Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia

Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia
Nada yang mulai curiga


__ADS_3

Di saat Nada lagi berdebat dengan bodygard nya sang mama mertua muncul tiba-tiba.


" Sayang akhirnya kamu datang juga?" Suara itu mampu mengalihkan obrolan Nada dengan farel.


" Mama?" sapa Nada saat sang mama mertua mendekat.


"Apa kabar sayang", tanya Belinda yang langsung memberikan pelukan rindu kepada sang menantu kesayangan nya.


Baik Ma", jawab Nada seadanya.


"Lho....Caisar kemana?'' tanya Belinda yang melihat kedalam mobil.


"Mas Tama,ada urusan Ma,katanya penting?" jawab Nada yang dirinya sendiri tidak tau ke mana perginya sang suami.


"Ma,Nada sedikit pusing,Nada mau langsung ke kamar ya Ma," Ucapnya yang minta ijin.


Iya sayang kamu istirahat saja?" sahut Belinda yang menuntun menantunya itu masuk ke dalam rumah.


Setelah Nada dan Belinda gak terlihat lagi ,Irfan menghampiri farel.


" Di mana bos mu itu", tanya tuan Irfan.


"Maaf tuan?" sahut farel dengan kepala menunduk.


Memang bandel sekali anak itu! sudah berapa kali aku suruh meninggalkan dunia hitamnya itu.


Tapi dia tak mau mendengarkannya?" oceh Irfan yang tampak menghawatirkan sang putra.


"Kenapa kalian masih diam di sini?" Cepat susul bos mu itu!" bentak tuan Irfan.


" Saya permisi tuan!" pamit farel yang langsung masuk dalam mobil.


"Semoga engkau masih menyayangi putraku ya Allah,lindungi Caisar dari bahaya apapun," lirih Irfan.


Nada?" sapa bik Santi.


"Bibik," sahutnya yang berhenti melangkah.


Kamu sudah pulang?" tanya bi Santi.


" Iya bik baru saja,aku ke kamar dulu ya bik?"pamitnya .Bik Santi hanya mengangguk dengan perasaan yang aneh.


"Ada apa",tanya toha yang menepuk pundak sang istri.


" itu lho ...Nada pulang dari liburan kok wajahnya masam,kaya sedang ada masalah gitu," jawab Santi.


"Coba kamu temui dia, ajak dia bicara ! siapa tau dia lagi butuh teman untuk mengungkapkan perasaan yang mengganjal di hatinya," Ucap Toha.


"Iya Mas,sebentar aku mau buatkan dia jus dulu?" sahut Santi yang menuju dapur.


Setiba nya di kamar Nada mencoba menghubungi suaminya ,perasaan nya semakin tak karuan saat mendapati ponsel suaminya tidak aktif.


"Ayo dong Mas, angkat telfonya?" gumamnya sembari mondar-mandir tak jelas.

__ADS_1


"Alexs?" Ucapnya yang mencari nomor alexs di ponselnya Caisar sang suaminya lah yang menyimpan nomor-nomor anak buahnya di ponsel istrinya.tujuannya jika Nada mengalami kesulitan atau butuh bantuan,ia bisa menghubungi nomor-nomor tersebut.


"Aduh..kenapa nomor bang alexs juga gak bisa di hubungi," Ucapnya.


"Ya Allah ,apa ya g terjadi dengan suamiku?


"Lindungilah dia ya Allah'',Ucap Nada yang duduk di tepi tempat tidur.


Tiba-tiba saja Nada meringis dengan tangan yang mengusap perutnya.


Ya Allah perutku keram lagi," lirih nya.


Nada berusaha mengatur nafasnya untuk mengurangi rasa sakitnya.


Tok..tok....tok...


Terdengar pintu kamar yang di ketuk dari luar.


"Siapa?" tanya Nada yang enggan bangun dari tempat duduknya.


"Ini bibik ,Nad?" sahut Santi.


Masuk saja bik,tidak di kunci pintunya," sahut Nada.


"Astagfirullah Nad,kamu kenapa ",bik Santi langsung menghampiri Nada yang melihat Menahan sakit.


Perut Nada,keram bik?" jawanya.


"Luruskan kakimu pelan-pelan saja," Ucap bik Santi.


Untuk memberikan rasa hangat,Santi membalurkan minyak kayu putih di perut Nada.


