Pertarungan Bos Dan Bawahan

Pertarungan Bos Dan Bawahan
Great Oil Dan Dialler oil


__ADS_3

Kesliy meminta Alex menemaninya makan di daerah perkotaan. Sebagai tuan rumah, sebenarnya Alex enggan, menyuruh perwakilannya yang membawa tamu, namun Kesliy mau dirinya yang membawa.Alex sengaja membawa Benyamin dan Bian, menemaninya membawa Kesliy, Kesliy juga bersama satu orang asisten wanitanya.


Mereka menuju ke sebuah hotel, di hotel ini terkenal aneka makanan super lezat.Banyak wisatawan yang selalu berkunjung kesini.


Alex banyakan diam, hanya Kesliy yang terlihat over acting mewarnai pembicaraan.


Andien pun malam itu ,berada di restoran bersama kedua orantua Reyhan dan Reyhan sendiri.


Pelukan mami Reyhan membuat Andien tenang, menghapus air matanya.


" Makan yang banyak Ndien, Tante sangat merindukan kamu, kalau liburan, beritahu ya Ndien.Kenapa sih pakai pindah segala, apa Reyhan tidak baik Ndien?".


" Gak ada sangkut paut dengan Reyhan Tan, beneran.Hanya mau nambah pengalaman."


Musik dansa pun bergema di ruangan restoran,menambah keromantisan suasana.


" Dansa denganku Ndien, " ujar Reyhan.


" Gak deh Rey, suasana hatiku lagi up and down."


" Om dan tante aja dansa, Andien penonton aja dehhh", ujar Andien.


Andien meneguk anggur , udara dingin membuat nya sedikit kedinginan.


Reyhan memberikannya syal dan sebuah mantel .


" Dingin Ndien".


Andien mengangguk.


" Andai mas ku ada ,dia sebaya dengan mas".


" Susah ,jangan sedih, kami datang temani ,biar kamu gak merasa sendiri.Mami sama papi sibuk , dari pagi".


" Makasih mas, kalian selalu menyediakan waktu buat hari bersejarah dalam hidupku. Aku hanya punya kalian, sejak kepergian kedua orangtua dan mas ku".


Reyhan mengelus lembut puncak kepala Andien.


Air mata Andien perlahan mengalir di kedua pipinya.


Reyhan langsung memeluk Andien.


Andien menangis tersedu sedu, mengingat kilas balik kejadian hidupnya.


" Mungkin kalau aku gak tante sama om bawa ke rumah, aku juga bakalan tidak ada lagi, sampai saat ini aku gak tahu mas Rey, kenapa aku masih hidup, sendiri itu berat, " ujar Andien.

__ADS_1


" Menangislah, agar membuatmu lega Ndien."


" Terlalu banyak luka yang kamu jalani, hidup yang tidak mudah, semua pasti ada rencana Tuhan Ndien, percayalah."


" Jangan menyerah cantik, kamu akan bahagia, akan mempunyai seseorang yang mencintaimu tanpa syarat ,yang sungguh sungguh mencintaimu, sungguh sunggu mencintaimu sepenuh hati, Tante yakin nak, " ujar mami Reyhan.


" Ahhh , tante pengarang novel dehhh, " ujar Andien manja memeluk lengan mami Reyhan.


" Aku belum pernah siap Tan, kehilangan diri keluargaku Tan, aku masih ingin bermanja ,mereka selalu berada dalam hatiku, sungguh berat mereka hilang dari pandanganku. Aku sulit untuk iklas Tan, sulit banget rasanya."


" Kamu cukup mengingat cinta mereka buatmu Ndien, buat mereka bangga ,kamu bisa kuat lalui hidup.Dalam kehidupan, selalu ada datang dan pergi. Siap atau gak siap,kita harus menjalaninya."


" Dalam sehari aku kehilangan mami, papi dan mas.Aku menjadi sebatang kara di dunia ini. Andien sampai gak tahu mau nangisi siapa Tan".


" Kamu down banget, setiap tanggal hari ini Ndien, mata kamu akan bengkak begini, sudah ahhhh, Tante datang ,mau liat kamu. Nih permen kesukaan kamu, masih ingat?".


Andien mengangguk.


" Andien ke toilet dulu ya Tan.


Andien pun menuju toilet.


Alex mendengar semua pembicaraan Andien dan kedua orangtua Reyhan.


Andien mencuci wajahnya .Dan merapikan riasannya. Namun kembali air matanya mengalir, Andien hanya bisa duduk di sebuah kursi.


Sebuah sosok berjongkok di hadapannya. dan tangan itu menggenggam tubuh Andien. Andien sangat terkejut melihat sosok Alex disana. Andien mengambil tisu dan menghapus air matanya.


Andien berdiri dan tidak mengatakan apapun.


Alex menahan langkah Andien.


" Kenapa menghindar Ndien."


" Maaf pak, " ujar Andien.


Andien melihat sosok wanita yang sore tadi disana sedang mencari Alex.


Andien tidak mau menjadi penghalang bagi siapapun.


Andien duduk dan melahap makanan di hadapan nya perlahan, mengalihkan perhatian.


" Akkkk Ndien".


Andien tersenyum, bergurau mau menyuap Reyhan. namun menyuap mami Reyhan.

__ADS_1


Reyhan dan papinya pun tertawa.


" Kalau dulu aku buat gitu ke mas, dia bakalan tertawa banget mi, " ujar Andien kembali mengingatkannya pada almarhum mas nya.


" Kenangan itu sangat berat rasanya ya Ndien, tante juga gak akan bisa sekuat kamu."


" Makanan nya di makan mas, biar balik".


" Apa udah lelah meweknya Ndien?".


" Udah lelah, dari pagi nahan perasaan , gitu tabur bunga krisan di laut, Andien gak bisa nahan lagi, lain tante ,om dan Reyhan datang".


" Cukup hari ini sedihnya ya Ndien, jangan mewek lagi, janji, " ujar Reyhan.


Andien mengangguk.


" Dua hari terberat , tanggal hari ini , hari ulangtahun, dan satu lagi tambahan Natal dan tahun baru, beneran berat," ujar Andien.


" Usah Tan, yuk balik".


" Kita nge mall bentar, udah lama tante gak negmall bareng anak cewek tante,mumpung ada dua bodyguard kita Ndien."


Andien tersenyum.Andien membeli beberapa pakaian buat mami papi dan Reyhan. Reyhan membeli sepatu sport buat Andien.Ternyata sepatu couple lan bareng Reyhan.


Andien sangat suka modelnya.


" Jadi mantu tante gak mau, kalau gak ,tante usah nyaman Ndien, ounya anak dan mantu seperri kamu".


Andien hanya tersenyum.


" Andien gak mau Tan, mas Rey usah seperti abang sendiri, sangat sulit jika tiba tiba menjadi suami."


" Di coba nak, di usahakan."


Andien hanya menggelengkan kepalanya.



Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2