
kedatangan Nada menghebokan emak-emak kampung.
"Wah ...lihat-lihat pemilik rumahnya datang.
''Iya mana pakai mobil mewah lagi.
"Benar-benar sultan ya suaminya Nada itu.
Bukan sultan lagi! tapi lebih dari sultan.
Wah beruntung sekali ya nasibnya sih nada itu.
Begitulah suara para emak-emak di kampung yang saling sahut.
"Mingir-minggir ada apa ini?" Ucap siapa lagi kalau bukan bibik nada yang bernama nila.
"Tu ...keponakan mu datang," jawab salah satu warga.
Mata nila langsung membelalak dan sebuah senyuman terbit dari kedua sudut bibirnya.
"Bubar-bubar ngapain Kalian masih di sini! ndeso banget kaya gak perna lihat mobil bagus saja?' usir nila.
Memang tidak perna lihat ! mana ada di desa yang punya mobil sebagus ini.
"Iya benar ,mana ada.
"Sudah sana pergi! jangan berisik di depan rumah orang?" Nila kembali mengusir warga.
Capek karena perjalanan yang cukup jauh membuat penghuni rumah itu tidak menyadari jika hari telah berganti ,suasana yang sejuk membuatnya nyaman untuk tetap berada di balik selimut.
Namun ketenangan mereka terusik dengan suara ketukan pintu yang terus menerus.
"Siapa sih pagi-pagi sudah bertamu? ucap Nada yang enggan beranjak dari tempat tidurnya.
" Neneng mungkin sama farel," sahut caisar.
"Ya ampun ,kenapa mereka harus datang sepagi ini sih ," keluh Nada.
"Coba kamu tengok sana? sebelum suara ketukan itu mengganggu mama dan papa," Ucap caisar.
"Iya mas?" dengan rasa masih mengantuk nada terpaksa keluar dari kamar.
"Mama?" Ucapnya saat melihat mama mertuanya juga keluar kamar.
"Siapa sih Nad,pagi-pagi sudah bertamu," tanya mama mertua.
"Gak tau juga Ma,ini Nada juga masih mau lihat siapa yang datang," jawabnya.
"Ya sudah mama ikut kamu.
Akhirnya mereka berdua menuju ke ruang tamu ,nada membuka pintu mertuanya yang berdiri di belakangnya.
"Bibi," Ucap Nada.
__ADS_1
Hehe ada besan juga to," Ucap Nila sambil cengar cengir.
"Ngapain bibik pagi-pagi kesini," tanya Nada.
"Aduh...nada kamu ini tanya apa sih? ya jelas Dong bibik ini kangen sama kamu! masak gak boleh datang kesini saat tau kamu pulang," jawabnya..
"Kangen sama orangnya apa sama uangnya,' tanya belinda yang terdengar sedang menyindir.
"Aduh nyonya besan ini mana ada saya kangen sama uangnya.yang ada itu ya kangen sama orangnya," jawab nila.
"Berhenti memanggil saya besan! karena saya bukan besan mu? tegas belinda yang membuat nila menelan ludahnya dengan kasar.
"Mau apa kamu datang kemari ? mau mengganggu anak-anak saya ," Belinda maju selangkah sehingga nada yang badannya kecil itu tertutupi oleh mama mertuanya yang mempunyai postur tubuh yang tinggi.
"Emmm..itu nyonya...anuh...
"Anu apa," sahut Belinda.
"Itu saya cuman mau mastiin kabar nada saja kok," Jawab nila yang menacari aman.
"Sudah tau kan kalau nada baik-baik saja? sekarang juga pergi dari sini.
"Awas ya kalau berani mengusik mennatu saya," usir belinda.
"Tunggu apa lagi cepat pergi dari sini.
"Iya-iya saya pergi," Ucap nila yang langsung meninggalkan rumah nada.
"Gimana nila sudah dapet uangnya?" tanya tetangga yang melihat wajah kesal nila.
"Ha-ha-ha .ya jelas gak dapat lah" sahut tetangga yang lain.
