
Di tempat lain ,caisar dan rombongan berhenti di res area karena hujan turun deras di Sertai angin yang membuat mereka memutuskan untuk menghentikan perjalanan.
"Sudah kamu siapkan semuanya?"tanya caisar kepada alexs.
"Sudah beres bos."jawabnya.
Hujan sudah lumayan redah tak mau terlalu lama mereka pun melanjutkan perjalanan.perjalanan itu tadi di tempuh sekitar tiga setengah jam saja.Hingga akhirnya mereka tiba sudah malam,sekitar pukul delapan bukanya menuju rumah atau markas .caisar justru menuju ke kantor polisi sebelumnya caisar sudah membuat janji dengan temannya yang memang menjadi anggota kepolisian.
'Kalian tunggu di sini! biar saya dan alexs yang masuk ke dalam ?' perintah caisar kepada anak buahnya sebelum turun dari mobil.
'Selamat malam?" Ucap caisar sebelum masuk keruangan
"Selamat malam ,akhirnya datang juga yang di tunggu-tunggu." sahut putra yang saat itu sibuk membuat laporan.
" Sory baru bisa datang kesini.''ucap caisar.
"Tidak Maslah." sahut putra mereka pun bersalaman dengan gaya yang biasa di lakukan oleh para laki-laki.
"Bagaimna dengan rencana mu besok." tanya caisar.
"Kami sudah menyusun rencana ,tapi kami minta pendapat mu lebih dulu," jawab
Polisi muda yang sudah memliki beberapa bintang itu pun menunjukan strategi yang sudah di aturnya kepada caisar.
"Bagus,tapi aku punya rencana yang lain," Ucap caisar.
"Rencana apa?" tanya putra
Caisar pun menjelaskan apa rencananya.mereka pun terlibat obrolan yang sangat serius.
"Kalau begitu biar saya kumpulkan para anggota untuk di brifing lagi?" Ucap putra yang langsung memberi perintah kepada rekannya untuk segera berkumpul.
Tak menunggu waktu lama para anggota yang akan ikut bertugas besok sudah berkumpul semua di aula ,. putra yang sebagai ketua mereka itu pun memberikan alasan mengapa mereka di kumpulkan.
Arahan rencana untuk besok pun di jelaskan dengan detail oleh caisar dah juga putra .Setelah semua tersampaikan para anggota itu di izinkan untuk bubar ,dan caisar pun juga ikut berpamitan.
"Kalau begitu aku juga pamit dulu,Sampai bertemu besok?" Ucap caisar yang mengulurkan tangannya.
"Terimakasih sudah mau membantu team kepolisian?" sahut putra yang menyambut uluran tangan dari caisar.
__ADS_1
"Sama-sama?" sahut caisar.
Caisar dan putra dulu teman saat di bangku sekolah menengah atau SMA ,setelah lulus caisar meneruskan kuliah.sedangkan putra memilih untuk memasuki akademi kepolisian.
Berkat kegigihannya ,di usia yang masih terbilang mudah itu sudah menjabat sebagai ketua komandan putra mendapatkan tugas untuk menangani kasus tentang peredaran obat-obatan terlarang.
Setelah beberapa kali gagal dalam penangkapan sang badar narkoba ,akhirnya putra meminta bantuan kepada caisar.
________________
Kicauan burung yang bersahutan di atas pepohonan membuat Nada yang terlelap itu terusik,rasanya malas untuk bangun karena semalam ia kurang tidur karena kepikiran dengan suaminya.
Dengan rasa malasnya,ia berjalan ke arah jendela.ia singkat gorden itu dan membiarkan cahaya matahari masuk kedalam.
Pagi ini akan menyuburkan diri dengan hal-hal yang baru untuk mengurangi rasa kecemasan hatinya.
Setelah selesai sarapan bersama nada ,Neneng dan mama mertua membuat kue kering sebagai kesibukan.yang Nada lakukan itu benar-benar membuat dirinya lupa akan keresahan hatinya,hingga waktu sudah menunjukan pukul sepulu pagi mereka masih berada di dapur.
"Mau kemana sayang.''tanya mama mertua saat melihat menantu nya melangkah pergi.
"Ambil minum ma Haus,mama mau.
"Boleh deh.''jawab sang mertua.
