
" Kenapa kamu membentengi dirimu dengan hadir ku Ndien ?" ujar Alex.
" Aku dan kamu sangat beda mas,beneran ."
" Terus ,kalau bagi aku gak menjadi masalah, kenapa kamu permasalahkan Ndien ?".
" Kamu menyukaiku kan, jujur".
Andien hanya menunduk diam.
" Apa mencintai seseorang berbeda status dan strata salah? gak kan Ndien, buat cinta gak butuh itu semua."
" Benar, tetapi sulit berada di seputar kamu mas. Kamu bukan orang biasa, dan aku siapa mas, anak yatim piatu, perushaan papinya bangkrut, terlilit hutang, dan ketika aku hidup dafi nol, itu sungguh menyakitkan. Untuk makan saja aku hadus berpikir, buat menopang hidupku, aku gak mau, hanya di cap orang menggantungkan hidup seperti benalu, gak mas, aku adalah aku, yang bisa hidup dengan caraku, tanpa bantuan siapapun."
" Kamu gak salah Ndien, sampai kapan harus mikirin apa kata orang, sampai kapan kamu maju, jika mendengar kata kata mereka."
Andien memandang laut, hari tidak lah terik, udara sejuk, membuat udara lumayan dingin.
" Apa kamu tidak lelah mengenalku mas?".
" Tidak, terkadang saat lelah, aku akan menyemangati diriku sendiri, kamu bukan obsesiku, bukan.Kamu wanita yang aku cintai, kamu beda dengan wanita lainnya, dan aku sadar, aku hanya mencintai kamu, sungguh".
" Pria sukses akan di ikuti wanita yang bnayak, awalnya tidak, tetapi ketika menikah,lambat laun akan bergeser semua itu mas".
" Kamu salah menilai Xa ,gak semua pria seperti itu, iman yang kuat, teguh dan contoh dari orangtua, itu membuat pondasi kuat bagi seseorang, jika mau berbuat curang dan dosa, itu berulang kali dia harus pikirkan."
" Jika kamu menyangsikan mas, kita buat surat perjanjian, kita buat sanksi jika mas menduakan kamu ketika kita menikah, punya anak, mas siap apapun yang kamu mau Ndien . Mas gak mau pacaran lama lama, karena mas juga ingin seiring waktu kita lebih mengenal, punya pewaris dari apa yang mas kerjakan, bekerja, bekeluarga, menikmati hidup dengan orangtua."
Alex meraih tubuh Andien menaruh kedua telapak tagannya dan langsung mencium Alexa dengan ciuman lembut dan hangat , Alexa melototkan matanya, namun Alex terus dengan erat mengunci tubuhnya.
__ADS_1
Perlahan Andien larut dalam ciuman panas itu.Alex mendekap dan saling belajar melakukan ciuman pada Andien. Andien melepaskan ciuman ,dengan menghirup udara sebanyak mungkin.
Alex teraenyum dan mendekap Andien.
" Aku Ada Ndien, kamu jangan takut, aku ada buat kamu, andalkan aku jika kamu butuh, aku gak keberatan."
Sebuah telepon membuat Andien kembali ke dunianya lagi.
πHallo
π Dengan miss Andien.
πYa , saya sendiri.
π Lusa akan ada testing ke 3, testing terakhir dari perusahaan distret joil, anda di minta datang pukul 8 pagi.
π Baik, ujar Andien tersenyum bahagia.
πTerima kasih," ujar Andien .
Andien memandang handphone nya.
Satu peluang dia akan berjuang lagi.
" Kamu akan testing lagi Ndien?".
" Hmmm, proses seleksi perusahaannya standart internasional, proses terbuka, tanpa ada unsur KKN, semua transparan, siapa mampu, dia memenangkan pertarungan," ujar Andien.
" Maka berusahalahhhh Ndien."
__ADS_1
" Pasti mas, kalau oun tidak masuk, aku sudah melamar kerja juga, dapat dari Mark, perusahaan skalanya tidak besar, setidaknya bekerja ,tidaknpengangguran", ujar Andien terus terang.
" Mungkin kalau orangtuaku masih ada, semua akan berbeda, masih panjang perjalanan ini, aku harus menyemangati dir"i, ujar Andien.
" Kamu mampu kerja dinlapangan, dan di darat Ndien?".
" Mampu dong mas, kuliah teknik industeri, semua hal di cakup, iatilahnya tahan banting".
" Benar, makanya orang seperri kita teliti,jeli, dan sangat bagus psikologi nya, karena apa yang kita kerjakan sangat kritis buat alam, buat masyarakat luas, sedikit lalai,maka akan berakibat fatal."
Andien mengangguk.
" Makan yuk Ndien, udah siang".
Alex mengajak Andien menuju sebuah meja, koki pun menyajikan aneka hidangan seefood, Alex mengopek udang buat Andien.
" Gak alergi apapun kan Ndien?".
" Alergi jamur mas, hanya gak fatal, kalau makan, badan merah, dan gatal, gak parah".
Alex mengangguk.
πππππππππͺ΅π
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment