
"Apa mama harus tau juga tentang ini?" tanya Nada.
"Kamu tidak perlu memikirkan itu! nanti biar mas sendiiri yang bicara sama mama dan papa?" sahut caisar ,Nada pun mengangguk paham.
'Sebelum mas kembali ke kota ,boleh gak aku minta sesuatu sama mas?' Ucap nada.
"Tentu boleh,mau apa sayang?" sahut caisar yang selalu berusaha menuruti permintaan sang istri.
"Aku ingin makan ikan bakar tapi ikanya mas sendiri yang nangkap di sungai seperti waktu itu?" jawab Nada yang membuat caisar langsung menggaruk kepalanya yang tiba-tiba terasa sangat gatal.
"Itu dulu karena terpaksa sayang?" keluh Caisar yang hanya mampu ia ucapkan dalam hati.
"Mas gak mau ya?" tebak nada yang bisa menebak dari expresi wajah suaminya.
"Siapa bilang gak mau! mau kok? ayok kita cari sekarang juga",Ucap caisar yang tak mau membuat kecewa hati sang istri.
__________________
"Kok sepi banget sih ini rumah," gumam Belinda.
"Masak caisar Sama nada belum bangun.
Mana lapar lagi.
"Ada apa sih Ma?" tanya Irfan yang baru keluar dari kamar mandi.
"Ini lho pa udah siang juga nada dan caisar belum juga keluar dari kamar?" aduh Belinda.
"Kata siapa? mama saja yang telat bangunnya mereka itu sudah pergi sejak tadi," ucap Irfan.
"Pergi kemana.
Katanya sih mau nangkap ikan di sungai gitu,menantu kesayangan kamu itu lagi pengen ikan bakar?" jelas Irfan sambil menggosok rambutnya yang basah dengan handuk.
"Ada-ada saja sih Nada! kalau pengen ikan kan tinggal beli saja,kenapa harus cari di sungai sih ," gumam Belinda.
Namanya juga orang lagi nyidam Ma," sahut Irfan.
_____'________
Di sungai yang airnya begitu bersih dan jernih sepasang suami istri itu berburu ikan.
"Ayo dong mas,lebih semangat lagi?" Ucap nada yang berdiri di tepi sungai.
"Sabar dong sayang! ini juga masih usaha?" sahut caisar yang fokus mengikuti gerakan ikan yang lincah dan cepat.
Setelah hampir dua jam berburu ikan ,akhirnya caisar mendapatkan juga.
__ADS_1
"Sayang ini sudah cukup kan?" tanya caair yang menenteng tiga ekor ikan mas.
"Sudah mas,aku sudah capek nungguinya," jawab Nada.
"Mas?" sapa Nada saat mereka berjalan untuk kembali kerumah.
"Apa sayang," sahut caisar.
"Boleh gak kalau aku belajar menembak.
"Jangan aneh-aneh kamu sayang! itu bukan mainan? itu sangat bahaya," sahut caisar dengan cepat dan tegas.
"Makanya mas ajarin dong boleh ya," ucap Nada yang merengek.
"Sayang kamu jangan aneh-aneh deh! kamu sedang hamil loh.
"Ya kan cuma sekali saja mas,ini anak kamu juga Lo yang mau?" Ucap nada yang menggunakan anaknya sebagai alasan.
"Iya deh...iya tapi nanti ya nunggu kalau mas ada waktu luang," ucap caisar yang tidak bisa menolak jika sudah membawa serta anak-anaknya.
Nada dan caisar kembali pulang kerumah.
"Nad,dari mana sayang," tanya mama mertua.
"Ini Ma,nada sama mas Tama habis cari ikan di sungai,nada lagi pengen ikan bakar tapi ikan nya mas Tama sendiri yang nangkap dari sungai," jawab nada.
"Oh ya sudah mama bantu masaknya ya," ucap sang mama mertua.
_________________
Keesokan harinya caisar benar-benar kembali ke kota..sebelum kembali ia lebih dahulu bicara kepada mama dan papanya ,alasan kenapa dirinya harus cepat kembali ke kota.
"Cai,mama tidak setuju ya jika kamu terus berurusan dengan penjahat-penjahat itu," Ucap Belinda.
