
Interaksi Andien dan Alex unik, mengalir begitu saja.Orang akan memandang mereka saling memahami. Andien tidak peka dan selalu menghindar dari perasaannya.Namun Alex kekeh tidak gentar memperjuangkan dan mendekatinya.
Andien sangat senang ,karena mempunyai beberapa tanaman yang selama ini dia incar.
" Handphone mas sini, biar saya transfer uang tanamannnya".
" Saya gak kekurangan uang, hadiah buat kamu, agar nerima cinta saya" ,ujar Alex.
" Nih cowok gak ada ngerayu segala, labgsung to the point aja, aneh dalam hati Andien ," sambil mengerutkan dahinya.
" Iya bos, bos kan tajir, kaya, berada, keluarga sultan, saya gak mau ngutang sama orang kaya, kalau tanaman masih sanggup bayar big bos, " ujar Andien.
" Kamu sanggup bayar, tetapi kalau bayar ,saya gak jual, jadinkalau kamu terima sebagai hadiah, baru noleh menjadi tanaman kamu".
" Aku merasa kamu orangnya ribet dehhh," ujar Andien.
" Ribet gimana?".
" Itu kan tanaman di jual, tadi saya mau bayar, kamu duluan bayar, sekarang saya mau bayar ke kamu, kamunya nolak, please deh ,jangan buat orang makan budi gitu".
" Kamu harus makannbudi saya banyak, agar kamu ngingat saya lebih banyak, agar kamu mikirkan saya lebih banyak, " ujar Alex menahan senyumnya.
Benyamin melongo melihat sang big bos, sangat petarung dalam menahlukkan segala hal, sang big bos gigih dan gak pantang menyerah.
Andien menunduk terdiam, kemudian meneruskan langkah nya .Andien kembali membeli es cream corong, mengusir rasa dongkolnya.
" Makan makan sendiei," ujar Alex.
Andien cuek .
James sudah pamit sedari tadi, sedangkan Andien masih mau berjalan jalan sore itu.
Ketika Andien berjalan, seseorang dari belakang, mendesaj Andin dan mendorong Andien karena sedang buru buru berjalan. Dengan sigap Alex menarik Andien.Andien tidak jatuh, namun jatuh di dada bidang Alex.Mereka saling bertatapan. Dan Alex tersenyum mengusap wajah Andien yang terkejut.
Benyamin membuang wajahnya,agar Andien gak risih dengan kehadirannya.Sebagai jomblo jiwa Bwnyamin meronta.Nemani big bos mengejar cintanya.
Andien tersadar dan mencengkeram lengan Alex.Andien pun berdiri .
" Ma...maaf, "ujar Andien.
__ADS_1
" Makasih sudah membantu".
" Hanya itu saja ucapan terima kasihnya?" tanya Alex.
" Jadi mau gimana lagi? tanya Andien.
" Hmmmm, temani makan malam".
Andien bengong.
" Apakah sulit Ndien?".
" Saya gak mau kena foyo paparaxi, dan gak mau masuk akun gosip, saya gak mau di liatin dan di nilai orang dari" ujung kaki sampai ujung rambut.
" Gak akan, kalaunpun ada paparazi bagus dong Ndien, biar dunia tahu, aku kalan sama kamu, aku serius, dan gak tertarik dengan wanita manapun".
" Jangan gombal bos, saya ini pekerja baru, jangan sampai emage saya hancur, demi posisi penting , saya menghalalkan segala cara, " ujar Andien.
" Belim mau go public srkarang Ndien?".
" Belum di terima kok.sudah go public sih mas?".
Alex tertawa.
" Penah dinner yahhh ketahuan".
" Dinner sering Ndien ,tetapi sama klien ,bukan sama pacar," ujar Alex dengan senyuman manisnya.
Entah mengapa , Andien merasa senang mendengarbpenjelasan Alex.Setahu Andien dari bu Martha,memang Alex sama perempuan manapun dingin, berbeda interaksinya dengan Andien.
" Kenapa.senyum senyum Ndien, apa senang , saya gak pernah dinner bareng wanita manapun?".
" Ihhh, bos PD banget dehhhh".
" Harus, soalnya dari gestur kamu ,ungkapin kamu senang saya hanya menyukai dan tertarik sama kamu".
" Udah ,jangan bahas ,ujar Andien dengan menundukkan wajahnya.Pipi Andien terasa hangat."
Alex meraih jemari tangan Andien ,mengajak Andien menyusuri jalan, dan Alex memakai masker dan topinya.
__ADS_1
" Kalau gini lebih aman kan Ndien" , tanya Alex.
" Hmmm, tampak lebih misterius dsn memikat", ujar Andien keceplosan.
" Jadi saya pakai gini aja ya Ndien, biar memikat kamu," tanya Alex.
" Gak juga kali mas, " ujar Andien tertawa.
" Mobil mas beda".
" Agar privasi kekasih gak ter expose, saya gunakan mobil karyawan, " ujar Alex jujur.
" Dah niatan bawa dinner nih?".
" Menggunakan kesempatan sebaik mungkin Ndien."
" Strategi yang kritis, " ujar Andien menahan tawa.
Alex sangat terlihat bahagia. Benyamin tahu Alex sangat mencintai Andien, sangat jelas terlihat.Sang big bos sudah lama mencintai Andien. Benyamin mendoakan yang terbaik buat sang Big bos, dia mengerti,mengapa Andien sulit menerima Alex ,Andien hanya orang biasanseperti dirinya.
Mereka pun memasuki mobil, Benyamin menyupir seperti biasa.
" Ke resto the rose ya Ben".
" Baik bos".
" Sudah biasa kesana?".
" Biasanya bareng orangtua, tempatnya bagus. nyaman, makanan juga enak".
" Ke resto biasa aja, jangan mahal mahal."
Alex hanya tersenyum.
🙇♂️🙇♀️🙇🙇♂️🙇♀️🙇🙇♂️🙇♀️🙇
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment