
Andien memandang wajah sang suami, begitu teduh, begitu penyayang.
Bahkan dekapan Alex membuat Andien merasa istimewa dan berarti. Seorang isteri akan sangat bahagia ,bila suami nya peduli, perhatian padanya.Seorang isteri selalu mendambakan kasih sayang dari isterinya.
Dekapan hangat. menghilangkan rasa takut.
Dan sosok Alex bisa memberi kenyamanan itu.Sebenarnya ,di kehamilan 8 bulan ini, Andien sering merasa tidak nyaman, cemas, gelisah, takut, gimana proses melahirkan nanti.
Selalu ada kepikiran ,mau gak di pikirkan, tetapi tetap terpikirkan.
Ketika pendaratan jet pribadi keluarga Halil di bandara, Andien perlahan merapikan pakaiannya.Andien melihat Sharon dan Sinai sudah berkemas.Andien meneguk minumannya.
" Tuan, wartawan banyak berkumpul di depan, pihak bandara memerintahkan agar tuan bersiap siap".
" Lex , bagaimana ini? mami gak mau ,isteri kamu di buru mereka,mereka akan mengulas keluarga isteri kamu, mengulas kehamilan isteri kamu, mami gak mau".
" Jadi mi, Andien kita biarkan sendiri, Alex gak bisa ,benar benar gak bisa mi."
" Andien akan diburu, Andien buruh ketenangan nak".
" Tuan, biar saya, Sharon ,dan beberapa pengawal, menjaga non."
__ADS_1
" Kamu mereka kenal Sinai, Sharon,wqrtawan paling memperhatikan segala hal."
" Kalau begitu ,saya akan menyamar, saya gak akan mempercayakan non Andien dan tuan kecil dalam perut non Andien, dengan pengawal yang masih dalam hitungan bulan tuan, se profesional apa mereka , ikatan saya dan non Andien lebih dari mereka, bahkan kalau perlu, nyawa juga saya berikan.Non Andien sudah menjadi teman kami",ujar Sharon.
" Jangan sampai kehilangan nyawa ,mau tugas apapun, kalian mempunyai keluarga. Keluarga sangat menantikan kalian kembali. Saya juga ada rencana. Jika kalian memang ingin dekat dengan saya dan Andien, bekerja lah di perusahaan seperti Benyamin. Dulu sebelum Andien kalian jaga, mami saya kalian jaga dan temani, kalian sudsh lama bekerja ,sudah 5 tahunan juga."
" Kami akan pikirkan tuan," ujar Sinai memandang Sharon.
" Apa kamu gugup sayangggg?", tanya Alex pada Andien.
" Gugup pastilah mas,mendengar wartawan sang pencari berita, Andien gak mau,ruang lingkup Andien sangat terbatas, kelak anak kita juga. Lebih baik dia seperti anak biasa, alangkah baiknya , pertumbuhannya alami, tanpa kehidupannya di expose."
" Menurut mas gimana? " tanya Alex.
" Mereka memaklumi masa remaja mas, hanya menasehati mas , jangan ikutan balapan, takut mas kenapa kenapa."
" Mas merasa bersalah, karena mas lihat wajah mami ketakutan, mas paham, mas kan anak satu satunya mami, mami banyakan diam sejak tahu mas ikut balapan. Mas sadar, gak mau balapan lagi, kalau mau balapan, pergi setiap weekend ke sirkuit, di temani papi, mami, terkadang sepupu mas datang, yah mainnya di arena gitu."
" Hmmm, untung mas peka , kalau gak mami yang baik akan sedih banget."
" Begitulah seorang ibu Ndien. Dia tahu anaknya kesepian, dia tahu anaknya punya masa remaja. masa kenakalan, namun harus diketahui juga kan, bahwa seorang ibu juga punya perasaan yang peka."
__ADS_1
" Tuan..., bagaimana penampilan kami? " tanya Sinai dan Sharon sudah menyamar.
" Wuihhh, cetar", ujar Andien menahan tawa.
" Brekele banget wig nya Sin, " ujar Andien.
" Benar non, mirip orang mesir".
" Tetapi sesuai banget loh Sin ,sama wajah kamu, exotis gitu, " ujar Sharon.
" Kamu mirip bule Shar, gak mirip darah Italy kalau pakai wig blonde gini".
Andien, Alex,Sinai , Sharon. Benyamin dan sang mami pun ,ngakak tertawa.
🥰😍🥰😍😋😍😍😋
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment
"