Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia

Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia
Nada pergi ke kota


__ADS_3

Paman mau mengajak mu ke kota ikut bersama paman di kota kamu bisa bekerja bersama bibik mu.Ucap pak Toha


"Tapi paman,Nada gak bisa ikut paaman ke kota?" Nada mau menunggu mas Tama kembali dan menjemput Nada ," Karna mas Tama sudah berjanji akan kembali dan membawa Nada ke kota,Sahut Nada.


Tapi Kalau kamu tetep di desa ini warga akan semakin membencimu walaupun kamu tidak melakukan kesalahan," Ucap pak Toha.


Nada terdiam sejenak," Aku akan coba hubungi mas Tama dulu paman," Ucap Nada.


" coba kamu telfon suamimu sekarang,' Tanya alamat rumah nya di mana.


"Baik paman Nada telfon mas Tama dulu,paman istrahat saya dulu,Nada keluar sbentar ya paman mau nelfon mas Tama.Ucap Nada.


Nada keluar dan naik ke atas bukit.


Angkat dong., Nada terus-terusan menghubungi nomor tersebut.


Alhmdulillh di angkat,


Halo,bisa bicara dengan mas Tama," Ucap Nada.


"Maaf Tama sedang pergi," Jawab alexs dari seberang telfon.


"Saya ingin menyakan alamat mas Tama,bisa kasih tau alamat rumah mas tama," tanya Nada.


"Alamat nya di jalan ma....


"Halo,suaranya putus-putus.


"Halo,Ucap Nada.


Tut-tut-tut


Aduh kok mati sih,malah sinyalnya hilang lagi temen mas Tama kan belum selesai ngomong malah sinyalnya sudah menghilang.Ucap Nada.


Nada langsung masuk ke dalam rumahnya.


"Paman....paman,!teriak Nada.


Iya Nad,apa kamu sudah selesai nelfonnya.


"Gimana sudah dapet alamatnya,Tanya Toha.


Tiba-tiba Sinyal nya menghilang paman jadi panggilan terputus,tapi tadi temennya mas Tama bilang alamat rumah Tama di jalan mawar kalau gak salah,' apa paaman tau jalan mawar,Tanya Nada.


"Iya paman tau,"jawabnya.


"Nada mau ikut paman ke kota,tapi paman janji bantu aku untuk mencari mas Tama ya.


"Iya paman pasti aku membantu mu mencari suamimu,kamu tenang saja,sahutnya.


"Aku akan bersiap-siap dari sekarang,' Ucap Nada.


Paman menganggukkan kepalanya.


Nada segera mengemasi baju-bajunya,tidak banyak baju yang ia bawa ,hanya beberapa potong saja.


'Mas Tama aku akan menyusul mu di kota semoga kita secepatnya bertemu di kota,batin Nada.

__ADS_1


Nada memutuskan untuk pergi ke kota untuk mencari suaminya.


"Esok harinya Nada berangkat ke kota dengan pamanya sebelum berangkat Nada berpamitan dengan juragan Wira.


"Paman ini mobil paman,; Tanya Nada saat pamannya pengajaknya menuju ke sebuah mobil Avanza berwarna hitam.


"Bukan,ini punya majikan paaman,' jelasnya.


"Oh...Nada kira punya paman.


Ayo masuk,"pakai sabuk pengamannya," Ucap paman.


Paman terus setelah nyampe kota Mei tinggal bareng sama paaman dan bibik," tanya Nada.


"Iya Untuk sementara waktu selama kamu mencari suami mu,kamu bisa tinggal dan bekerja di tempat paman,kebetulan majikan paaman sedang mencari orang untuk merawat nyonya besar,' ucap paman.


Baik paman,Nada mau,' Sahut Nada.


Di dalam perjalanan Nada memandangi seluruh gedung yang ada di kota.


"Paman kita sudah sampai kota,Tanya Nada.


"Iya ," ini sudah di kota!' jawab paman.


Mobil yang di tumpangi Nada dan pamannya kini sudah tiba di sebuah rumah besar dan mewah seperti istana kerajaan.


Paman ini rumah apa istana paman," tanya Nada dengan melihat kagum dengan bangunan rumah bernuansa Eropa.


Ini rumah majikan paaman,paman dan bibik kerja di sini," jawab paman yang tersenyum ke arah Nada.


