
"Yo,aku harus pulang?' pamit Caisar.
"Baik bos," Mario pun ikut berdiri.
Kalian tetap jaga di sini! jika ada apa-apa cepat hubungi saya atau Mario", Ucap Caisar sebelum pergi.
Baik bos," sahut anak buahnya.
Caisar pulang kerumah saat hari sudah gelap ,di rumah sudah ada yang selalu menantinya walaupun masih dalam mode marah.
Ma,Nada takut nanti mas Tama tambah marah sama Nada," Ucapnya yang mengkhawatirkan dirinya sendiri.
Tenang saja ada mama di sini?" sahut Belinda.
Kamu hanya tinggal jalankan apa yang mama suruh tadi,"lanjutnya.
Sesaat Nada dan sang mertua lagi merencanakan sesuatu ,terdengar suara mobil yang datang.
Ayo- ayo bersiap Caisar sudah pulang? ajak sang mertua yang mengajak sang menantu duduk di ruang makan karena sebentar lagi waktu nya mereka untuk makan malam.
Sayang,Mas pulang," Ucap Caisar yang masuk kedalam rumah.
"Aku di sini mas," sahut Nada yang tetap duduk manis.
Kok kamu gak menyambut suamimu yang baru pulang sih," tanya Caisar yang mendekati istrinya.
"Mas lupa!jika aku masih marah sama Mas?"sahut Nada seraya meraih tangan suami dan mencium punggung tangannya walaupun marah tetapi Nada masih mau mengurus suaminya apalagi hanya sekedar Saliman.
"Sudah dong sayang marahnya? gak capek apa," tanya caisar yang ikut bergabung di meja makan itu.
"Oh...iya Sayang,mama lupa,tadi kan mama bungkusin kamu es campur," Ucap Belinda yang pergi untuk mengambil yang dia maksud.
"Ini sayang," belinda membawa semangkuk es campur yang ia beli dari depot tadi.
Yang benar saja dong Ma? masa malam-malam makan es campur,! nanti kalau Nada masuk angin Gimana," Ucap caisar.
"Ini sih gara-gara kamu Mas?.
"Lah kok gara-gara Mas sih sayang," sahut caisar.
Coba kalau kamu gak bawa aku pulang dengan paksa tadi! pasti aku sudah mencicipi lezatnya es campur ini," Ucap Nada.
Iya,semua gara-gara kamu? salah kamu," sahut mama belinda yang membela sang menantu.
"Lho...kok mama jadi ikutan sih nyalahin caisar," sahutnya.
"Istri mu tadi itu ngidam es campur ,ya sudah mama ajak saja ke depot sarikah,pas mau kesana ,gak sengaja ketemu sama temannya Nada yang dari desa itu,jadi mama ajak sekalian dia buat ngobrol," jelas Belinda.
Sayang maaf ya? Mas gak tau kalau kamu pingin es campur tadi," Ucap caisar.
__ADS_1
Makanya tanya-tanya dulu kalau mau marah," sahut Nada yang asik menikmati es campurnya itu.
"Iya sayang,maaf ya," Ucap caisar lagi seraya meraih tangan sang istri.
"Oh..iya Ma malam ini Nada pengen tidur Sama mama bolehkan Ma",tanya Nada ke sang mertua.
Tentu boleh sayang,"jawab belinda sambil mengedipkan matanya.
Enggak? enggak boleh,kamu gak boleh tidur sama mama," sahut caisar dengan cepat.
Kenapa gak boleh," tanya Nada.
Kalau kamu tidur sama mama ,lalu mas gimana.
Pokok nya kamu gak boleh tidur sama mama titik.
"Tapi ini kemauannya anak kita?" jelas Nada ,saat itu juga caaisar langsung lemas.
"Tapi sayang," ucap caisar dengan lesu.Benar dugaan mamanya jika caisar tidak bisa menolak atau melarang jika sudah menyangkut anaknya.
Pokoknya ,aku pengen tidur sama mama.titik.
Ayo Ma? Nada sudah ngantuk," ajaknya.
