
Andien, Alex ,Benyamin ,Sinai dan Sharon kembali ke mess. Benyamin mengendarai mobil.dengan perlahan, karena kehamilan Andien yang sudah lumayan besar.
Andien nampak sesekali menukar posisi nya duduk.
" Kenapa yaaang? apa gak nyaman lagi perutnya?".
" Hmmmm, nih liat aja ,anak daddy menendang perut maminya."
" Apa sakit yaaaang?".
" Lumayan dasyat yaaang, kadang gini nekan perut bagian bawah, perih mas".
" Semakin besar kehamilan ,kadang semakin sesak rasanya mas , jalan dan nafas rasanya kurang".
" Lain pegal bagian kaki."
Sinai dan Sharon tahu, kalau udah bolak balik mau ambil apapun , mereka akan bantu Andien.
" Cuaca semakin dingin ya yaaang, " ujar Alex.
" Musim saljunya lumayan tebal lo yaaang".
" Iya mas, jaket tebal,wajib."
" Bagaimana mesin pemanas di mess Ben?".
" Semua udah di cek tuan semua berfungsi dengan baik."
Alex tersenyum melihat Andien.Alex mengusap wajah Andien dengan lembut.
" Kamu sangat berarti yaaaang, beneran", ujar Alex.
Alex mengusap perut Andien dengan lembut.
Andien tertidur dan Andien dalam pelukan Alex.
Ketika akan sampai di mess, Andien pun terbangun.
Dengan mengucek matanya, Andien tersenyum menatap sang suami.
__ADS_1
Andien merasa kelelahan ,kembali tertidur.
Alex menemani Andien tidur.
Ketika hari menjelang pagi, Andien merasakan kontraksi pada perutnya, peluh di dahi Andien lumayan banyak.
Andien merasa kembali sesak.
Andien menggoyang badan Alex.
" Mas, sakit, dan Andien merasa nafas Andien sesak".
Alex yang sedang tertidur pulas terkejut melihat sang isteri sangat lemah.
Dengan sigap Alex memeluk Andien.
Alex menekan tombol hijau di kode pengawal Andien.Tidak menunggu lama, Sinai dan Sharon langsung menerobos masuk ke dalam kamar.
" Tuan....".
" Oksigen Sin, cepat, teriak Alex panik."
Alex memanggil manggil nama Andien,lalu mengusap wajah Andien dengan penuh kasih sayang.
Alex langsung mengangkat tubuh Andien, Benyamin sudah sampai di depan pintu.
" Baik tuan..., " .
Benyamin pun berlari menuju garasi rumah, langsung dengan sigap mengeluarkan mobil.
Begitu mobil sudah Berhenti, Alex langsung memasukkan Andien.Sinai memasang oksigen di hidung Andien.
Sbagai pasukan keamanan , Sinai, Sharom di bekali berbagai pengetahuan medis, jika urgent suatu saat.
Perjalanan serasa sangat lama, Alex sangat cemas , menciumi tangan Andien.Andien pingsan, Alex mengurut bahu Andien dengan pelipis Andien.
Tidak lama kemudian,ereka sampai ke rumah sakit.Dokter dan perawat bergegas menangani Andien.
Andien baru sadar dan membuka matanya.
Alex menangis menatap Andien dan mencium tangan Andien.
" Yaaaang, " ujar Alex dengan sedih.
__ADS_1
" Yaaang, apa yang kamu rasakan, cerita ke mas".
Andien sudah merasa baikan ,sejak di pakaikan oksigen.
Air mata Alex mengalir.
" Andien mengalami kontraksi hebat, mengalami sesak, kita masih observasi dan pantau ya pak".
" Bagaimana kondisi isteri saya? Kenapa bisa kehilangan kesadarannya?".
" Isteri Anda mengalami sesak nafas, makanya kesadarannya hilang, posisi bayi menekan perutnya.Kemungkinan kontraksi terjadi, dan bisa prrmatur melahirkan tuan, tetapi pendarahan tidak terjadi, bayinya masih di beri suntikan agar tidak kontraksi lagi, supaya baby lahir memang saat waktunya.Segala kemungkinan bisa terjadi, " ujar sang dokter.
Andien hanya terbaring lemas. Sedangkan Alex sedikit pun tidak meninggalkan Andien, Alex ingin dia berada dekat dengan sang isteri.
" Minum yaaang, " Alex memberikan air minum dengan pipet pada Andien.
Andien perlahan meminumnya.
" Bagaimana perasaanmu yaaang".
" Udah jauh enakan mas".
" Kamu membuat mas jantungan yaaaang".
" Mas sangat khawatir yaaang".
Air mata Andien hanya mengalir.
Alex kembali memeluk Andien.Karena pengaruh obat , Andien kembali tertidur. Alex menjaga Andien.
" Tuan ,ini coffee".
Alex pun meneguk kopi tersebut.Sinai dan Sharon sudah merapikan pakaian Andien di lemari dekat samping meja, dimana ruangan VVIP Andien di letakkan.
Alex kembali memeluk Andien, mengusap wajah Andien dengan penuh kasih sayang.
🥰🥰😍🥰😍😍
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment