suami.


Caisar memicingkan matanya saat Nada belum bisa mengenali dirinya,bukan belum mengenali ,lebih tepatnya belum yakin dan tidak percaya.


Caisar mengambil baki dari tangan Nada dan mengambil cangkir yang isinya tinggal separo itu ," Lalu Caisar meminumnya tepat di hadapan Nada.


" Kopi buatan mu masih sama ?" Caisar kembali menyeruput kopi itu," aku masih ingat kopi buatan mu,' lanjutnya.

__ADS_1


Nada masih terdiam ,ia masih ingat dengan Tama yang mengatakan jika dirinya bekerja sebagai sopir ,dan itu artinya Tama adalah orang yang sederhana bukan dari keluarga Sultan.


Caisar memegang kedua pundak Nada,di saat itu lah Nada tersadar dari lamunannya.


Kamu tidak mengenaliku Sama sekali Nad," tanya caisar.


"Tidak mungkin,tuan bukan mas Tama ," ucap Nada dengan menggelengkan kepalanya.


Nad,...Lihat aku,Caisar menangkup wajah sang istri sehingga pandangan mereka saling bertemu.


Ini aku tama,lelaki yang sudah kamu tolong dan lelaki yang sudah menikahi mu secara sirih ," Ucap Tama.


Nada menggeleng dirinya tak percaya jika suaminya adalah seorang tuan muda di rumah itu.


Kamu masih tidak percaya jika aku Tama suami mu," tanya Caisar ,tanpa menunggu jawaban dari Nada,Caisar langsung membuka bajunya dan memperlihatkan bekas luka di punggungnya.


"Kamu lihat ini?"ini bekas luka yang perna kamu obati ," Ucap Caisar.


Nada menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.matanya yang semula berembun kini menjadi redup cairan bening menetes.


Jadi tuan benar-benar mas Tama ," tanya Nada dengan bibir yang bergetar menaha tangis.


Iya aku Tama,aku suamimu ,"jawab Tama.


" katakan jika aku hanya mimpi,"Ucap Nada dengan menggelengkan kepalanya.


"Akan aku tunjukan jika kamu tidak sedang bermimpi," Kata Caisar yang merengkuh pinggang ramping Nada dan mencium bibirnya dengan rakus,Nada mulai memberontak supaya Caisar melepaskan ciumannya.


Emmph...Nada terus berusaha membebaskan dirinya dari serangan caisar ,mendapat penolakan dari sang istri membuat Caisar gelap mata," ia semakin rakus ******* bibir sang istri ,Caisar juga tak memberikan kesempatan untuk Nada mengambil nafas,padahal ia tahu jika istrinya sudah mulai melemas akibat kurang nafas.


Nada berulang kali memukul dada caisar agar menghentikan aksinya.


Caisar baru melepaskan pungutan bibirnya saat tubuh Nada sudah bener-bener lemas,sat itu juga Nada segera mengambil nafas banyk-banyak ,Nafas pendek dan tersenggol dengan mata yang menatap iris mata sang suami.


Bagaimana belum yakin juga jika aku tama suami mu ," Tanya Caisar yang masih merangkul pinggang sang istri.


"Je-jelaskan Kenapa mas Tama membohongiku ," tanya Nada dengan nafas terengah-engah.


Caisar menuntun Nada untuk duduk di sofa yang ada di kamarnya.


"Maaf karena aku tidak jujur dengan waktu itu ," aku pikir kamu adalah bagian dari orang-orang yang ingin mencelakakan aku," tapi setelah aku melihat ketulusan mu merawat ku," aku jadi yakin jika kamu bukan bagian dari mereka.


Dan untuk nama Tama itu aku ambil dari nama tengah ku ," Ucap caisar.

__ADS_1


Nad,aku mencari mu ke mana-mana ,aku hampir gila karena kehilangan jejakmu,Caisar meraih tangan Nada dan menciumnya.


"Aku juga mencari mu di kota ini mas," Ucap Nada dengan bibir bergetar menahan tangis.


__ADS_2