
Licik sekali dia?" selalu bisa mengelabuhi polisi," Ucap Evan.
"Hubungan dengan anggota dan anggotanya ,agar usaha kita tidak selalu mereka gagalkan,' sahut Marsel.
"Benar bos ,sudah terlalu lama kita mengaalah dari mereka,dan ini saatnya kita untuk bertindak," timpal Evan.
"Kumpulkan anak buah kita,malam ini juga kita Serang markas caisar," Ucap Marsel.
"Siap bos," sahutnya yang langsung memberikan perintah kepada anak buahnya.
Di markas caisar.
Anak buah caisar yang menggeledah micko itu berhasil menemukan sesuatu.
Bos ? Ucapnya sambil menganggukan dan matanya yang menunjuk ke arah pergelangan tangan micko.
Tanpa pikir panjang lagi Caisar menembak gelang jam itu,sehingga di pergelangan tangan micko.
"Agggrrrhh..teriaknya yang meringis menahan sakit.
"Bawa dia dari sini ," perintah Caisar.
"Baik bos", sahutnya.
Saat anak buahnya akan memindahkan micko,caisar meraih suntikan yang tergeletak di atas meja itu.
"Tunggu?' cegahnya yang langsung menusukkan jarum suntik itu ke lengan micko dengan kasar.
"Agggrrhh...micko kembali berteriak ",apa yang sudah kamu berikan pecundang," tanyanya.
"Obat yang akan membuatmu gila dan kamu sendiri yang akan mengakhiri hidupmu," jawab caisar dengan sinis ,setelah mengucapkan itu ,caisar keluar lebih dulu.
"Dasar pecundang kau bajingan," umpat micko yang badannya perlahan mulai lemas.
"Yo,kita harus segera pergi dari sini," Ucapnya yang membuka pintu di mana Mario dan beberapa anak buahnya sedang mengekusi Rara.
"Bos tanggung ini," sahut Mario.
"Cepat pergi dari sini atau kamu akan menghadapi Marsel sendirian," Ucap caisar.
"Lalu bagaimana dengan wanita ini bos? dia tetap tidak mau memberikan keterangan yang jelas," Ucap Mario.
"Kirim dia ke madam Fara ? dia pantas berada di sana," jawab caisar yang berlalu pergi.
"Oke bos," sahut Mario.
__ADS_1
Semua orang telah meninggalkan markas itu ,Mereka berpindah tempat, tempat di mana Marsel dan anak buahnya tidak bisa menemukannya.
Di rumah mewah bernuansa bergaya Eropa klasik ,caisar membawa micko dan anak buahnya ke sana,rumah mewah itu dulunya adalah rumah mutiara tak lain adalah kakak kandung dari caisar ,setalah Mutia dan anaknya di nyatakan meninggal ,dan Micko yang saat itu masih menjadi suami dari mutia pergi ,rumah itu di kosongkan oleh keluarga caisar.
Perna dulu tuan Irfan ingin menjual rumah itu ,tapi mendapatkan penolakan dari caisar,dengan alasan jika itu rumah impian kakaknya dan akan di jadikan kenangan buat dirinya dan keluarga ,akhirnya rumah itu tidak jadi di jual sampai saat ini.
"Bos ,ini rumah siapa," tanya Mario yang memadanngi bagian dari luar rumah itu.
"Rumah kakakku," jawab caisar yang membuaka pintu terbuat dari kayu jati itu.
"Cepat bawa dia masuk,"Perintah caisar kepada anak buahnya.
Micko yang setengah sadar itu di seret Keluar dari mobil,betapa kagetnya dia saat melihat bangunan rumah itu.
''Rumah ini," gumam micko.
"Cepat bawa masuk !,anak buah caisar itu mendorong micko supaya cepat masuk kedalam rumah.
Setibanya di dalam rumah,pandangan micko menyapu setiap sudut ruang tamu itu.
"Apa kau masih ingat tempat ini," tanya Caisar.
Micko tak menjawab ,dia hanya sekilas menoleh Caisar dan setelah itu ia berjalan ke arah Bupet yang ada beberapa bingkai foto dirinya saat menjadi pengantin dengan Mutia,namun yang menarik perhatian micko bukan foto itu ,melainkan foto putrinya yang sudah tiada.
