Pertarungan Bos Dan Bawahan

Pertarungan Bos Dan Bawahan
Kamu dan Aku 2


__ADS_3

Mami Alex tidak sengaja mendengar pembicaraan Andien dan Dikta.Mami Alex menghapus air matanya.Dia sangat sedih melihat kisah Andien.


" Kamu apa marah sama papimu Ndien?".


" Marah lah, gak marah namanya aneh.Namun kesalnya aku, mami dan abang, kenapa papi aku, berteman dengan manusia jahat gitu. Hingga pernikahan kedua orangtuaku menjadi terkontaminasi."


" Sudah move on gak Dik, kamunya?".


" Gak Ndien."


" Tetapi yang dekati kamu, bos kamu, yang masih brondong gimana tuh?".


" Gak lah Ndien, aku mikir dehhh, mau nikahan brondong tajir, gak ah Ndien, aku gak nerima,nolak bulat bulat, dan gak mau Ndien, gak berani aku, udah cukup hati ini hancur berkeping keping, aku udah nhaman, single parent, mandiri, independent dan kerja buat anak, buat diri sendiri".


" Jika si brondong serius gimana?".


" Entahlah Ndien,jodoh gak ada yang tahu."


" Kalau kamu nerima brondong, mantan mu bakalan syok dan nyesal, mana si brondong tajir, baik dan bekarisma kan orangnya."


" Kamu ke sem sem liat brondong yaaaa?".


" Dia gak ngeh liat wanita bening, tatapannya hanya kamu Dik".


" Urat matanya salah kali Ndien."


" Bos kamu bule kan Dik, apa lagi, perbaiki keturunan, hidung kamu kan pesek, dilindas kereta api".


" Pesek gini, dikejar brondong loh Ndien".


Andien ngakak tertawa.


" Om bule memang gak tampan bangetz tetapi tinggi, kamu liat dia menjulang tinggi ,harus pakai enggrang dong Dik".


" Makanya aku heran,aku sama dia bagai langit dan bumi, kulit dia putih, aku nya kulit sawo busuk, dia tinggi ,aku cetek, aku tua, dia lebih muda dari aku, beda buangetttt kan , gila kali yah Ndien".

__ADS_1


" Namanya juga cinta, tahi kambing rasa cokelat Dik".


" Kalau cinta sesaat, ampun DJ kan Ndien."


" Kalau a true love story gimana?".


" Entahlah Ndien, aku gak mikir jauh, awak yang dekil, janda , sadar diri, gak kementelan juga Ndien.Ksryawan cowok aja ,aku jahui, apalagi karyawan cowok yang beristeri, dengan satatus janda ku, banyak gosip Ndien, aku dekat suami oranglah, dekat sama laki laki, padahal uruaan pekerjaan.Kadang aku nangis loh Ndien. Awal awal perceraian, aku di ceritain dari A sampai Z, gak bisa urus suami, sibuk kerja.Sakit banget hati ini, mau gimana lagi, aku sabar dan mencoba kuat".


Andien memeluk Dikta.


" Bersuami salah, janda juga salah. Aku hanya cerita ke kamu aja, teman lainnya, di depan manis, di belakang ngetawain.Ibarat pepatah Ndien, teman senang senang banyak, teman bersedih mana ada yang mau, hanya kamu lah Ndien.Apapun keadaan kita, kita cerita, nangis sama sama ,senang sama sama".


" Semoga kita bahagia kelak ya Ndien , kamu bahagia, aku juga, pelakor gak ada lagi , wanita perusak hidup anak anak kita gak ada, perusak masa depan rumah tangga kita, "ujar Dikta.


" Amin....amin...., " ujar Andien tersenyum mengusap perutnya.


" Kamu berbaring Ndien?".


" Iya nih, pinggang cepat pegal Dik".


" Besok jalan yjk Dik, aku kangen kita nonton, makan di resto Indonesia. Kangen aku sama rendang, urap, lupis, gemani yahhh".


" Okey bosss".


" Anakmu Alfin sama mamamu?".


" Iya Ndien, minggu depan baru mami bawa kesini, soalnya lagi holiday di Bali."


" Apa mantanmu ada ingat membiayai anaknya?".


" Ketukan palu dia kan wajib beri anakku uang sekolah dan biaya hidup, nyatanya gak ada peduli Ndien.Yah sudah, banyakan laki laki kan gitu, sidang cerai, wajib beri anak biaya, satu dua bulan beri, esok lusa gak. Jadi wanita sakit banget ,beneran.Tapi aku percaya Ndien, ibarat ada pelangi sehabis hujan, janji Tuhan kekal."


" Saat ini , nilai pernikahan bergeser,mau agama apapun ,sekali se umur hidup, mana mungkin Ndien.Kita di pukuli, mana tahan, kesabaran ada batasnya.Dan gak mungkin kita mati dulu kan."


" Benar Dik, jangan mau jadi wanita bodoh , anak aku ada,orangtuaku juga."

__ADS_1


" Mau liat Alfin ,nih videonya ,sedang lucu lucunya Ndien, endut, putih, gembul banget, lincah".


" Tampan banget ya Dik, mirip papinya banget".


" Kamu liat anak, apa gak rindu bapaknya?".


" Ihhh kamu apaan Ndien, gak lah Ndien, aku sudah sangat sakit sampai ke akar akarnya."


" Dia pernah liat anak kamu?".


" Gak, sedih kan Ndien. Ibarat anak aku , gak pernah punya papi seperti anak lain.Salahku apa Ndien? Semua keperluannya aku siapin, makan ,rumah aku juga ngurusin, pakaian nya ".


" Dasar manusia nya Dik, yah gitu.Mertuamu gimana?".


" Mertuaku kan sayang banget sama aku, sama anak ku, yah tetap, malah ngasih sahamnya ke anakku , sampai buat surat rumah, dan surat tanah akan menjadi milik Alfin."


" Mertua baik, suami betingkah, suami baik, merrua bertingkah, dunia kadang aneh, gak ada yang sejalan, jarang, " ujar Andien.


" Ndien,nih udah sore, aku balik, besok kita keluar siang ,nonton dan jalan yah".


" Yup, makasih udah nemani kebosanan tingkat dewaku".


" Sabar Ndien, demi si baby."


Andien mengangguk.


🥰😍🤩🥰😍🤩


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2