"Ayo turun ,"ajaknya.


Ayo masuk Nad,"bibik mu ada di dalam pasti bibik mu seneng melihat kedatanganku kesini ,"Ucap paman.


"Nada semakin terbelalak saat pintu rumah itu terbuka.


"Wahh...ini bener-bener istana," Ucap Nada dalam hati.


"Ayo Nad masuk jangan bengong saja," Ucap paman Toha.


"Iya paman,Nada kagum melihat rumah ini paman.


"Ayo kita temui bibik mu.Ucap Paman Toha.


"Dek ,coba lihat siapa yang mas bawa," Ucap Toha yang menyusul istrinya di dapur.


"Siapa ," tanya Sinta yang sedang mencuci piring.


Coba kamu lihat dulu," sahut Toha.


"Bibik," Sapa Nada.


Santi langsung menoleh," Ya ampun Nada,! Ucapnya yang berlari ke arah Nada dan memeluknya.


Bibik apa kabar," Tanya Nada yang berada di dalam pelukan bibiknya.


"Bibik baik kamu sendri," Santi melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Nada juga baik bik," jawab Nada dengan senyum yang manis.


San,diam-diam Nada sudah menikah Lo,' Ucap Toha.


Bener itu Nad!'Tanya Santi,Nada pun mengangguk.


"Terus di mana suamimu sekarang ," kenapa kamu ikut paman mu ke kota.Ucap Santi.


"Maka,dari itu bik!' Nada ikut paman ke kota karna mas Tama ada di kota,"jawab Nada.


"Oh,terus apa kamu tau tempat tinggal suamimu Nad," Tanya Santi.


"Sebelum Nada berangkat ke kota nada sudah sempat menghubungi mas Tama bik," Jawab Nada.


"Terus suamimu tinggalnya di mana.Tanya Santi lagi.


Justru itu bik,waktu Nada telfon,telfon nya terputus,baru sempet mengucapkan jalan Ma," malah terputus sambungannya,Nada telfon balik gak bisa,Jawab Nada.


"Ya sudah kamu mending duduk dulu," Santi menggiring Nada untuk duduk.


"Jadi suami kamu kerja di kota apa emang tinggal di kota !" Tanya Santi.


"Mas Tama bilangnya kerja di kota dan tinggal di kota," Nada mulai menceritakan semua kejadian yang menimpah dirinya sehingga bisa menikah dengan laki-laki yang bernama Tama.


"Santi menggelengkan kepalanya,"tak terasa air matanya terjatuh.


Tega banget mereka sama kamu Nad,kamu yang sabar ya ,"Ucapnya.


"Iya bik enggak papa,"mungkin memang ini takdir hidupku.Di terima saat dengan ikhlas ,insya Allah ini yang terbaik untuk hidup Nada," Sahut Nada.


"Masya Allah,kamu persis banget sekali dengan ibumu," Ucap Santu yang kembali memeluk tubuh mungil Nada.


Ya Allah Nad bibik sampe lupa ,kamu sudah makan belum,"Tanya bik santi.


"Belum buk Nada belum makan," Tadi mas sudah ajakin Nada makan tapi nada gak mau,"Ucap pak Toha.


"Ya sudah bibik mau siapin makan buat mu ya Nad,Kamu duduk aja di sini bibik siapin makan dulu.


Santi segera menyiapkan makanan untuk suami dan juga Nada.


"Bik Nada bantu ya?" Ucap Nada.


"Gak usah nad,Kamu duduk saja istrahat pasti kamu capek perjalanan dari desa ke kota,"biar bibik saja yang menyiapkan makan," Ucap bik santi.


Gak kok bik Nada gak capek biasa aja," Sahut Nada.


"Kalau begitu kamu buatkan kopi untuk paman mu sana," Ucap Santi.


"Tempat naro kopinya di mana bik,"tanya Nada yang tidak tau tempat naro kopinya di mana.


Di sana", Santi menunjuk sebuah rak yang tersusun rapi.


Nada dengan cekatan membuatkan kopi buat pamannya.


"Santi sudah selesai menyiapkan makan buat Nada dan suami nya.


"Ayo Nad kamu harus makan dulu,"Ucap santi.

__ADS_1


"Iya bik,' Sahut Nada.


__ADS_2