Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia

Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia
Tidak rela


__ADS_3

"Mas,istrahat dulu yuk,!" Ajak Nada setelah mendekati Tama.


Tama mengangguk .Mereka berjalan menuju tempat buat istirahat.


"Minum dulu mas,"Nada menyodorkan botol minum.


"Glek...Glek .. Glek...


"Gila panas banget!"ucap Tama sambil mengibas kaosny.Nada menahan tangan tam supaya tak mengibaskan kaosnya.


Kenapa ? Aku gerah banget,"Ucap Tama.


"Kamu gak malu sama mbak-mbak itu?" Nada menunjuk ke arah temen-temennya yang memperhatikan Tama dengan matanya.


"Malu kenapa?Kan cuma kaya gini doang,"Tama kembali mengibaskan baj.Dengan cepat tangan Tama di tahan oleh Nada.


"Nada mengelap keringat di muka Tama," dengan tangannya.Aku gak rela jika mbak-mbak itu melihat perutmu yang seperti roti sobek."Lanjut Nada.


Tama mengerutkan keningnya sesaat setelah itu ia tersenyum.


"Apa istriku sedang cemburu?" Tama menoel dagu Nada.


"Iiih..Apaaan sih! Siapa yang cemburu?"jawab Nada dengan memalingkan wajahnya.


"Nah,itu tadi katanya gak rela?"Sahut Tama.


"Iya...iya gak rela aja! Bukan karena cemburu," Ucap Nada.


"Gitu yah? padahal aku senang lo.kalau kamu benar-benar cemburu,"Sahut Tama.

__ADS_1


Sedangkan Nada hanya menoleh sekilas ke arah suaminya .Setelah itu Nada bangkit dan mengambil makanan yang di kirim oleh juragan Wira .Karena Tama bukan kariawannya,sehingga dirinya tidak dapet jatah makan.selain itu ,orang kepercayaan juragan Wira tidak tau kalau ada tambahan orang.


"Mas,makan dulu yuk!" Ucap Nada sambil membawa satu bungkus nasi.


"Kamu gak papa kan kalau ini kita makan berdua?soalnya sisah satu ini saja.


"Iya gak papa,"Jawab Tama.


"Kamu duluan saja Mas,yang makan!" Nada menyodorkan nasi bungkus itu ke suaminya.


"Kenapa gak makan bareng saja?"Tanya Tama.


"Sendok-nya cuma ada satu Mas," Jawab Nada yang takut jika suaminya tak mau berbagi sendok denganya.


"Ah.....gak masalah," Tama meraih nasi itu dan di bukanya suapan pertama Tama berikan kepada istrinya kemudian baru dirinya sendiri.Hingga nasi itu habis tak tersisa.


Di kota.


Keadaan mama Caisar semakin memperihatinkan.Hari-harinya di habiskan di dalam kamar dengan tatapan kosong.kadang sesekali tertawa


kadang juga menangis.


Belinda juga tak mau bicara dengan siapapun .Jika ada yang mengajak bicara ,ia akan marah,dan mengamuk.kecuali yang mengajak bicara itu suaminya dan ketua pelayan di rumah itu .Selain Santu ,tidak ada pelayan lain yang berani mendekati nyonya besar di rumah itu.


"Nyonya ,kita makan dulu ya!" Ucap Santi yang bersiap untuk menyuapi Belinda.


Belinda menggelengkan kepalanya," Aku mau Caisar ku kembali," Ucapnya hanya kalimat itu yang sering keluar dari mulut sang majikan.


"Nyonya harus makan,nanti kita cari Tuan muda Caisar bersama-sama," Bujuk Santi.

__ADS_1


Belinda menatap wajah pelayan itu dengan mimik wajah yang berubah-ubah.Santi menganggukkan kepalanya untuk meyakinkan majikanya.


"Aku mau Caisar! aku mau Caisar ku kembali!" Ucapnya dengan kepala yang menggeleng.


Jika sudah seperti itu,mau di bujuk juga tak akn perna bisa.Akhirnya Santi menyerah .Santi hanya menyisakan air putih dan susu.Berharap sang majikan mau meminumnya.


"Bagaima bik?Tanya Irfan saat santh keluar dari kamar.


"Nihil tuan ,"Jawab Santi.


Irfan mengusap wajahnya dengan kasar."harus bagaimana lagi untuk membujuknya?Badanya semakin kurus jika terus seperti ini!"Ucapnya yang terdengarbegitu frustasi.


"Apa tuan sudah menemui Tuan Rio?"Tanya Sinta.


"Sudah.Tapi dia tak mau memberitahu di mana Caisar bersembunyi.Aku yakin,Jika Caisar belum Mayu.Jasadnha saja tidak di temukan." ucap irfan.


"Kita hanya bisa berdoa,semoga tuan muda Caisar selalu dalam lindungan-nyam Dan cepat kembali,saya kasihan lihat nyonya." Sahut Sinta.


Irfan membuang nafas kasarnya," Semoga saja,"Ucapnya.


"Bik tolong jaga istri saya ya! Hanya bibik yang bisa saya percaya dan hanya dengan bibik saja Belinda mau berdekatan dengan orang lain.


"Iya tuan.Tuan jangan khawatir,saya akan menjaga Nyonya dengan baik," sahut Sinta.


"Kalau gitu saya harus kembali ke kantor,lalu ada apa-apa langsung hubungi saya!" pesan Irfan kepada kepala pelayan itu,Sinta pun mengangguk paham.


Hidup dengan banyak harta tidak menjamin kebahagiaan.Nyatanya ,Belinda menjadi depresi lantaran kehilangan anak perempuannya.


Hati orang tua mana yang tidak sakit Jiak kematian anaknya secara tidak wajar.

__ADS_1


__ADS_2