Ayuk sayang ," sahut Belinda yang memberikan senyum kemenangan ke anaknya.
Tidur saja sendiri," sahut Nada.
Ada apa Cai," tanya Irfan yang baru datang keruang makan.
Pa,Nada mau tidur sama mama,papa bujuk mama dong? aduh caisar..
Irfan mengehela Nafas serta duduk di kursi," kalau itu papa gak bisa bantu Cai," Ucap Irfan.
Terus papa mau tidur di mana," tanya Caisar.
Kalau Masalah tidur itu urusan gampang ,banyak kamar tamu di rumah kita," jawabnya yang begitu santai.
Ya ampun Pa,terus nasib kita gimana.
Nasib kamu sendiri aja kalau papa mah santai," sahut Irfan.
"Astaga ini orang tua," Ucap caisar seraya mengusap wajahnya kasar.
Sudah jangan seperti kucing kebakar ekornya gitu,cepat habiskan makan mu," ucap Irfan.
Kamu bisa lihat kan kalau suami mu gak bisa melarang atau menolak jika sudah menyangkut anaknya," Ucap Belinda seraya mengusap perut sang penantu.
"Ia sih Ma,tapi apa ini gak berlebihan Ma," Tanya Nada.
__ADS_1
Berlebihan apanya sayang?" ini itu perkara kecil," sahut Sang mertua sambil menunjukan jati kelingkingnya.
Terus nanti papa gimana Ma," kalau Nada tidur di sini," tanya Nada yang tak enak hati.
Jangan pikirkan itu,itu akan menjadi urusan mama,sekarang kamu tidur.
Nada pun mengangguk patuh dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur ukuran king size itu.
Belum juga memejamkan mata ,namanya sudah di panggil dari luar kamar,parahnya lagi pintu kamar itu di gedor-gedor siapa lagi kalau bukan caisar yang mencari istrinya.
"Sayang buka pintunya," seruh caaisar dari luar.
"Ma..mas Tama pasti marah," Ucap Nada yang bangkit dari tidurnya.
Sudah kamu tenang saja,biar mama yang keluar," Ucap belinda yang bangkit dari duduknya ,sebelum membuka pintu kamar ,terlebih dulu ia mengambil kemoceng ,perlahan Belinda membuka pintu kamarnya dan bergegas keluar dan kembali menutup pintu dengan rapat.
"Ma...di mana istriku," tanya Caisar
Istrimu sudah tidur ,mau apa kamu," tanya Belinda sambil memutar mutar pegangan dari kemoceng itu.
Ma,caisar ikut tidur di sini ya," mohon caisar.
Enak saja,tidur sendiri sana di kamarmu? kaya bayi saja mau tidur sama mama," tolak belinda.
Mama gak kasian apa sama anak mama ini," ucap caisar..
Enggak buat apa kasihan," sahut Belinda dengan cepat.
Sudah sana pergi,jangan ganggu Nada," Usirnya yang langsung membuka pintu kamar .Namun dengan cepat caisar menerobos masuk.
"Caisar....keluar?" Usir mamanya.
Sayang ,ayo kembali ke kamar kita," ajak caisar kepada sang istri yang sedang berpura-pura tidur.
"Ihhh..apa sih Mas? aku tu ngantuk," sahut Nada yang enggan membuka mata.
Iya tapi jangan tidur di sini sayang," sahut caisar.
Mas,kamu itu gak ngerti apa sama orang yang lagi ngidam? aku itu ingin tidur sama mama ,masa gitu aja kamu gak beri izin? protes Nada yang langsung bangun dari tidurnya.
Bukannya gak memberikan izin sayang ,boleh kok kamu tidur sama mama tapi jangan malam hari juga dong,siang gitu mas gak Maslah.
Kalau siang namanya gak ngidam lah...dasar suami gak peka," sahut Nada yang langsung turun dari tempat tidur.
"Sayang.
Mau kemana kamu?" cegah belinda yang menghadang sang putra.
"Ma..pleas dong? jangan halangi caisar," mohonya.
__ADS_1