Tiba-tiba gelas yang nada pegang itu jatuh dan pecah berkeping-keping.
"Astagfirullah...gumamnya hatinya kembali resah dan takut.
Caisar yang tak bisa menolak saat di mintai bantuan oleh temannya selain memiliki urusan peribadi dengan Marsel yang tak lain adalah buronan polisi ,caisar juga tulus membantu anggota kepolisian itu untuk memberantas kasus narkotika.
Setelah semalam mengadakan brifing dengan anggota polisi dan mendapatkan persetujuan ,pagi ini caisar menuju lokasi di mana Marsel dan anak buahnya akan menyeludupkan obat-obatan terlarang itu ke luar pulau melalui jalur laut.
Caisar menyamar ,ia menggunakan baju tukang kebersihan di area pelabuhan ,baju itu iya dapatkan dari salah satu petugas kebersihan juga,caisar juga mengubah penampilan wajahnya supaya tidak di kenali oleh anak buah Marsel.
"Bos semua sudah siap?" Ucap Alexs yang juga ikut menaymar ,semua anak buah caisar menaymar sebagai pengunjung pelabuhan.
"Tunggu sebentar lagi." Ucap caisar yang masih menggunakan rambut palsu serta megoleskan bedak khusus supaya wajahnya terlihat lebih kusam dan dekil.
Alexs menahan tawa saat melihat wajah bosnya yang sudah merubah wajah caisar kini luput dari kata tampan dan Maco.
__ADS_1
"Kenapa senyum-senyum begitu.''tegur Caisar yang sudah selesai.
"Emmm...tidak bos?'' Jawab alexs berusaha untuk tidak tersenyum lagi.
"Kita jalan sekarang?" ajak caisar yang melangkah keluar dari markas.
Baru juga menuju parkiran alexs sudah mendaptkan telfon dari anak buahnya yang sudah stay di pelabuhan.
"Halo!" sapa alexs.
"Sebagian dari mereka sudah ada yang datang," ucapnya.
"Awasi terus kami akan segera datang." sahut Alexs.
"Mereka sudah ada yang menuju lokasi bos?" Ucapnya yang langsung menuju mobil dan di ikuti oleh caisar.
Jarak dari markas ke pelabuhan tidak jauh ,hanya butuh waktu lima menit saja.karena semalam caisar dan anak buahnya mencari tempat yang biasa ia gunakan untuk menjadi markas sementara untuk mereka.
Caisar segera turun dari mobil dan menjalankan peranya sebagai tukang kebersihan.Sedangkan alexs menyamar sebagai petugas pelabuhan ,sisa anak buahnya yang pura-pura menjadi pengunjung pelabuhan ada pula yang menyamar sebagai pedagang asongan.
Dengan alat kebersihan di tanganya Caisar pura-pura menyapu di sekitar pelabuhan itu l.
___________
"Bos ,aku rasa hari ini kita akan kembali berhasil ,Eko dan Jojo baru saja memberi informasi jika tidak ada yang mencurigakan di pelabuhan," ucap Evan kepada Marsel.
"Bagus memang itu yang aku mau." sahutnya sambil menghisap rokok.
"Sudah siap semuanya." tanya Marsel.
"Sudah bos ,tinggal menunggu waktu saja." jawabnya.
"Hari ini kita akan berpesta lagi karena keberhasilan kita?" ujar Marsel yang penuh dengan percaya diri.
"Tepat pukul delapan pagi Marsel dan Evan menuju pelabuhan.karena di rasa aman ,sehingga mereka hanya membawa beberapa anak buah ,sedangkan yang lainya sudah berjaga di lokasi pengiriman.
Caisar yang menggunakan alat bantu komunikasi itu menginformasikan kedatangan Marsel dan Evan kepada putra.
" Bersiaplah ,mereka sudah ada di lokasi parkiran," ucap Caisar.
__ADS_1
Marsel dan Evan yang sudah berada di luar mobil itu pun segera menuju kapal feri yang ia sewa.saat berjalan ke arah kapal tersebut ,ada seseorang yang sedang berburu -buru karena kapal yang hendak ia tumpangi sebentar lagi akan berangkat,sehingga orang tersebut tanpa sengaja menabrak Evan dan bosnya dari arah belakang.
"Brukkk......