Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia

Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia
115


__ADS_3

Nada yang masih penasaran dengan pribadi suaminya mencoba menanyakan kembali.


"Mas.


"iya sayang?" sahut caisar yang tak kedap memperhatikan istrinya dari jarak yang sangat dekat.


Mas masih gak mau jujur sama aku",tanya Nada dengan pelan.


Caisar menghela nafas panjang",sayang tolong beri Mas waktu ? jika sudah saatnya mas pasti akan jujur sama kamu,tapi tidak untuk kali ini,"Ucapnya dengan suara pelan.


Nada terdiam ,gerakan tangan yang menyimpulkan dasi itu di perlambat ,dengan pandangan yang menunduk ke bawah.


"Sayang dengarkan Mas?Mas tidak menyimpan rahasia yang akan membuatmu sakit hati,ini hanya masalah pribadi mas dengan seseorang yang sudah menghancurkan hidup keluarga mas.


Percayalah jika Mas tidak bermain gila di luaran sana",lanjut caisar yang mencoba memberi pengertian kepada sang istri.


"Coba saja kalau mas Sampai berani bermain gila",Ancam Nada yang menyahut gunting dari atas meja riasnya," aku potong senjatamu itu?'Ucapnya yang membuka tutup gunting itu dengan penuh tenaga.


Gelek...Caisar menelan ludahnya dengan susah.


"Sayang itu gunting Lo,tajam ," Ucapnya sambil mununjuk gunting yang di pegang istrinya.


Tahukan ini gunting tajam," makanya jangan macam-macam di luaran sana"sahut Nada.


Iya-iya sayang mas gak akan macam-macam kok,kan cuman kamu istri mas satu-satunya untuk seumur hidup mas,hati ini cuman milik kamu," jawabnya sambil menunjuk dada.


Tapi taruh dulu itu guntingnya," pinta caisar.


Bukanya menaruh gunting itu,tapi justru buat mainan di depan suaminya dengan senyum yang tahan.


"Taruh sayang,jangan buat mainan gitu,bahaya," Ucap caisar yang berhasil meraih gunting itu dari tangan istrinya.


Nada tersenyum tipis dan kembali merapikan dasi sang suami ?",seraya berucap," Mas harus ingat baik-baik itu ! aku tidak main-main dengan ancamanku?' tegasnya.


Iya sayang ,iya ,mana mungkin sih mas main gila,sedangkan istri mas kaya bidadari begini," sahut caisar.


Masih pagi jangan menggombal.


"Pagi MA,PA," Ucap Nada yang tiba di ruang makan bersama suaminya?


Pagi sayang,ayo sarapan? mama sudah buatkan susu untuk kamu ",sahut Belinda.


Makasih ya Ma,sudah di buatin susu ,tapi pagi ini Nada gak sarapan di rumah ma,bolehkan?" Nada mengambil gelas yang berisi susu hamil itu dan langsung meneguknya.


Lho kenapa," tanya sang mertua yang heran.

__ADS_1


"Ini Lo,Mas Tama lagi ngidam ingin makan nasi kuning yang deket kantornya dan mas Tama pengen Nada menemani nya," jelasnya.


"Ya ampun cai kamu ngidam lagi," sahut Belinda dengan kepalanya yang menggeleng ke kanan dan ke kiri.


Ya ,sudah kalian cepat berangakat sana! biasanya kalau siangan sedikit saja sudah habis," kata sang mama.


Kalau gitu Nada dan mas Tama berangakat ya Ma,pa," pamit Nada yang seperti biasa akan Salim dan mencium punggung tangan dari kedua mertuanya.


"Kamu hati-hati ya Nak," Ucap Irfan.


"Iya pa," sahut Nada.


Nada dan caisar berangkat ,tentu saja dengan pengawalan yang ketat dari farel dan temannya.


"Oh iya Mas,gimana kabar bang alexs ? apa sudah membaik dia",tanya Nada yang tiba-tiba teringat laki-laki yang perna menolongnya.


Sudah agak mendingan ,tapi dia harus pakai kursi roda dulu untuk sementara waktu," jawabnya.


Ya ampun separah itu.


