
Nila dan kedua anaknya memaksa masuk ke dalam rumah caisar, karna melihat rumah caisar yang seperti bak istana.
Permisi?" seru sari.
" Biar saya saja yang keluar! Farell menjegah satpam yang hendak membuka pintu gerbang.
Permisi," ulang sari.
"Iya ada yang bisa saya bantu," tanya farell.
Kami mau mencari keponakan kami,jadi buka pintu nya dengan benar," kata Nila.
Dengar itu kata ibu saya,cepat buka pintunya,' sahut sari.
Siapa yang anda maksud?" tanya farell yang enggan membuka pintu.
Nada,?"jawab sari.
Dia tinggal di sini bukan," tanya Roni.
"Pastilah tinggal di sini," sahut Nila ,orang sauminya saja pulang kesini.
"Maaf saya tidak bisa mengijinkan kalian untuk masuk," Ucap farell.
"Kamu tidak percaya ya jika kami keluarga pemilik rumah ini! panggil tuan mu untuk keluar,dan saat itu juga ,aku pastikan kamu akan di pecat," Ucap Nila dengan penuh percaya diri.
Baiklah tunggu di sini," kata farell yang kembali masuk ,tak lupa farell juga menutup pintu gerbangnya lagi.
Permisi bos?kata farel sebelum masuk keruang tamu.
"Iya ada apa rell.
Mereka memaksa untuk masuk bos?" ucapnya.
Sudah ku duga," lirih caisar.
Dan mereka pasti akan membuat keributan mas," Ucap Nada.
" Kamu tahan saja dulu ,jangan biarkan mereka masuk ,aku ingin memberi pelajaran ke mereka," Ucap caisar.
"Seberapa pun Mas kasih pelajaran ke mereka,mereka gak akan kapok mas," Ucap Nada.
"Sayang maafkan Mas,"Ucap caisar yang tampak serius.
Kenapa Mas Tama minta maaf?"heran Nada.
"Mas telah menyembunyikan hal penting dari kamu.
Hal penting apa ," Nada semakin penasaran di buatnya.
Beberapa mingu yang lalu aku dpat kabar dari desa,jika rumah kamu di jual oleh mereka ke juragan Wira? jelas caisar dengan hati-hati.
"Apa?
Mas gak bohong kan?.itu rumah peninggalan orang tua ku kenapa mereka jual.
"Jangan marah dulu sayang,bukan juragan Wira yang membeli rumah itu ,tapi Mas.
__ADS_1
Mas Tama? buat apa mas! tanya Nada semakin tak mengerti.
Supaya rumah itu tetap menjadi milik kamu,maaf jika mas baru bicarakan ini sekarang," Ucap caisar.
Ya ampun Mas,aku sudah hampir marah karena harus kehilangan rumah itu," Ucap Nada.
Aku tidak akan membiarkan milikmu di ambil orang lain,walaupun itu keluarga mu sendiri yang serakah itu," jelas caisar.
Terimakasih ya Mas," Nada lantas memeluk suaminya.
" Setelah melapor ke bos nya farell kembali keluar dan menemui Nila dan ke dua anaknya Nila.
"Maaf Bu,tuan kami tidak memberi ijin?"Ucap farell.
"Bohong pasti kamu bohong",Ucap Nila yang tak terimah.
" Kalau ibu memang ada perlu dengan keponakan anda,Silahkan anda telfon terlebih dahulu," sahut farell.
"Bagaimana ini Bu kita kan tidak punya nomor nya sih Nada," bisik sari.
Kamu Tenang saja ," sahut ibunya yang juga berbisik.
" Pak barkann kami masuk? kami ini benar-benar keluarganya Nada," kata Roni.
Tapi tuan Caisar tidak memeberikan ijin kepada kalian untuk masuk," timpal farell.
Wah...sombong sekali kau rupanya," omel Roni.
Nad,..keluar kau Nad,ini bibik mu Nila," Ucapnya yang berteriak.
Biarkan saja,kita tunggu sampai suaranya hilang baru kita keluar," Sahut caisar dengan santai.
Nada...keluar Nad? ini bibik mu .Nila Kemabli berteriak dan menggebrak pintu gerbang itu.
