Pertarungan Bos Dan Bawahan

Pertarungan Bos Dan Bawahan
Kontraksi Biasa


__ADS_3

Andien di gendong Alex.dengan penuh kasih sayang.Alex memasukkan Andien ke mobil dengan sangat hati hati.


" Kita kembali ya yaaang".


Andien mengangguk.


" Baik baik anak daddy yahhhh", ujar Alex.


Dekapan Alex membuat Andien merasa nyaman.


Alex mengecup dahi Andien.


Benyamin mengendarai mobil dengan hati hati, Benyamin tahu, Alex sangat mencemaskan keadaan isterinya.


" Mami kalau datang, jangan di beritahu, perut Andien sakit, nanti mami marah marah ke mas, nanti mami juga bawa Andien pulang bersamanya."


" Ya yaaang, mas juga gak mau, kamu jauh dari mas".


" Andien lebih senang di pedalaman gini, udara masih sejuk mas, lebih tenang".


" Tetapi jauh dari kota yaaang, medis juga disini kan gak selengkap kota besar".


" Sejak perut kamu sakit, mas sangat khawatir, memang ada helikopter buat urgent, tetapi kalau lagi badai , cuaca buruk, susah juga yaaang, buat akses ke kota."


" Mas mencemaskan kamu, tetapi mas gak bisa jauh sama kamu yaaang, mas udah coba. Ada kamu, mas lebih tenang, lebih percaya diri. Masalah serumit apapun mas hadapi, termasuk persoalan Alkan, walau dia lebih kaya, tetapi asal kamu ada bersama mas, semua itu gak ada artinya dek."


" Sekarang mas bilang ada aku sangat berarti, nanti aku melahirkan, tubuhku gembrot, wajahku kusam akibat kerja dan bergadang jagain baby, apa masih bisa bilang aku berharga?".


" Waktu akan membuktikannya mas, bukan waktuku, tetapi waktu kita hidup bersama sama".

__ADS_1


Mereka pun memasuki mes perusahaan , Benyamin sengaja memarkirkan mobil di depan kamar Alex dan Andien, agar Andien tidak jauh berjalan dari tempat parkir.


Alex dengan sigap menggendong Andien.


Andien menatap wajah Alex.


" Kenapa menatap wajah mas yaaang?".


" Mas sangat strong,bisa ngangkat 2 orang sekaligus," ujar Andien tertawa terkikik.


" Buat kamu apa yang mas gak bisa yaaang, asal jangan jauh dari mas, asal jangan pergi dari mas, mas gak bisa."


" Mas anak satu satunya sunyi, berteman hanya sama beberapa teman, pulang ke rumah kembali sunyi, makanya mas gak bisa yaaang".


Alex membarjngkan Andien di tempat tidur ,kemudian memeluk Andien dengan erat.



" Pengen makan mie pangsit mas".


" Mas gak pandai masak, ibu kantin kan orang chinese, pasti bisa masak, abang suruh ya yaaang".


Andien mengangguk.


Alex pun menelepon ibu kantin, dan benar saja, stok pangsit selalu ada di dalam kulkas.Tidak menunggu lama, Sinai dan Sharon dengan wajah sumringah mengetuk pintu.


" Makasih, kalian sudah jadi Gosen makanan ,heheheh" ,ujar Alex.


" Makanya Tuan, bonus dan insentif wajib naik, kurir dari mana se gesit ini, nih tuan,mumpung masih hangat.Ingat tuan, baby nya punya aunty dua, kelak kami akan lebih repot jaga anaknya timbang emaknya, hehehehe",ujar Sharon.

__ADS_1


" Kalian pasti manjain dia banget, apalagi hanya dia yang junior, jadi bahan rebutan".


" Bener tuan, emaknya aja menggemaskan, apalagi babynya, hehehehe, "ujar Sinai tertawa.


" Tuan, jangan tuan yang makan, ingat emaknya sama baby".


" Iya...iya, babynya seperti aku banget yahh, suka makan pangsit".


" Benar tuan, tadi saya mikir gitu juga, ujar Sharon."


" Non Andien bisa sakit juga ya tuan".


" Memang kalian teman duralex, emang teman kalian robotcop, makanya tahan banting?πŸ˜‚πŸ€£πŸ˜…πŸ˜†yang gak bisa sakit, yah bisalah.Setiap orang punya kelemahan, dan non kalian lemah nya di kandungan, pendarahan kan pernah juga".


" Serem juga waktu non Andien pendarahan.Terkejut juga aku, " ujar Sharon.


" Non Andien hamil aja,aku takut juga, mana di pelosok gini, akses rumah sakit gak memadahi.Baiknya pulang aja deh si non Andien tuan, " ujar Sinai.


" Berat banget buat aku gak barengan, gak bisa, terkesan egois,tetapi itulah bedanya.Dari SMA mencintai wanita yang sama, gitu menjadi isteri, gak akan dilepas selangkah pun."


Sinai dan Sharon tertawa bareng.


πŸ₯°πŸ˜πŸ₯°πŸ˜πŸ₯°πŸ˜πŸ˜


Jangan lupa Like


Vote


Koment

__ADS_1


Happy reading guys, sehat Selalu.


__ADS_2