
Andien keluar , setelah semua testing yang di ikutinya selesai.
Pemberitahuan buat testing kedua akan di infokan melalui telepon.
Andien pun mengangguk,testing hanya 3 hari. Langkah kaki Andien berhenti saat hanya menunduk, dan diapun meminta maaf, namun wangi parfum yang dia tanrak, sangat khas, Andien pun menengadah.
" Di bawah banyak berlian Ndien, makanya kamu mandanginnya sampai segitunya", ujar Alex.
Andien tersenyum.
" Apa kamu lelah?".
" Hmmm...".
" Aku antar Ndien".
" Aku jalan aja deh Lex. Tadi sebelum kesini, aku ada melihat tempat makan ramai. katanya murah meriah muntah, aku lapar."
" Dekat mana Ndien?".
Jalan nuju stasiun kereta api.
" Jadj kamu mau balik dengan kereta api? ," tanya Alex menggarukkan kepalanya.
" Yupppp".
" Yuk, kita nuju stasiun di antar supir aja.Apa gak mau naik mobil aku aja Xa?".
" Gakkkk, makasih".
Alex pun menemani Andien berjalan, stasiun kereta api, tidak jauh dari perusahaan. Alex pun memerintahkan sang supir buat balik ke kediamannya.Alex menemani Andien berjalan.Sang supir sampai bengong dengan tingkah sang tuan, tidak pernah begini ,selama ini pada wanita.Sang supir memfoto Alex dan Andien
Alex memakai topi dan maskernya.
Andien tersenyum.
" Gak usah ikut".
" Wajib," ujar Alex dengan penuh tekad.
Andien tersenyum.
__ADS_1
Perusahaan tempat Andien interview takjub dengan hasil test Andien, nilainya mengimbangi nilai CEO mereka.Dan data Andien pun langsung di lihat para petinggi di perusahaan.
" Dia satu fakultas dengan Tuan muda. tuan muda pasti mengenalnya, " ujar seorang petinggi.
" Tempat dia bekerja juga sangat kehilangan dia, dia sangat handal, teman saya ada bekerja di perusahaan Andien kerja, saya baru nelepon dia. Kata mereka dia wonder woman. Permatanya perusahaan mereka.
" Dia keluar alasan sang bos mencintainya , dan dia juga di cintai beberapa pria lumayan jabatannya.Dia menghindar, " ujar sang bapak tersebut.
" Saya okey," ujar beberapa pejabat.
" Panggil dia besok, untuk test interview ke dua ," ujar seorang bapak.
Semua pun mengannguk.
" Nilainya jauh banget di bawah nilai yang lainnya," ujar seorang wanita petinggi kantor.
Semua berdecak kagum.Laporan nilai interview Andien, sudah masuk di kirim pegawainya. Alex mendapatkan Wa dari pekerjannya. Alex tersenyum mendengar memandang nilai Andien, imbang dengan nilainya.
Alex mendekap Andien, sama dengan kejadian pertama. Andien hanya pasrah melihat ulang Alex.
Andien tidak mengatakan, dia menguji sang CEO.Andien melajukannya, apa Alex bisa merskyat? dan ternyata bisa.
Andien pun tersenyum ,setelah berjalan beberapa
blok.
Andien melihat senyuman Alex.
" Mau ikutan makan?".
Alex mengangguj.
Mereka pun mencoba beberapa masakan.Mereka mencari meja pojokan.
Alex sesekali menghapus bibir Andien dengan tisu.
" Makan nya kenapa celemokan Ndien, jangan marah, aku akan langsung mencium dan menghapus noda di bibirmu, " ujar Alex.
" Ihhhh...," ujar Andien.
Alex tersenyum.
__ADS_1
Mereka makan dengan lahap.
" Kamu nginap di mana Ndien?".
" Jangan banyak gaya deh,kamu tahu aku nginap dimana," ujar Andien tersenyum.
Andien sungguh tersentuh, Alex bisa berbaur dan gak gengsi layaknya pria kaya lainnya.
Hati Andien sangat terhanyut dalam buaian, bahwa pria ini sungguh memperjuangkan dirinya.
" Aku nginap disini, pulanglah, "ujar Andien.
" Ala traktiran aku enak?".
" Enak, makanan nya sangat enak, pantas banyak yang antri, kapan kapan kita makan disana lagi yah Ndien."
Andien pun mengangguk.
Alex langsung menepuk lembut puncak kepala Andien.
" Mas naik apa?".
" Beres ,mas tahu semua jalan."
" Hati - hati, banyak paparazi dan orang jahat".
" Supir mas sudah nunggu, itu...., "Alex menunjukkan sebuah mobil.
Andien mengangguk dan tersenyum.Andien melambaikan tangannya.
🤩😍🥰😍🤩
Jangan lupa
Like
Vote
Koment
.
__ADS_1