" Ampun deh Mas,satu orang saja suaranya sudah kaya orang demo jumlahnya ratusan," keluh Nada.
"Aduh,siapa sih Cai? berisik banget," tanya belinda merasa terganggu.
Mama,Nada langsung bangkit dari duduknya.
" Maaf,Ma,itu bibik Nada dari desa," Jelas Nada yang tak enak hati kepada sang mertua.
"Kenapa tidak di suruh masuk," kata belinda.
"Mama pengen tau kan orang yang sering jahat ke menantu mama saat di desa," tanya caisar.
Ya itu dia Ma,orangnya ada di depan sana," lanjut caisar.
"Mama,jadi penasaran.? Ucapnya yang langsung keluar dari rumah.
Mama tunggu," Nada pun mengikuti mertuanya.
" Nada,keluar ini bibi mu datang jauh-jauh dari desa," teriaknya lagi.
Tiba-tiba pintu gerbang terbuka.
"Berisik banget tidak punya sopan santun ya menamu di rumah orang," omel Belinda.
__ADS_1
Nila membelak dengan wanita yang seumuran dengannya tapi masih terlihat sangat muda dan cantik,Nila menelisik penampilan belinda dari ujung kaki hingga ujung rambut.
"Akhirnya bisa bertemu dengan anda nyonya besan," Ucap Nila yang sok manis.
Besan," ulang belinda.
" Betul nyonya aku ini besan mu,aku bibiknya Nada," jelasnya.
Belinda hanya menanggapi dengan tatapan susah di artikan.
" Di mana keponakan ku yang cantik itu? tanya Nila.
"Ada apa bibik datang kemari.
Muncul Nada dari balik sang mertua.
"Akhirnya keluar juga kamu?" kata Nila.
Nada memutar bola matanya dengan rasanya ia sangat malas meladeni bibiknya yang tak tahu diri itu.
" Ada perlu apa bibik datang kemari," tanya Nada dengan Malas.
" Apa kamu tidak mau menyuruh bibik mu ini untuk masuk ke dalam," tanya Nila.
Maafkan keponakan saya nyonya besan,dia memang seperti itu,tidak punya sopan santun kepada orang tua," Cerocos Nila.
Mendengar ocehan sang bibik membuat Nada semakin Malas," sedangkan belida melirik menantunya sekilas.
" Minggir,bibik mau lewat? tanpa di persilahkan masuk Nila menerobos masuk ke dalam.
Hey,hati-hati tidak kalau jalan," Ucap belinda yang sigap menahan sang menantu yang hampir terjatuh kerena di senggol dengan kasar oleh bibiknya.
"Maaf nyonya besan,saya tidak sengaja ,kamu sih gak mau minggir," sahutnya yang tak punya rasa bersalah sama sekali.
Lagi pula siapa yang menyuruh kalian untuk masuk? tanya belinda.
"Duuh..Besan ku yang cantik,di luar sangat panas sekali ,apa anda tega melihat kami yang kepanasan," jawab Nila.
" Kenapa tidak? saya tidak mengenal mu,jadi buat apa untuk peduli," sahut belinda yang membuat Nila mendelik serta menelan ludahnya dengan kasar.
"Saya kan sudah bilang,jika kami keluarga Nada dari desa,apa selama ini Nada tidak cerita tentang kami," Kata Nila.
"Buat apa menceritakan bibik," sahut Nada.
Oh..jadi kamu tidak mengakui bibik mu ini lagi," tanya Nila.
"Sekarang aku tanya sama bibik,apa selama ini bibik menganggap Nada sebagai keponakan enggak kan.
"Sekarang setelah tau aku di nikahi Sama Mas Tama yang ternyata orang kaya,kalian datang kemari dan menganggap ku sebagai keponakan? duh..duh sebenarnya kalian terbuat dari apa sih ,kok tidak punya Malu sama sekali.
"Jaga bicara mu ya," sahut Roni ,yang sopan kalau bicara dengan orang tua," lanjutnya.
Sopan," tanya Nada.
"Sopan yang seperti apa?! ah aku tau sopan yang kamu maksud," Nada menjeda sebentar Ucapnya.
"Sekarang juga kalian pergi dari sini," Usir Nada l?serta menunjuk ke pintu gerbang.
__ADS_1