"Anakku,"Ucapnya yang berusaha meraih foto itu dengan tangannya yang masih terikat.
"Pinjamkan sebentar untuk ku Cai," pintahnya.
"Buat apa.
"Tidak ada gunanya kau mencium dan memeluk foto ini! keponakan ku tak akan bisa hidup lagi," ucap Caisar.
"Pleas...pinjamkan sebentar untukku?" mohon micko yang tiba-tiba merasa rindu dengan sang putri.
"Bawa dia ke lantai atas?" perintah Caisar yang meninggalkan micko.
Anak buah caisar kembali menyeret micko,micko yang di tarik paksa itu terus melihat kearah deretan foto- foto itu.Entah apa yang ia rasakan tapi matanya terlihat berkaca-kaca.
"Masukan dia ke sini," perintah Caisar yang membuka kamar.
Tetap jaga dia ,jangan sampah dia melarikan diri",perintahnya.
Caisar mengurung Micko di dalam kamar itu,kamar di mana menjadi tempat tidurnya dulu bersama Mutia sang istri,dan di kamar itulah Mutia mengakhiri hidupnya.
Kalian tetap berjaga di sini dan ingat ,tiga jam sekali suntikan obat itu ke tubuhnya," perintah Caisar kepada anak buahnya.
__ADS_1
"Siap bos," sahutnya.
Caisar kembali turun di lantai bawa ,dimana ada mario dan yang lainya.
"Yo sudah beres urusan mu," tanya Caisar yang menuruni anak tangga.
"Beres bos! ini dari Madam Fara," jawabnya sambil mengambil amplop coklat dari dalan jaket kulitnya.
"Bagi saja dengan yang lain? Ucap Caisar yang enggan menerima uang itu.
Marsel dan anak buahnya menyerang markas caisar! namun saat tiba di sana tidak menemukan siapapun,bangunan yang di jadikan markas oleh Caisar itu sudah sepih.
"Sial? kita kehilangan jejaknya," umpatnya.
Ada yang membocorkan rencana kita bos,"sahut Evan.
Geledah seluruh tempat?" siapa tau kita menemukan petunjuk kemana mereka pergi," perintah micko.
Seluruh ruangan yang ada di bangunan itu tak luput dari penggeledahan?! Marsel dan anak buahnya tidak menemukan apa-apa di sana..
"Sial,mereka tidak meninggalkan apapun di sini," umpat Marsel.
Mungkin ini hanya tempat mereka untuk berkumpul saja bos," sahut Evan.
Saat Marsel dan Evan berada di bangunan tua itu,terdengar kericuhan dari luar.
"Ada apa di luar," tanya Marsel.
"Entah bos,aku juga tidak tau," jawab Evan mengangkat kedua bahunya.
Karena penasaran ,Marsel keluar dari dalam bangunan tua itu,ternyata Anak buahnya sebagian sudah terkapar tak berdaya.Siapa lagi pelaku nya kalau bukan anak buah caisar.
Jadi sebelum meninggalkan tempat itu ,Caisar memerintahkan sebagian anak buahnya untuk tetap berada di markas ,sebelum marsel datang,orang-orang Caisar telah bersembunyi di sekitaran bangunan itu.
"Siapa yang sudah melakukan semua ini?" tanya Marsel yang bingung,karena saat dirinya keluar ,orang-orang Caisar sudah berhasil melarikan diri.
"Bos,Jangan lewat situ.
Sebuah peringatan dari anak buahnya itu membuat langkahnya terhenti,dengan telitih Marsel melihat kilatan cahaya merah dari lampu leser itu,jika seseorang menginjak atau melewati sinar itu.Maka orang tersebut akan terkena tembakan.
"Bos,lewat sini?" ajak Evan.
Kita harus segera pergi dari sini bos,anak buah kita banyak yang berkurang," Ucap Evan.
Bawa mereka semua pergi dari sini? dan kamu Van ,telfon Rendi ,di mana bosnya berada,"perintah Marsel yang melangkah menuju mobilnya.
__ADS_1
"Yo,aku harus pulang,"pamit Caisar.
"Baik bos," Mario pun ikut berdiri.