
Saat di perjalanan menuju kebun,Nada di hadang oleh bik nila dan anak perempuannya sari.
"Widihh.... roman-romannya ada yang lagi seneng nih!"Ucap sari.
"Iya lah seneng!Namanya juga pengantin baru ," Sahut bik nila.
Nada menghembuskan nafas kasarnya," kalian mau apa?"Tanya Nada.
"Mau apa?"Bik nila mengulang pertanyaan Nada." Jangan pura-pura lupa ya!Mana uang sewa rumahnya?"Bik nila menandakan tangannya.
Karena tak ingin berlama-lama berhadapan dengan bibik-nya.Nada merogo saku celananya dan memberikan dua lembar uang kertas berwarna merah itu ke tangan bibik-nya.
"Ini ambil!" Ucap Nada.
Bik nila pun menghitung jumlah uang itu ,"Ok ini saya terima.Bulan depan harga sewa rumah itu naik jadi empat ratus ribu,"Ucapnya.
"Apa?bibik bener-bener sudah keterlaluan ya!" Sahut Nada yang geram.
"Kenapa? gak suka ya? kalau gak suka sialhkanbbangkat kaki dari rumah itu.Saya akan menyewakan untuk orang lain.Lagi pula kamu tinggal berdua sama suamimu yang kere ini ," Bik nila melihat menampilkan Tama dari atas hingga bawah," jadi wajar dong kalau saya naikan harga sewa dari rumah itu," Lanjut Nila.
"Bibik benar-benar keterlaluan!" Ucap Nada dengan mata yang menatap tajam ke bibik-nya.
"Suka-suka saya donk! kalau tidak suka ya silahkan pergi dari rumah itu!" Sahut Nila.
"Makanya cari suami itu yang bener.bukan gembel dan kere seperti ini! Sudah hidup numpang nyusahin lagi!"Nila menghina Tama.
"Saya tidak merasa terbebani dengan hadirnya Mas Tama." Sahut Nada.Sedangkan Tama mengepalkan kedua tangannya.Untung aja mereka perempuan kalau tidak...pasti sudah habis di hajar oleh Tama.
__ADS_1
"Omong kosong!" Sahut Sari," Buat makan saja susah masih kurang ,apa lagi ke tambahan satu orang lagi lanjutnya.
"Oke,bulan depan saya bayar sesuai keinginan bibik,Puas?"Nada langsung menarik tangan suaminya dan meninggalkan mereka berdua.
"Hey....!!! Saya belum selesai bicara!"Teriak Nila.
"Itu tadi siapa?" Tanya Tama.
"Saudara dari ibu ku .Lebih tepatnya saudra tiru,"Jawab Nada.
"Kenapa mereka tega melakukan itu?Bukanya rumah itu milik kamu sendiri?"Tanya Tama.
"Memang .Surat dari rumah itu atas nama ibu ku.Setelah ibu dan ayah meninggal,Bik Nila datang mengatakan jika di dalam rumah itu masih ada hak-nya."Jelas Nada.
"Keterlaluan!!!Geram Tama.
"Enggak papa kok Mas," Sahut Nada.
Nada dan gio tiba di kebun.Tanpa menunda-nunda lagu ,Nada langsung mengambil peralatan untuk memanen buah Naga.Sedangkan Tama ,ia mengikuti kemana arah istrinya berjalan.
Panas Dari sinarnya mata hari itu tak menyurutkan semangat seorang Tama membatu istrinya mencari nafkah.
"Aku gak nyangka ternyata hidupmu sesusah ini.Tapi juga salut dengamu.Masih mudah ,Cantik,mau kerja di bawah sinar matahari seperti ini.Akujanji,aku akan mengubah hidupmu.'batin Tama.
Berawal dari fitnah dan terjebak dalam sebuah pernikahan siri serta hidup bersama,membuat Tama belajar menerima Nada sebagai istrinya.Tama juga terpesona dengan kecantikan alami yang di miliki Nada .Apa lagi dengan sifat Nada yang lemah lembut dan penyayang.
Saat melihat istrinya di Hina,membuat Tama bertekad untuk mengangkat derajatnya.
__ADS_1
Sesekali Nada melihat ke arah suaminay yang membantu mengumpulkan buah naga.
"Nad ternyata suami mu ganteng juga ya," Ucap temennya yang ikut memanen buah naga.
"Hemm..Biasa aja kok mbak," Sahut Nada dengan senyumyang samar.
"Iya benar,masj kamu istrinya gak merhatiin wajah suami mu sih!''
"Dengar-dengar dia dari kota ya?"
"Walaupun kalian sudah menikah,sah sebagai suami istri.kamu harus tetap mencari tau asal usul keluarga dari suami mu!"
"Iya ...betul itu! Jangan-jangan dia sudah punya anak istri di kota.
" Kamu tau kan resikonya nikah siri?perceraian dari nikah sirih itu tak serumit dengan nikah resmi.Jika seorang nikah siri dan suaminya menjatuhkan talak,maka mereka sudah tidak ada hubungan lagi."
temen yang lain saling menyahut.Sedangkan Nada hanya diam mencerna setiap ucapan Daru temen kerjanya.
"Kita tau kamu anaknya baik,"salah satu temannya itu menepuk pundak Nada." Orang baik akan berjodoh dengan orang baik juga.Begitu sebaliknya.Semoga saja suamimu itu orang yang baik.Mampu menjadi imam dan panutan keluarga kalian."
"Amin,"Ucap Nada lirih.
"Kita istirahat dulu ,Sudah siang.Ajak suami mu berteduh! lihat wajahnya merah seperti udang yang di rebus."Ucap salah teman kerjanya.
Nada langsung menoleh ke arah suaminya yang wajahnya nampak memerah.
"Saya kesana dulu ya mbak,"Pamit Nadayang mendapat anggukan dari teman-temanya.
__ADS_1
"Mas,kita istrahat dulu yuk!" Ajak Nada setelah dekat dengan Tama.