"Ma ini darurat ,caisar mohon ma izin kan caisar kembali ke kota.
" Tetap mama tidak akan memberi ijin," kekeh sang mama.
"Pa,titip Nada ya,caisar janji setelah ini caisar akan meninggalkan anggota mafia yang sudah lama aku pegang.
Irfan yang paham jika putranya pergi bukan hanya untuk membatu polisi saja melainkan juga ada urusan pribadi yang harus cepat selesaikan itu hanya memberi anggukan.
"Papa gimana sih.ko malah memberi izin," maki belinda.
"Ma biarkan Caisar pergi dan menyelesikan masalahnya ,percaya sama anak kita jika akan baik-baik saja," sahut Irfan yang mencoba memberi penjelasan kepada istrinya.
Tapi pa..mama takut jika anak kiag kenapa-napa," Ucap belinda yang begitu khawatir.
__ADS_1
"Anak kita mempunyai Anggota yang tidak sedikit ,jadi jangan khawatir akan keselamatannya ,berdoa saja semoga anak kita pulang dengan selamat.
"Pergilah cai ,biar papa uang jaga mama dan istrimu di sini?" Ucap caisar yang mendapatkan anggukan dari sang putra.
Nada yang dari tadi menguping di balik pintu kamar itu berusaha menahan tangis.rasanya juga tidak rela jika suaminya harus pergi ,apa lagi perginya untuk menemui musuhnya.
"Sayang," sapa caisar yang mengetuk pintu.
Segera mungkin nada menghapus air matanya.Setelah itu ia buka pintu kamar ,secara perlahan ,begitu melihat suaminya nada langsung memeluk erat ,dirinya kembali menangis.
"Sayang jangan menangis? mas janji mas akan segera Kemabli untuk mu," ucap caisar yang melepaskan pelukan istrinya dan menangkup wajahnya yang sembab.
"Janji cepat kembali? aku akan selalu menunggumu," Ucapnya.
Tak tahan melihat istrinya menangis ,caisar justru memberi kecupan basah di bibirnya.sebagai tanda perpisahan untuk sementara ,ciuman yang lembut tapi penuh dengan tuntutan seakan tidak rela jika harus berpisah.
Caisar yang sudah di kejar oleh waktu itu menyudahi aktifitasnya ,ia lebih dulu melepaskan pangutan bibirnya ,ia satukan keningnya ke kening sang istri dengan nafas yang sama terenga-engah ,tatapan kedua mata mereka begitu dalam.
"I love you.
"I love you ," balas nada.
Caisar kembali memberi kecupan di bibir istrinya kali ini ciuman itu hanya sekilas saja.
kemudian ia berjongkok untuk memberi kecupan di perut sang istri.
"Sayang ,papa pergi dulu ya ! jangan membuat mama susah ," ucapnya di depan perut buncit istrinya.
Setelah berpamitan dengan istrinya dan Calon anaknya ,caisar pun langsung berangakat ke kota ,dirinya tidak sendiri ,ada alexs dan beberapa anak buahnya yang menjemputnya ke desa.
"Mas pergi dulu ya sayang," ucapnya ke sang istri.
"Hati-hati mas,"sahut Nada.
Mobil yang akan membawa caisar ke kota itu mulai bergerak meningglkan halaman rumah nada.
"Sebagai gantinya papa dan mama yang akan menjaga kamu?" Ucap Irfan.
"Iya pa,terimakasih ," sahut nada.
Langit di desa itu berwarna orens ,menandakan jika hari segera berganti dengan malam,suara hewan-hewan kecil juga mulai terdengar.
Semenjak suaminya pergi nada menghabiskan waktunya di kamar dengan membaca buku untuk menghilangkan rasa cemas di hatinya.
"Nona?" sapa Neneng sambil mengetuk pintu kamarnya.m
"Masuk saja neng tidak di kunci ," Ucapnya yang enggan beranjak dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Kenapa sih ngurung diri terus di kamar...Nih aku kupaskan buah buat kamu," ucap neneng yang memang membawa piring yang berisi potongan buah mangga dan apel.
"Makasih ya neng,tau aja kalau aku pingin ngemil," Ucap nada sambil menutup bukunya.