Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia

Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia
Ingin pindah kuliah


__ADS_3

"Sudah lah ikhlas kan dia!"


Wira menepuk bahu putranya yang sedang mengamati Nada dan Tama dari jauh.


"Tapi Aska gak terima pa!"


Sahutnya.


"Terus mau gimana lagi?


Mereka sudah terlanjur menikah.


Kamu tau kan gimana sifatnya Nada?" Tanya Wira.


"Itu lah pa, yang membuat aku menaruh hati sama dia.


Hatinya seperti maalaikat ?,ia tak perna mengeluh dengan keadaann nya.Tutur katanya yang lembut mampu menyejukan bagi yang mendengarkannya."Ucap Aska dengan pandangan ke arah pasangan pengantin baru.


"Apa yang kamu rasakan itu sama persis dengan apa yang papa rasakan dulu.Sifat itu di dapatkan dari ibunya," Ucap Wira dari dalam hati.


"Pa... aku ingin pindah kuliah ke kota!"Ucap Aska secara tiba-tiba.


'Memang kenapa dengan kampus di sini?" Tanya Wira.


"Ya enggak papa,"aku pengen pindah saja ke kota.


"Bukan hanya untuk menghindari Nada?"Sidik Wira.


"Salah satunya itu pa,"jujur Aska.


"Papa berharap,kamu tuntaskan dulu kuliah mu disini,"lagi pula kalau kamu pindah ke kota mama mu tak bakal mengijinkan nya," Sahut juragan Wira.


Itu masih sangat lama pa," jawab Aska.


Tapi Setidak nya kamu tunggu biar satu semester dulu",Ucap juragan Wira.


"Jadi papa tak memberikan aku ijin untuk pindah ke kota sekarang ?"Tanya Aska.


"Bukan begitu!"tapi sayang kuliah mu di sini ka?"belum satu semester!" Ucap juragan Wira.


"Papa gak asik! papa lebih senang melihat anaknya sakit hati !" Aska merajuk dan meninggalkan papa-nya.

__ADS_1


"Dasar anak mudah!kalau di kasih tau ,matanya aja yang di andalkan. Persis seperti mama-nya!"Omel Wira.


"Mas,itu juragan!" Nada menunjuk ke arah juragan Wira."Kita kesana yuk!" ajaknya.


Tama mengikuti istrinya yang berjalan ke mendekati juragan wira.


"Eh.. kamu to Nad?Bikin kaget saja!" Ucapnya.


"Maaf juragan!"Sahut Nada.


"Ada apa Nad?"Tanya Wira.


"Kenalkan juragan,ini mas Tama....Suami saya," Nada mengenalkan tama kepada juragan.


"Tama,"


"Wira! Orang-orang di sini sering panggil saya dengan sebutan juragan.


"Iya juragan."Tama mengangguk paham.


"Begini juragan,sewaktu-waktu Mas Tama mau menumpang mobil buah-buahan juragan untuk kembali ke kota .itu pun kalau juragan mengijinkannya."Ucap Nada yang langsung to the poin.


Tama dan juragan Wira itu kaget dengan ucapan Nada.


"Tidak juragan,hanya Mas Tama saja.Mas Tama punya tanggungan pekerjaan yang harus di selesaikan," Jawab Nada.


"Oh...gitu?"


"Kalau sudah mau berangkat kabari saya!" Ucap juragan.


"Terima kasih juragan," Ucap Nada.


"Kalau gitu, saya lanjut kerja dulu juragan",Ucap Nada


Ya silahkan ..." Jawab juragan Wira yang dia sertai dengan anggukan kepala.


Nada segera menyelesaikan pekerjaannya .Tama tetap membantu istrinya dengan banyak pertanyaan dalam benaknya.


"Apa dia menginginkan aku segera pergi dari kehidupannya?"


"Apa dia tidak menyimpan rasa sedikitpun saja terhadap ku?'

__ADS_1


"Apa dia juga akan minta pisah dari ku?Oh.... tidak-tidak! jangan sampai itu terjadi! aku tidak mau kehilangan dia."Suara hati Tama.


"Alhamdulillah akhirnya... selesai juga!"


"Kamu kenapa Mas,kok dari tadi diam aja?"Tanya Nada.


"Enggak papa kok," Jawab Tama.Dirinya memilih untuk diam,dia akan cari waktu untuk menanyakan semua yang mengganjal di hatinya.


"Mbak,Kami pulang duluan ya!" Pamit Nada kepada teman-teman kerjanya.


"Iya ....''Sahut mereka yang kompak.


"Mas ," Ucap Nada yang berjalan di depan Tama.


"Apa?"Tanya Tama.


"Kamu bisa nangkap ikan gak?" Tanya Nada yang sedikit menoleh ke belakang.


"Memangnya kenapa?"tanya Tama lagi.


"Kalau bisa,kita cari ikan di sungai dulu sebelum pulang." Jelasnya.


"Aku gak perna sih nangkap ikan ,tapi ya...Di coba dulu lah!"Sahut Tama.


"Ok kita cari ikan dulu!" Ucap Nada yang berjalan lebih dulu.


"Nad...tunggu !" Tama menahan tangan istrinya.


"Ada apa Mas?" Tanya Nada yang menghentikan langkahnya.


"Tolong jelaskan kenapa kamu tadi bilang ke juragan kalau aku ingin numpang ke kota?" Tanya Tama.Matanya menatap manik mata istrinya.


"Bukanya kamu sendiri yang bilang ingin kembali ke kota?"


"Dengan numpang di mobil milik juragan ,kamu bisa sampai ke kota.kalau untuk sewa kendaraan lain...aku tak sanggup Mas,biayanya sangat mahal "Jujur Nada.


"Tapi kan aku belum bilang sama kamu ,kapan aku mau kembali ,"Sahut Tama.


' Kan gak ada salahnya kalau kita kita minta ijin dulu!"Balas Nada.


"Iya memang gak salah .Apa Sebegitunya kamu ingin aku segera pergi dari hidupmu?" akhirnya kata-kata itu terucap juga oleh Tama.

__ADS_1


Nada menatap mata suami nya," Mana ada sih Mas!? seorang istri mengharapkan suaminya untuk pergi?"


__ADS_2