Bagaimana masih sakit,"tanya bik Santi.


Sudah agak mendingan bik," jawab Nada.


"Jangan terlalu banyak pikiran,kalau ada unek-unek yang mengganjal ,cerita saja sama bibik,bibik juga bukan orang lain kan?" Ucap Santi sambil memberi pijitan di kaki Nada.


"Nada mau tanya sama bibik,tapi bibik harus jawab jujur," Ucap Nada.


''Mau tanya apa?" sahut bik Santi.


"Selama kerja di sini apa pernah melihat mas Tama yang mencurigakan?" emmm,maksud ku mas tama menyembunyikan sesuatu dari orang rumah?" tanya Nada.


Bik Santi terdiam ,ia mencoba mencerna apa yang di tanyakan oleh Nada.


"Sepertinya tidak," jawabnya.


"Apa bibik tau,mas Tama punya banyak musuh di luar sana," tanya Nada.


"Seorang pengusaha punya musuh itu sudah biasa Nad?" jawab bik Santi.


Bukan musuh dalam bisnis bik ," sahut Nada..

__ADS_1


"Lalu.


Nada terdiam sesaat,ia teringat kejadian beberapa hari yang lalu ,kejadian bik nila yang datang dari kampung itu datang kerumah mertuanya dan mengatakan jika suaminya seorang mafia.


''Mafia mungkin?" lirih Nada.


"Maksud Nada...Mas Tama terlibat permusuhan dengan anggota mafia atau dengan orang tertentu mungkin," cacar Nada.


"Kalau kamu ingin tau siapa suami mu ,apa saja yang dia lakukan,jawabnya hanya satu," Ucap Toha yang tiba-tiba masuk ke kamar Nada yang tidak tertutup itu.


"Maksud paman?" Nada pun langsung bangun dan tersandar di punggung pembaringan.


"Kami tidak punya hak untuk menjelaskan,kalau kamu ingin tau siapa suamimu ,maka kamu harus tanya dengan suami mu sendiri," jelas toha.


"Kasih tau Nada ,paman apa saja pekerjaan Mas Tama selain menjadi pengusaha?" tanya Nada yang di buat penasaran.


"Nad,bukanya kita tidak mau menjawab ,tapi nanti jatuhnya akan membuat kalian salah paham," sahut Toha.


"Jika kamu benar-benar mencintai suamimu ,seharusnya kamu percaya dengannya ,percaya dengan apa yang dia kerjakan selama itu tidak menyakiti hati mu," lanjut Toha.


"Nada sangat percaya sama mas Tama,tapi yang membuat janggal itu ..saat kami mau pulang ,mas Tama meminta kita pulang terpisah ,dan paman tau apa yang terjadi.


"Ada orang yang mau mencelakai ku dengan cara menembak mobil yang Nada tumpangi.


Jika orang-orang itu mengincar ku, lalu apa kabar dengan suamiku paman.


Toha dan Santi saling pandang.


"Paman tidak tau apa-apa tentang itu," Ucap Toha yang berusaha menutupi kebenaran yang sebenarnya dia dan istrinya tau.


''Bang farell tau pasti tau segalanya ,dia yang selalu menemani mas Tama ke mana-mana," Ucapnya yang beranjak dari duduknya.


"Kamu mau kemana Nad?" tanya Santi.


Nada mau menemui bang farel sebentar bik," jawabnya.


"Farel dan yang lain nya sudah langsung pergi," Ucap Toha sambil berdiri.


"Paman jangan bohongiku," Sahutnya.


Kalau tidak percaya,turun saja kebawa ?" sahut Toha tanpa pikir panjang Nada pun turun ke lantai bawah.


" Sayang mau kemana," tanya Belinda yang melihat menantunya itu keluar rumah dengan terburu- buru.


"Kedepan sebentar Ma?" jawabnya yang tidak berhenti ,setibanya di halaman depan,ia tak menemukan mobil atau pun orang-orang yang membawa nya pulang dari bandara.


"Cari siapa Nona," tanya satpam.


"Bang farel dan yang lainya kemana," Tanya Nada.


"Oh...mereka sudah langsung pergi Nona," jawab nya.


"Benar-benar ada yang tidak beres," batinya.

__ADS_1


__ADS_2