
Belinda yang khawatir dengan menantu kesayangan nya langsung menuju ke kamar nya.
Tok-tok .....tok..
Belinda mengetuk pintu kamar anaknya.
" Sayang,buka pintunya,ini mama sayang," Ucap belinda.
''Iya Ma tunggu sebentar," sahut Nada yang turun dari tempat tidur.
" Kamu habis nangis", tanyanya yang melihat wajah sembab dari menantunya.
"Enggak kok Ma,ini tadi kelilipan debu saja," jawab Nada yang berusaha mengusap kedua sudut matanya yang masih basah.
"Jangan bohong sama mama,apa yang sudah suami kamu lakukan?" tanya Belinda yang menuntun sang menantu untuk duduk di sofa yang ada di kamar.
"Beneran kok Ma,Nada gak papa," Nada masih tak mau jujur dengan mertuanya ,dirinya tak mau jika ada orang lain yang mengetahu masalah rumah tangganya ,walaupun itu Mertuanya sendiri.
"Sayang,jangan takut untuk jujur sama mama,mama kesini itu mau bantu kamu?" Ucapnya seraya mengusap lembut sang menantu.
Nada terdiam,dirinya tampak berfikir sejenak.
"Mama mau bantu apa?" tanyanya yang penasaran.
"Mama tau jika Caisar marah sama kamu ,dia telah cemburu dengan Aska di depot tadi,Nah...mama punya ide..
"Ide apa Ma...
Belinda menjawab dengan membisikan sesuatu di telinga Nada.
"Apa nanti Mas Tama gak tambah marah,Ma? tanya Nada yang ragu akan rencana dari mama mertuanya.
"Itu akan menjadi urusan mama ,yang terpenting kamu ikuti saja apa kata mama,anak itu perlu sekali di beri pelajaran," Ucapnya dengan penuh ambisi.
"Tapi Nada takut Ma," sahutnya.
"Kenapa harus takut? kamu kan punya senjata yang paling ampuh untuk meluluhkan suami kamu," sahut Belinda dengan tatapan tertuju keperut Nada.
''Maksud Mama?" tanya Nada yang ikut menunduk untuk melihat perutnya.
"Iya,kamu gunakan saja si kembar untuk senjata kamu percaya sama mama,suamimu akan menurut jika sudah menyangkut tentang anaknya," kata Belinda.
"Baiklah ,nanti akan Nada coba?" Ucapnya.
"Bagus?" sahut belinda.
"Oh,iya tadi mama bungkus in kamu es campur,mau di makan sekarang apa nanti,biar mama ambilin.
__ADS_1
"Nanti saja,Ma,Nada mau istrahat sebenta,kepalanya sedikit pusing," sahut Nada.
"Ya sudah kamu istirahat saja dulu? mama mau turun dulu ya.
"Iya Ma," sahut Nada.
Setelah mama mertuanya keluar dari kamar,Nada membersihkan diri,setelah selesai mandi ,barulah Nada benar-benar istrahat hingga tertidur.
Caisar yang sudah di tunggu oleh Mario di loby kantor itu pun langsung bergegas pergi lagi.
''Kamu yakin ," micko mau bertemu hari ini juga ," tanya caisar.
"Suda ada konfirmasi dari asistennya bos," jawab Mario.
"Bagus ,aku sudah tidak sabar melihat reaksi micko saat bertemu dengan ku," Ucap caisar.
"Seperti rencana kita dari awal bos ,nnati akan keluar di saat waktu yang sudah kita tentukan,". jelas Mario yang mengingatkan bosnya kembali.
''Iya-iya aku tidak akan lupa," sahut caisar.
Di sebuah restoran jepang yang terkenal di kota itu mereka akan bertemu dengan Micko.
Mario,sang asisten itu keluar dari mobil dengan di temani satu bodygard yang berpakaian serba hitam.
Saat akan memasuki restoran,ternyata micko dan sekertaris nya datang m,sehingga Mario menunggunya di depan pintu masuk.
"Selamat sore," Ucap sih Mario.
"Maaf ,jalannan sedikit macet,jadi saya datang sedikit terlambat," Ucapnya.
