Pertarungan Bos Dan Bawahan

Pertarungan Bos Dan Bawahan
Sidak Mendadak 3


__ADS_3

Akhirnya mereka sampai juga. Andien langsung memesan taxi, dan menuju apartemen nya.


Rasa lelah mereka balas dengan tidur seharian di apartemen, Andien hanya pesan makanan via online.


Andien mengajak Sharon dan Sinai ke salon, mereka seharian di salon, dari lukuran, facial, rapiin rambut, semua mereka lakukan.


" Kalau udah masuk hutan, memanjakan diri sangat sulit, " ujar Andien.


Andien kebetulan ketemuan sama mami Reyhan, mami Reyhan membayar uang salon.Ketika Andien minjam mobil, mami Reyhan langsung menghubungi orang rumahnya, biar membawa mobil buat Andien.


Andien hanya mengaku lagi tugas, malu ngaku sidak Suami.


Andien melajukan mobil, Sharon sudah menanyakan pada salah safu temannya di kantor Alex, mereka mengatakan Alex lagi meeting.


Andien pun ikut bersama Sharon, memasuki kantor, debgan memakai topi dan masker.


Satpam mengenal Sharon dan Sinai, jadi mengizinkan mereka masuk.


Sharon menekan tombol lantai 18, dimana ruangan Alex berada.


" Sinai, kamu di luar aja yahhh, saya lagi sidak ruangan Big bos, beri kode kalau keadaan gawat darurat " ujar Andien.


Sharon pun mengangguk.


Sinai yang jago IT meng hack CCTV ruangan Alex.


Andien memeriksa laci, dan beberapa rak, juga memeriksa ruangan istirahat Alex detail, semua dalam keadaan normal.Tidak ada yang mencurigakan.


Andien dan Sinai pun keluar dari sana.


Mereka menuju ruangan meeting.


" Gimana mau kihat di dalam, siapa aja yang rapat?", tanya Andien.


" Tenang, " ujar Sinai.


Seorang karyawan membawa napan makanan. Sinai menempelkan di pundaknya sebuah kamera.


Saat karyawan masuk, Andien ,Sinai dan Sharon melihat siapa saja yang rapat disana. Andien melihat Alex berpenampilan cool, mengambil makanan nya, mulai makan. Klien juga demikian.Sangat kentara Alex menjaga jarak.Andien merasa kecil hati, dia masih mau dekat dengan Alkan.

__ADS_1


Andien menonton rapat itu, dan mengagumi aura sang suami.


Andien , Sinai dan Sharon pun turun, memasuki mobil, menunggu Alex kembali ke rumah atau apartemen nya.


Mereka melihat mobil Alex yang dikendarai Benyamin, perlahan keluar dari kantor.


" Kita seperti detektif aja, " ujar Andien ngakak.


" Namanya sidak, yah harus jadi detektif ujar Andien.


Sinai melajukan kendaraan. Andien melihat Alex kembali ke kediaman orangtuanya.


" Pengintaian hari ini mulus ,tidak ada tercium bau penghianatan."


Andien semakin merasakan rindunya.Namun demi sidak, Andien harus kuat.


Ketika pagi tiba, Andien membebas tugaskan Dinai dan Sharon. Andien tersenyum, hari ini weekend, kalau weekend sang suami kemana? Andien pengen tahu.


Andien melihat Alex jogging, perlahan Andien mengikutinya. Terlihat Alex jogging lumayan jauh, berkumpul dengan beberapa orang, Andien melihat Alex menggendong seorang anak kecil, Alex tampak tersenyum . Sempat terlintas pikiran enggak enggak, namun ketika melihat seorang pria kembali dengan air mineral , Andien mendengarkan percakapan mereka. Bahwa anak itu anak teman Alex.


Mata Andien melotot saat melihat anak itu begitu nyaman dengan duduk di pangkuan Alex.


Andien melihat Alex kembali naik sepeda motor sport bareng temannya.


Mereka mengantar Alex kembali ke rumah orangtuanya.


Alex terlihat merawat tanaman bersama maminya. Air mata Andien berlinang, ternyata sesepi itulah yang di alami Alex selama ini.


Sampai siang, Andien tidak melihat Alex keluar dari rumah.Andien pun memasuki rumah kediaman orangtua Alex.


Penjaga pintu sangat syok melihat kehadiran Andien.


Andien masuk dari pintu depan.Mami Alex yang sedang minum teh terkejut.


" Ndien, kamu....".


Andien tersenyum.


" Bagaimana kabar mami?".

__ADS_1


" Sehat nak, kamu kenapa gak bilang, datang tiba tiba ".


Andien menahan malunya.


" Mas mana mi?".


" Kalau weekend yah gitu , molor tidur di kamar, main game, di rumah aja Alex Ndien, makan tidur ,olah raga, gitu aja."


" Apa kamu gak ngabari, karena takut suamimu macem macem nak? mami gak akan biarkan itu terjadi, rumah tangga kalian taruhannya, mami gak mau. Pernikahan satu kali seumur hidup, papi mu mengawasi Alex, agar gak salah jalan."


" Jangan khawatir. Tetapi ada baiknya bekerja di satu kota Ndien. di satu perusahaan."


" Mas itu suka ngajak debat mi, benar benar ngeselin jadi karyawannya."


" Alex kesal karena kamu dekat dengan Reyhan, lain lagi beberapa anggota team , pria itu cemburunya beda Ndien, rada aneh. Sama dengan papinya Alex."


" Andien ke kamar dulu ya mi".


" Ya nak, Alex sangat merindukanmu."


Andien tersenyum.


Andien melangkahkan kakinya menuju ke kamar sang suami.


Terlihat Alex tertidur di kasur, dengan lelap.


Andien ber aring di samping Alex, mengusap wajah sang suami.



Alex sangat peka dengan sentuhan, ketika kedua matanya terbuka, Alex menatap Andien tatapan penuh kerinduan.Alex juga tersenyum.Andien dan Alex saling bertatapan.


🥰😍🤩🥰😍🤩


Jangan lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2