Pertarungan Bos Dan Bawahan

Pertarungan Bos Dan Bawahan
Pulang Lebih Awal


__ADS_3

Kontrak kerja mengalami perubahan, Alex bersama tim kelabakan menghadapi serangan dari Alkan.


Alex sangat kerepotan menghadapi serangan dari tersebut.Namun Alex kekeh tidak menyerah.


Namun waktunya kembali tersita, dan kembali harus lembur.


" Makan lah bos, bos bukan robit dan mesin".


" Jika dia menang Ben, pasti kita akan menjadi hilan bulanan nya. Dia akan kekeh ngejar isteri aku, dia gak terima ,kamu liat aja."


" Persaingan sehat gak masalah, asal jangan mereka buat hal licik, perkuat sistim keamanan di cabang dan pusat, itu perintah saya ," ujar Alex.


" Kalau non Andien ada, pasti bos gak kelabakan banget".


" Andien baru sehat Ben, kesehatan Andien lebih dari harta apapun, aku gak mau, isteriku kelelahan lagi Ben."


" Tetapi jika waktu bos tidak ada buat isteri kamu bos, takutnya isterinya bos merasa ditelantarkan, lebih berabe lagi, apalagi sedang hamil, pasti minta di perhatikan lebih bos."


" Kita kerja di rumah aja bos, sambil bisa melihat non Andien.Kasihan dia di rumahkan ,gak ngapa ngapain."


Alex mengangguk.


" Baik, yuk kita pulang".


" Tetapinisteriku lagi jalan dari siang tadi sama Dikta temannya."


" Nih di Wa gak balas".


" Kita kerja besok aja deh di rumah, nih sekarang dikantor dulu," ujar Alex.

__ADS_1


Andien menjemput Dikta ke hotelnya.Mereka pun jalan ke mall. Andien, Dikta, Sinai dan Sharon sibuk berbelanja pakaian dalam.Dikta mengatakan pada Andien, di kehamilan 3 bulan ke atas ,bra akan berganti gak muat, pakaian dalam juga. Jadi Andien membeli stok.


Sinai dan Sharon gantian mendorong Andien dengan kursi Roda.Hanya sesekali Andien berdiri.


" Kamu semakin cantik Ndien".


" Gak ada uang receh," ujar Andien tertawa.


" Gue kalau liat suami lu Alex ,rada cinta banget ke lu Ndien."


" Kita nongkrong, tangannya tetap kekeh sebelah genggam tangan lu, setidaknya peluk pinggang lu. Mau ketemu sama yemen sjami lu, mau ketemu sama kami, sama kan Ndien."


" He eh...beneran", ujar Andien tertawa.


" Keliatan banget cinta nya suami lo, gedek dsri cinta lu Ndien."


" Ngomong sama lu lembut banget".


" Paling pelamoiasan kecemburuannya karena kamu jalan bareng Reyhan kan?".


" Iya beneran. banyakan gitu.Kalau gue udah jalan sama Reyhan, ada aja pekerjaan gak beres alasan dia banyak banget.Gue lagi keluar, dia suruh lembur. ngantor. weekend masuk, eh di kira kerja di kantor, di rumah, bayangkan aja, kesalnya liat wajah bos reseh dari pagi sampai malam."


Sinai ,Sharon dan Dikta ngakak tertawa.


" Kamu beruntung di gilai suami dan mantan bos.Jika saat ini waktunya lembur dan sibuk kerja, pasti nyiksa dia banget, aku jamin," ujar Dikta ngakak.


" Nih liat , wall Wa penuh. Lain tuh handphone Sinai dan Sharon."


" Gimana kerjaan mau siap, pikirannya ke isteri melulu," ujar Dikta ngakak.

__ADS_1


" Kalau lagi cemburuan, tingkah big bos ngeri gitu, pakai aksi nge kill ,buat tanda sabetan di leher yang benar aja kan, ngeselin, " ujar Andien.


" Jadi lu balas gimana Ndien?".


" Gue balas pakai weeek julurin lidah kalau gak gue tarik mata gue. terus pergi,masa bodoh ,perang melulu, gak betah kan punya bos reseh gitu", ujar Andien ngakak ingat tingkah kejahilan Alex.


" Nkn di Jndia aja, gelisahnya bog bos ampun ampun,apalagi ada Tuan Alkan ngebet banget sama non. Gitu rjndu lansung tancap gas ke India, bingung pastinya ,Benyamin lah kelabakan ngurus semua."


" Sampai di India, mau balik kembali , yah gelisah."


" Big bog kalau jalan, gandeng tangan non, kekeh gak lepas, pakai masker, bahkan dres kelipat gak rapi di benerin.Bisa juga , bos cuek, bos es batu, gitu peka yah, ketika punya seseorang yang sangat berarti, Sinai sama saya aja heran."


" Maklum aja, sejak SMA di kejar, sampai tamantan, sampai kerja,gitu dapat gak di lepas, sayangnya sesayang sayangnya," ujar Dikta.


" Apa semua abadi?".


" Entahlah, tergantung individu juga kan," ujar Sinai.


🥰😍🥰😍🥰😍


Mana Like nya Guysss


Makasih koment nya


Jangan lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


salam sehat dan bahagia selalu❤


__ADS_2