
Hidup dengan Tama membuat Nada terbiasa akan hadirnya teman hidup dalam kesehariannya.
"Dengarkan aku!"Tama memegang kedua bahu nada." Aku pergi hanya sebentar,setelah itu kita akan bersama lagi.Setelai urusan ku selesai,aku akan resmikan pernikahan kita.Kita akan terus hidup bersama,"Ucap Tama yang meyakinkan hati Nada.
"Jangan memberikan aku sebuah janji yang tak pasti," Sahut Nada.
"Apa kamu tidak percaya dengan ku?Apa kamu mau bukti?"Tanya Tama.Nada hanya terdiam.
"Percayalah sayang ,aku hanya pergi untuk sementara .Aku tidak meninggalkan mu selamanya .ku pastikan aku akan kembali menjemputmu dan cinta kita,"Ucap Tama.
""Janji ya!janji kembali,aku menunggumu!" Sahut Nada.
"Iya aku janji," Balas Tama.
Nada pun langsung memeluk tubuh suaminya.
"Aku akan selalu menunggumu!"Ucapnya.
"Dan aku akan segera kembali ,"Sahut Tama seraya menangkap wajah sang istri.
Nada memejamkan matanya saat wajah Tama semakin dekat.
Tama memangut bibir mungil Nada itu.Walaupun masih kaku tapi Nada berusaha membalas setiap kecupan yang di berikan oleh Tama.
Ciuman sebagai tanda perpisahan itu sangat lama.
Hingga ,Nada mendorong tubuh suaminya saat merasa kehabisan nafas.
"Sudah setengah empat," Ucapnya yang melirik ke jam dingding.
"Aku siap-siap dulu!" Ucap Tama yang kembali ke kamar.Dirinya mengganti baju dan celana panjang.Selama tinggal di rumah Nada,dirinya memakai pakaian milik almarhum ayah Nada.
Tiba-tiba Nada menyusul ke kamar.Dirinya membuka lemari baju milik ayahnya.
"Kamu pakai ini Mas! Di jalan pasti dingin ," Nada memeberikan jaket ke suaminya.
Setelah selesai bersiap,mereka menuju mushola yang ada di ujung jalan.
Tak lama kemudian,mobil milik juragan datang.
"Aku pergi dulu ya! kamu jaga diri baik-baik!"pamit Tama.
"Iya ,kamu juga jada diri di sana!"
"Ini bekal untuk kamu!' Nada menyerahkan tas kain yang berisikan kotak nasi.
"Terimakasih,"Ucap Tama.
"Buruan naik!" Ucap sang sopir.
"Iya pak!" Sahut Tama.
"Aku mencintaimu Nad,"Ucapnya sambil mengecup sekilas bibir Nada.Setelah itu Tama langsung naik ke mobil.
Nada tak menyangka jika Tama akan menyatakan cinta di saat aan pergi.
Aku juga mencintaimu Mas,"Balas Nada dengan lirih.
Mob buah-buahan itu perlahan bergerak.Tama melambaikan tangannya seraya berucap," tunggu aku pulang!"
"Hati-hati Mas! Aku akan menunggumu !" Teriak Nada karna mobil sudah semakin jauh dari dirinya.
"Semoga kamu gak ingkar janji Ma," Ucap Nada yang menatap mobil itu semakin jauh.
__ADS_1
Nada melangkahkan kakiny dengan gontai.Dirinya kembali kerumah .Saat di tengah jalan Nada bertemu dengan para warga yang saat itu ikut menggerebeknya.
Tatapan sinis dan tidak suka di tunjukan oleh mereka.
"Mari pak,Bu!" Ucap Nada dengan sopan.
"Mukanya saja sok polos!"Ucap salah satu warga itu.
"iya tapi aslinya...sama saja seperti wanita murahan." Sahut warga yang lain.
"Untung ya orang tuanya sudah meninggal!Coba kalau masih hidup hidup pasti akan sangat malu dengan anaknya.
"Iya benar itu!"
"Kita harus bisa menjaga anak laki-laki dan suami kita dari godaannya,kalian lihat kan ,Jiak suaminya kembali ke kota?"
"Iya pasti dia akan mencari mangsa baru!" para warga itu terus menggunjing Nada.
Nada tak lagi mendengar gunjingan para warga itu.Dirinya berlari agar segera sampai rumah.
"Aku bukan wanita murahan !" Ucapannya sambil menyeka air matanya.karena tak memperhatikan jalan,sehingga Nada menabrak seseorang.
Brukkk..
"Maaf..maaf..."Ucapnya.
"Kamu!"
"Ngapain lari-laru!" Tanya Aska.