"Tak Maslah saya juga baru datang," mari kita masuk dulu," Ucap Mario.
Sebelumnya micko telah memesan tempat restoran itu,tentu saja tempat yang sangat privat,hanya pelayan restoran saja yang bisa masuk tempat itu.
Posisi duduk Mario di depan micko dan sekertarisnya ,Mario tersenyum Samar saat melihat wanita cantik yang di bawa nicko.buka Mario namanya jika dia tidak bisa mencium akal bisik dari micko.
"Tuan,kenalin ini Rara sekertaris saya," Ucap micko.
"Mario," Mario pun lantas ikut memperkenalkan dirinya.
"Rara ,kamu harus mengenal tuan Mario ,karena kita akan sering-sering bertemu dengannya benar begitu Tian,' Ucap micko yang minta persetujuan dari sang pemilik nama.
Mario hanya mengangkat ke dua alisnya dan mengangguk pelan.
"Bagaimana pendapat anda terhadap sekertaris saya tuan Mario," tanya micko.
Mendapatkan pertanyaaan seperti itu membuat Mario yakin dengan akal busuk micko.
__ADS_1
"Cantik,sangat cantik," jawab Mario seraya memalingkan mukanya ke arah wanita itu m,jika urusan wanita Mario memang ahlinya,ahlinya merayu dan menggoda,hingga tak sedikit wanita yang terjerat akan rayuan mautnya.
"Tapi saya mengajak anda bertemu bukan untuk membahas masalah wanita," Ucap Mario yang mulai serius.
Deg....
Micko ketar-ketir akan di cecar pertanyaaan Maslah pembangunan panti asuhan yang tengah ia kelola.
"Kenapa anda begitu serius," santai saja m,bawa happy?" Ucap micko yang berusaha untuk tenang.
"Kita akan bersantai nanti jika anda sudah menjelaskan ,bagaimana bisa pembangunan itu terhenti," sahut Mario.
"Gelek...susah payaj micko menelan ludahnya.
"Sudah hampir satu Minggu tidak ada kegiatan di proyek,di tambah lagi ada sisi bangunan yang rubuh akibat bahan yang anda gunakan itu tidak sesuai.
"Jangan bilang,Jika uang uang di rampok itu uang yang saya berikan," tuduh Mario.
"Bukan begitu,tuan saya bisa jelaskan," sahut micko yang menyenggol sang sekertaris.
"Apa yang akan kamu jelaskan," tanya Mario yang benar-benar serius.
"Memang benar yang di rampok itu uang dari anda,tapi jangan khawatir ,saya telah menyewa orang untuk mencari pelaku perampokan itu ,tak akan lama lagi perampok itu akan tertangkap," jelas micko yang memilih untuk jujur.
"Jadi dia sudah menggadeng Marsel," batin Mario.
"Saya tidak mau tau,hari ini juga,saya membatalkan kerja Sama kita,dan saya mau anda mengembalikan uang yang sudah saya berikan ,bukan hanya itu saja ,karena anda ceroboh maka saya juga minta ganti rugi," tegas Mario.
''Tidak bisa begitu tuan," sahutnya dengan cepat.
"Saya tetap tidak akan mengubah keputusan saya,saya tetap membatalkan kerja sama kita dan anda harus mengembalikan uang yang saya berikan beserta ganti rugi," jelas Mario la lagi.
"Saya tidak setuju tuan ,kita sudah sepakat di awal,dan proyek itu masih tahap pembangunan" tolak micko.
"Pembangunan macam apa yang anda maksud?" pembangunan yang menggunakan bahan yang minim,begitu.
"Untung saja bangunan itu ada sisi yang rubuh ,jadi saya tau bagaimana cara anda kerja." ucap Mario.
"Saya akan perbaiki lagi tuan,saya akan mulai dari awal lagi,tapi tolong jangan batalkan kerja sama kita," sahut micko yang memohon.
"Anda bicara sendiri saja dengan atasan saya," sahut Mario yang membuat micko melongo.
"Jadi ,itu bukan milik anda? ucap micko.
"Bukan" jawab Caisar yang langsung masuk ruangan privat itu.
"Kamu?" Ucap micko yang langsung bangkit dari duduknya.
__ADS_1