Iya kaki kirinya retak,jadi dia harus pakai kursi roda dulu Sampai benar-benar sembuh," sahut caisar.


Kasian ya? kira-kira Alisa sudah tau belum ya," Ucap Nada.


"Kamu gak punya nomornya," tanya caisar ? kalau punya ,coba kabari dia,bilang kalau kekasih nya kecelakaan gitu," perintahnya.


Ya sudah nanti biar di hubungi Mario,dia yang sering ikut alexs saat bertemu," sahut caisar.


Di sebuah restauran,Alisa sedang bekerja.


"Tante telfon," Ucapnya yang langsung mengangkat panggilan masuk itu.


"Halo Tante," Ucap Alisa.


"Al,maaf ya Tante gak ke restauran,Tante lagi dalan perjalanan antar om mu ke rumah sakit," sahut sang Tante dari sebrang telfon.


"Om kenapa Tante," tanya Alisa.


Om,darah tingginya naik lagi," jawabnya.


"Sekarang Tante di rumah sakit mana," Alisa kan menyusul kesana," sahutnya.


Di rumah sakit biasa Al," jawab sang Tante.


Oke,Alisa jalan sekarang? Ucapnya yang langsung mengakhiri telfonya.

__ADS_1


Di rumah sakit


"Lu sudah kasih tau Alisa belum kalau lu ada di sini ?"tanya Mario yang mendorong kursi roda itu menuju tempat terapi.


Belum," jawab alexs singkat.


"Kenapa?" tanya Mario.


Gak kenapa-kenapa," Ucap Alexs.


Sebenarnya kalian itu pacaran atau enggak sih.


Alexs menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


Apa perlu gue yang temui dia dan bilang kalau lu kecelakaan.


Enggak usah Yo," enggak perlu.


Setelah dari acara nikahan bos Caisar itu aku belum ketemu lagi sama dia,apa lagi bertukar kabar," jelas alexs yang terdengar memprihatinkan.


Kenapa enggak lu coba chat dia," tanya Mario.


"Sudah Yo,tapi gak ada balasan dari dia,mungkin dia sedang sibuk bantuin di restauran tantenya," Jawab alexs.


Ya sudah ,sekarang lu fokus sama kesembuhan lu aja dulu? masalah cewek itu gampang," Ucap Mario.


Mereka sudah berada di tempat terapi yang masih satu rumah sakit ,hampir satu jam berada di ruangan itu,akhirnya alexs dan Mario keluar juga.


"Lu mau sesuatu apa enggak," mumpung kita belum kembali keluar? Ucap Mario yang setia mendorong kursi roda alexs.


Gue gak pingin apa-apa kalau lu mau beli sesuatu ,beli saja," gue tunggu di sini?" sahut Alexs.


Ya ,sudah ,lu tunggu di sini? sebentar jangan ke mana-mana? Ucap Mario yang langsung pergi meninggalkan alexs di kantin rumah sakit.


Alexs yang tidak membawa ponsel itu hanya bisa duduk sembari melamun.


Taksi yang di tumpangi Alisa itu tiba di rumah sakit,rumah sakit di mana alexs juga di rawat.


Alexs masih menunggu Mario yang katanya cuman sebentar ,alexs memainkan jarinya dengan kepala yang menunduk.


Coba aku telfon Tante ,om di rawat di ruangan apa," Ucapnya yang mengambil ponselnya di dalam tas.Saat itu juga alexs mengangkat wajahnya,Alisa terhenti kala melihat alexs.


Bang alexs," Alisa berkedip melihat alexs yang duduk di atas kursi roda itu.


Alisa yang terburu-buru karena sudah di tunggu tantenya itu hanya melewati alexs begitu saja.tapi pandangan Alisa tak terlepas dari Alexs yang ikut memandangnya.Rasanya ingin berhenti dan bertanya ,hingga pandangan mereka terputus saat Alisa masuk dalam lift.

__ADS_1


Heeee,lu lihat apa sampai gak berkedip gitu," tanya Mario yang mengagetkan alexs.


Oh,enggak bukan apa-apa?"jawabnya yang tak mau jujur.


__ADS_2