"Maaf aku gak sengaja ka ,aku permisi!" Tanpa menunggu jawaban dari Aska ,Nada pun langsung pergi.
Aska menatap heran kepada Nada yang sudah menjauh.
Nada masuk dan menutup pintu rumahnya dengan kasar.Dirinya bersandar di pintu dengan tubuhnya yang terguncang karena berusaha menahan tangis.
"Kenapa semua orang memandangku serendah itu?"
"Aku tidak melakuka kesalahan yang mereka tuduhkan," Gumam Nada .Tubuhnya merosot ke bawah.
Sekuat dan setegar apapun yang Nada bangun,pada akhirnya ia hanyalah gadis biasa yang saja dirinya pandai menyembunyikan kerapuhannya Daru hadapan semua orang.
Di kota
Mobil yang di tumpangi Tama kini telah tiba di pasar xxxx.Sebagai pasar induk sehingga di waktu malam hari pun masih sangat ramai.
Terimakasih pak,"Ucap Tama setelah turun dari mobil.
"Ita ," Sahut sang sopir.
Tama segera pergi dari sana.Ia tampak mencari seseorang.
"Kemana sih Alex?batinya yang terus berjalan.
Tama berjalan hingga depan pintu masuk pasar tapi ia tak menemukan orang yang ia cari.Hingga seseorang menepuk dari belakang.Karena terkejut Tama menoleh ke orang tersebut.
"Kamu?"
"Hehe....Maaf Bos," Ucap Alex.
"Dari mana saja sih !" Omel Caisar.
"Maaf bos ,tadi ada anak buah marsell di sini,"Jelas Alex.
__ADS_1
"Dimana mobil mu?Buruan kita pergi dari sini!" ajak Caisar.
"Ada di ujung jalan sana bos," Alex menunjukan ke arah mobilnya.
Caisar dan Alex langsung menuju mobil.
"Cepat jalankan mobilnya !"Perinta Caisar pada seeoorang yang duduk di balik pengemudi.
"Baik bos!"Ucapnya.
" Bos saya senang sekali akhirnya bos kembali juga ke kota," Ucap Alex.
"Bagaimana dengan perintahku kemarin?Tanya Caisar yang tidak menyahut ucapan Alex .
"Beres bos!Semua sudah siap!" Jawab Alex dengan mantap.
"Aku tidak sabar melihat mereka berubah menjadi mayat!" Ucap Caisar.Sorot matanya memancarkan dendam dan kebencian.
Mobil jip itu berhenti di sebuah bangunan kuno yang terletak di tengah kota.
Kedatangan Caisar di sambut oleh anak buahnya.
"Selamat datang bos!" Ucapnya seraya menundukan kepalanya..Caisar pun hanya mengangguk samar.
"Siapkan baju ganti untuk ku!" perinta Caisar.
"Semua sudah saya siapkan di ruangan bos," Sahut Alex.
Caisar pun langsung menuju ruangan yang di khususkan untuk dirinya m.Tas kain yang di berikan Nada tadi terlepas dari gengamanna .setibanya di ruangan ,Caisar segera mengganti baju,iaa juga memeriksa senjata api miliknya.
" Kita berangkat sekarang!"Ucap Caisar yang sudah keluar dari ruangannya.
"Sebaiknya bos istirahat dulu,bos kan baru datang!" Sahut Alex.
Braaakkk..
Caisar menggebrak meja dengan keras.Hibgga semua anak buahnya terlonjak kaget.
"Apa kalian tidak siap?" Tanya Caisar dengan nada yang keras.
"Bukan begitu bos!" Sahut Alex dengan cepat.
"Lalu tunggu apa lagi?kita berangkat sekarang!" Ucap Caisar yang melangkah keluar terlebih dulu.
Caisar dan pasukannah menuju markas marsell.Dirinya benar-benar akan membuat perhitungan terhadap ketua geng mafia yang memiliki lambang ular kobra.
Setibanya di markas marsell,semuanya menyebar .Mengepung setiap sudut bangunan itu.
Dorr...door ....dor...dorr...
Dan terjadilah baku tembak antara kubu Caisar dan kubu marsell.
"Aneh! Pasti ada yang tidak beres!" Ucap Caisar saat menyadari jika anak buah dari marsell sedikit.
"Bios mereka tidak ada di tempat!" Lapor Alex.
"Sial! Mereka telah mengetahui rencana kedatangan kita!" Ucap Caisar.
"Terus gimana bos?" Tanya Alex.
"Kita pergi dari sini! Dan bakar tempat ini!" Jawab Caisar.
" Semua keluar!!! perinta Alex.
__ADS_1