"Enak saja ya kalau bicara! kata siapa saya tidak bisa mendapatkan uang dari nada dan suaminya? lihat aja nanti saya pasti akan di kasih banyak uang dari mereka," sahut nila yang percaya diri.
"Hahaha...nila nila kalau menghayal itu jangan tinggi-tinggi nanti jatuh sakit baru tau rasa," ucap tetangga nya lagi.
"Saya tidak menghayal ya kalian lihat saja nanti," ucap nila yang dengan langkah cepetnya meninggalkan para tetangga.
Di tempat lain
"Halo Sa! ada apa?" Ucap Alexs.
"Aku bisa minta tolong gak," jawabnya.
"Minta tolong apa?" tanya alexs yang begitu antusias mendengar jawaban dari Alisa.
"Mobilku mogok ,aku sudah telfon om dan Tante ku tapi mereka tidak ada yang angkat telfon dariku,aku gak tau lagi harus minta bantuan sama siapa," jelasnya.
"Sekarang posisi kamu ada di mana," tanya alexs lagi.
"Ada di jalan sumbah dekatnya sama warung dua saudra," jawab Alisa.
"Oke,kamu tunggu sebentar di situ aku kesana sekarang," Ucap alexs.
__ADS_1
"Kamu gak lagi sibuk kan," sahut Alisa.
'Enggak-enggak kamu tunggu saja di situ aku akan datang sekitar sepulu menitan," ucap alexs.
"Ya sudah aku tunggu," sahut alisa dan itu menjadi percakapannya terakhir di telfon.
_________________
Sayang siapa yang datang?" tanya Caisar saat istrinya kembali ke kamar.
"Bik nila mas," jawabnya yang singkat.
"Ngapain bibik mu yang jahat itu kesini.
"Gak tau belum sempat bilang apa-apa mama sudah lebih dulu mengusirnya," jawabnya.
"Bagus deh kalau begitu," sahut caisar.
"Sayang mas mau bicara sama kamu.
"Apa," sahut nada.
Sayang besok mas harus kembali ke kota,ada urusan yang penting," jelas Caisar.
"Kok besok sih,apa gak bisa lusa aja," tanya Nada.
Caisar pun menggeleng ," maaf sayang tidak bisa ,ini berurusan dengan polisi dan bandar narkoba terbesar di kota.Tapi salah satu anggota polisi menelfon mas mereka sangat membutuhkan bantuan mas untuk menangkap bos Dari bandar narkoba itu.kamu gak papa kan mas Tinggal.
"Sejujurnya aku berat kamu tinggalin mas," jawabnya yang sedih.
"Aku juga sangat menghawatirkan kamu mas! aku takut kamu kenapa-kenapa.
Kenapa sih Anggota kepolisian itu minta bantuan sama mas.
"Bukanya Anggota polisi itu sudah cukup banyak anggotanya kalau cuma untuk menangkap seseorang saja.
"Sayang dengarkan Mas?" Caisar menangkup wajah istrinya.
"Bandar narkoba ini sangatlah licik ,sudah berkali kali mereka mengelabuhi Anggota polisi yang akan menangkapnya.Besok pagi itu mereka akan menyeludupkan obat-obatan terlarang lewat jalur laut,jadi apa salahnya jika mas membantu para polisi.
"Jangan khawatirkan mas,percayalah jika suamimu ini akan pulang dengan selamat.Kamu cukup mendoakan keselamatan suamimu ini," Ucap caisar di akhir kalimat yang memberi kecupan di kedua tangan sang istri.
"Janji ya...setelah urusan selesai segera kembali kesini," pinta nada dengan penuh harap.
"Pasti sayang,itu sudah pasti," sahut Caisar.
"Jika ada yang datang kesini mengatasmakan mas jangan perna percaya.Selagi farel ada di sini mas hanya akan percaya dengan alexs dan Mario ," Ucap caisar...
"Apa musuhmu telah mengehui tempat ini?" tanya Nada yang terlihat khawatir...
"Mas rasa tidak ,mas bicara demikian hanya menghimbau agar kamu tidak mudah percaya dengan orang lain," jawab caisar yang membuat nada bisa bernafas.
"Apa mama harus tau juga tentang ini?" tanya Nada.
__ADS_1