Pertarungan Bos Dan Bawahan

Pertarungan Bos Dan Bawahan
Kembali Bekerja


__ADS_3

Alex kembali ke dalam kamar, masih melihat Andien tertidur pulas.


" Mas pamit ya yaaaang, sarapan dan wajib merindukan mas".


" Maaf mas harus bekerja,karena banyak orang yang bergantung juga dengan perusahaan kita, banyak para pekerja yang loyal membantu perusahaan kita yaaang, jaga diri ya yaaang."


Dengan penuh kasih sayang , Alex mendekap tubuh Andien.


" Mi, kalau Andien mau bawa mobil, jangan di kasih ya mi, atau sepeda motor, kalau keluar ,ijin Alex dan suruh Sinai atau Sharon yang kendarai."


" Ya nak."


Alex pun berangkat bersama Benyamin, Juan dan Carlos, asisten Alex yang lain. Sinai dan Sharon menjaga Andien , Alex sudah menugaskan mereka.


Langkah Alex begitu tegas memecahkan kesunyian pagi, suasana kantor sudah sibuk seperti biasa.


Begitu banyak mata terpukau dengan kharisma yang di miliki Alex.


Benyamin, Carlos dan Juan tersenyum.


" Banyak kelompok yang patah hati, bisik Juan ke Carlos dan Benyamin".


" Hmmm, pernikahan big bos ,hanya orang tertentu yang tahu, jadi sebelum non Andien siap,jaga mulut dan jangan ember. "


Mereka mengangguk.


" Jauhkan non Lisa, Kesliy walex, dan ingat sosok pria Alkan kumar, Robien juga harus kita awasi, mereka ter obsesi dengan non Andien."


Ketika Andien terbangun, Andien terkejut melihat jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi.

__ADS_1


" Ketiduran sampai segini banget".


Andien menoleh ke samping, sosok Alex sudah tidak ada.


" Pagi non, saya Berta, tempat tidur dan ruangan biar saya yang bersihkan non, itu pesan tuan."


Andien tertawa.Alex sangat tahu, bahwa Andien paling malas rapiin sprei dan selimut.


Andien tiba tiba berdiri.


Berta terkejut.


" Non hati hati, pesan tuan, non di jaga ,karena non tomboy."


Andien menggaruk kepalanya.


Andien membersihkan dirinya, bergegas mandi dan mengenakan pakaiannya.Udara dingin menusuk tubuhnya.


" Kita akan pindah, rumah ini gak sesuai lagi sama mantu mami."


Andien mengerutkan dahinya.


" Gak sesuai gimana mi?".


" Naik turun tangga gak baik kalau hamil muda nak, lain lagi kamar di atas, rumah inj gak ada lift lagi".


" Mi, hitung hitung olah raga, gak masalah mi, apa iya sih semua rumah harus ada lift kalau sedang hamil muda.Yang rumahnya punya tangga gimana."


" Harus baik baik di jaga nak".

__ADS_1


" Gak usah berlebihan juga mi, biasa aja.Orabg di kampung kamoung lebih kuat mi, melahirkan normal, karena naik gunung turun gunung, mana bekerja di hutan, di kebun juga kan."


Mami Alex tertawa.


" Gak usah di bawain banget mi, dijalani aja seperti biasa mi."


" Tetapi memang Andien akui, entah kenapa lebih manja, biasanya Andien lebih mandiri, kerasa beda dari biasa."


" Apa mual Ndien?".


" Enggak mi".


" Gak enak banget pengangguran gini," ujar Andien menunduk.


" Bicarakan dengan Alex nak, baik nya gimana. Jangan beda beda tempat kerja, susah nak.Lagian jagain suami, biar gak di rebut pelakor".


" Suami mau di borgol sekalipun mi, kalau otaknya rusak dan penghianat, tetap penghianat mi,kalau di biarkan, jika memang setia, yah setia. Setia gak harus di bilang mi, tetapi perbuatan."


" Kalau mami dulu, kekeh ngikutin papi mu tygas, mau sekuat apa pria Ndien, lebih para pelakor, gak ada nurani Ndien. Menggoda tingkat dewa.Kita jadi isteri harus lebih lihai dari pelakor.Pandai rawat diri Ndien, biar awet."


" Mi, tahu gak, memang merawat diri wajib, bukan hanya buat suami, tetapi buat diri sendiri.Tetapi cinta gak harus memandang fisik, Andien salut melihat seorang pria menggendong pengantinnya ketika menikah, karena sang wanita gak ada kaki nya, cinta yang luar biasa kan mi, ada juga kasus nya pria yang gak berkaki, di cintai wanita normal, terbuat dari apa hati mereka, bisa seindah itu mencintai".


" Benar Ndien, kita masih belum bisa mencintai sesempurna itu, " ujar mami Alex.


❤❤❤❤❤❤


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2