
" Di buat tidur saja mas,biar besok pas bangun kakinya gak sakit lagi," Ucap Nada yang beranjak dari duduknya.
"Kamu mau kemana?" Tanya Tama.
"Mau bawa ini ke dapur," Jawab Nada yang mengangkat nampan," Setelah itu aku juga mau tidur," Lanjut Nada yang sudah melangkah.
"Tidur di kamar kamu?"Tanya Tama.
Nada berhenti menoleh ke suaminya," Iya memang mau tidur di mana lagi," Jawab Nada.
"Kenapa gak tidur di sini saja?Kita kan sudah menikah,masak harus tidur terpisah terus!"Ucap Tama.
Deg.....
Nada menyentuh dadanya yang tiba-tiba berdetak kencang.
"Ta-tapi aku..Dengan gugup Nada menjawab sehingga suaranya terputus-putus.
"Aku tidak akan meminta hal ku sebelum kamu siap,"Sahut Tama yang mengerti arah jawaban Nada.
"A-aku...tidak bisa tidur jika tidak di kamar ku sendiri,"Ucap Nada.Tentu saja itu hanya sebuah alasan.
"Kalau begitu....Biar aku saja yang pindah tidur di kamar mu,"Sahut Tama.
Nada terdiam .Dirinya tak tau harus menjawab apa lagi.Dengan cepat Nada melangkah keluar kamar Tama.
"Ya Allah ....Aku tidak mau menjadi istri yang durhaka.Tapi aku hanya belum siap."
__ADS_1
Gumam Nada yang duduk di kursi kayu yang ada di dapur.Nada duduk termenung di dapur seorang diri.
Lama Nada merenung,dan akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke dalam rumah karena matanya suda mengantuk.
Saat membuka kamarnya Nada di buat terkejut.Pasalnnya Tama sudah berada di kamarnya.Dengan posisi yang berbaring di atas tempat tidurnya.
"Mas Tama?" Ucap Nada.Dirinya mematung di ambang pintu.
"Kenapa berdiri di situ saja?Sini!" Tama melambaikan tangannya.
"I-iya Mas," sahut Nada.
Jantung Nada kembali berdetak kencang.
Tama turun dari tempat tidur dan menghampiri istrinya.
"Jangan takut ,aku tidak akan menggigit mu,"Kata Tama.
Tama membaringkan tubuh istrinya kemudian di susul oleh dirinya ikut tidur di sebelahnya.
Jantung Nada semakin tak terkontrol .Seakan jantungnya ingin keluar dari tempatnya.Nada meraih bantal guling dan membelakangi suaminya untuk menghilangkan rasa gugup dalam dirinya.
"Tama tersenyum.Lalu dirinya memeluk tubuh Nada dari belakang.
Nada terkejut saat tangan suaminya itu melingkar di perutnya.
"Tidurlah!" Bisik Tama dengan mata yang terpeejam.
__ADS_1
Hembusan nafas Tama yang mengenai tengkuknya membuat sekujur tubuh Nada menjadi merinding.Dan,tentu saja itu semakin membuat Nada tak bisa tidur.Walaupin berulang kali memejamkan matanya.
Di saat hatinya gelisah,dia justru teringat akan ciuman pertama-ny.Tangannha menyentuh bibirnya,bibir ku sudah tidak perawan lagi,"batinnya.
Tiba-tiba angin bertiup dengan kencang.Sehingga gorden di kamar-nya melambai-lambai.
Duaaarrr..
Suara petir menyambar.
"Aaagghrrr..."Teriak Nada seraya menutup telinganya.
Tama yang baru saja tertidur itu tersentak kaget dengan teriakan sang istri.
"Ada apa? Tanya Tama.
Petir kembali menyambar Nada kembali menjerit ketakutan.Dirinya mulai terisak.
Tama memutar tubuh sang istri agar menghadap dirinya.
"Jangan takut ada aku di sini!" Tama memeluk tubuh istrinya dengan erat.
"Aku takut,"Ucapan Nada.
"Jangan takut,aku akan menjagamu di sini," Sahut Tama sambil mengusap pelan punggung istrinya.
" Sepertinya malam ini terjadi badai ," Ucap Tama saat melihat ke arah luar dari celah gorden yang terbuka terkena hembusan angin.
__ADS_1
Saat suara petir kembali menyambar.Nada semakin mempererat pelukannya.Hingga tak di sadari oleh Nada,dirinya pun tertidur dengan lelapnya di dalam pelukan hangat sang suami.