Pertarungan Bos Dan Bawahan

Pertarungan Bos Dan Bawahan
Perselisihan


__ADS_3

Andien bersiri, melepaskan blezernya. karena Andien merasa gerah.


Dalaman hitam itu belakangnya super sexy dan bagian depan menunjukkan perut datar Andien.


Andien melangkah ke arah Dj yang sedang memainkan musik, disana banyak pengunjung berdisko.


Andreas berbisik dan sang Dj memberi tos pada Andien.


Andien pun memulai menuetel lagu dan melakukan beberapa aksi nya.Musik bergema di sana.Lebih hita dan membuat para pengunjung menari.Andien mengambil lagu nuna nuna by Jessi.


Gaya Andien menari dan di depannya temannya bergaya kocak.Andien bernyayi sambil dance sesekali.


Reyhan langsung menuju ke arah Andien.Andien hanya tersenyum.


Andien membawakan sebuah lagu I gotta feeeling by Black eyed peas.


Pengunjung pun melompat dan mengikuti alunan suara Andien.


Andien merasa gerah.Reyhan memberi saputangan dan sebuah kaus buat Andien.


Andien tersenyum.Andien mengingat masa masa terpuruknya, yah, Reyhan melakukan hal yang sama .Selalu membawa kaos nya buat pakaian ganti Andien.


Andien meminum air mineral yang dj berikan Andreas.


" Ibu kita Andien, luar biasa, multitalenta, nge DJ ampun, mantaffffff," ujar Andreas mengacungkan dua jempolnya.


" Belajar dimana Ndien."


" Kan aku udah bilang, semasa SMA di Singapura asik bandek pergi ke diskotik, yah dari sna banyak kenal teman mas Rey, mereka ngajarin nge DJ".


Sesudah melap kering keringatnya, Andien pun menuju toilet.


Andien menukar pakaian nya. Wangi aroma Reyhan masih begitu terasa di kaos itu.


Andien merindukan leluarga Reyhan, yah membutuhkan mami Reyhan mendekapnya.Melihat Alex dengan beberapa wanita, akhirnya menyadarkan Andien, ucapannya anti wanita ,itu salah, buktinya dia bisa pergi dan jalan bareng beberapa wanita dengan teman temannya.Andien menghapus air matanya.Mencuci wajahnya agar segar.


Andien masih bersyukur ,dirinya masih utuh, setidaknya harga dirinya tidak bisa di beli dengan uang.


Ketika Andien membuka pintu kamar mandi, sosok Alex tepat berada di depannya.


Andien mundur dan berjalan dari samping Alex.


" Ndien...".


" Permisi bos," hanya kata itu yang sangat sulit Andien keluarkan dari mulutnya.


Ketika Andien melangkah, Alex mwncekal tangan Andien.

__ADS_1


Andien menatap tajam ke arah Alex.


" Ada perlu apa pak?".


" Kamu marah Ndien?".


" Gak pak, marah sama atasan mana dibenarkan.Saya hanya karyawan kecil, makan gaji," ujar Andien.


" Kamu salah paham Ndien".


" Gak ada yang salahn pak, klien Kesliy Walex, Rebeka juga ada disana. Hmmm, koleksi lengkap. Ternyata aku hanya permainan buat pria kaya, ":ujar Andien teratwa.


" Baiklah, karena belang kamu sudah ketahuan, selesai ," ujar Andien melangkah pergi.


Namun Alex kembali meraih pergelangan tangan Andien.


" Ndien ,kamu gak bisa giniin aku".


" Siapa bilang aku gak bisa, apa karena kamu kaya,? berkuasa? mencicipi vodca dan aneka minuman milyaran? kamu bisa membeli apapun eengan uangmu ,tetapi tisak bisa membeli cinta dari rakyat jelata," ujar Andien menghentakkan genggaman tangan Alex.


Andien kembali ke teman temannya.Mereka saling ngobrol.


" Balik yukkk",ujar Toni".


" Aku sama tante dan om yah malam ini, lagi kangen".


Semua mengangguk.


Andien menemui Mami dan Papi Ryhan, Mereka pun berjalan.Andien dalam pelukan sang tante , Reyhan dan papinya mengikutinya dari belakang.


" Kenapa? apa lagi sedih nak?".


" Dikit aja kok Tan".


" Beneran dikut?".


Andien mengangguk.


Andien duduk di depan, orangtua Reyhan duduk di kursi belakang.


" Ndien,kalau kalian menikah, mami dan paoi bakalan tenang."


" Kamu anak almarhum sahabat terbaik mami."


" Kamunkenapa gak.mau panggil Tante dan om ,papi dan mami Ndien?".


" Papi dan mami Andien hanya satu," ujar Andien terisak.

__ADS_1


Amalam itu Andien tidur dalam pelukan mami Reyhan. Andien hanya cerita, dia kecewa pada pria yang dia sukai, dia sadar dia bukan siapa siapa.


Ketika pagi datang, Andien ngomong sama Reyhan berdua.


" Aku minjam uang mas 3M buat bayar pelanggaran kontrak," ujar Andien.


" Aku mau balik ke Canada mas".


" Baik, minta no rekening perushaaannya", ujar Reyhan.


Andien mengangguk.


Reyhan memeluk Andien.Reyhan tahu apa yang Andien rasakan.


" Kamu mau kembali kan ke perusahaan mas?".


Andien mengangguk.


" Wajah bantal, gih mandi, biar mas antar ke mess".


" Nanti Sore mas jemput".


Andien mengangguk.


Andien bergegas mandi, sarapan dengan keluarga Reyhan.


Reyhan mengantar Andien ke mess , kemudian Andien pun kembali ke kamarnya.


Andien tidak mengacuhkan sosok Alex yang menahan amarah nya ,melihat Andien dan Reyhan baru kembali.


Ketika Andien membuka pintunya, Andien berbalik mau menutup pintu, sosok Alex sudah berada menahan pintu, Alex masuk ke kamar Andien.


Andien berjongkok mengambil pakaian dari kopernya.


" Mereka teman mas, mengajak mas ke pesta, gak tahu pesta siapa, rupanya pesta Kesley."


Ansien hanya diam, tidak mengatakan apapun.


🌳🌴🌳🌴🌳🌴🌳🌴🌳🌴🌳🌴


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


.


__ADS_2