Pertarungan Bos Dan Bawahan

Pertarungan Bos Dan Bawahan
Nyaris Kedapatan


__ADS_3

" Kamu suka es cream kan yaaang, nih makan yaaang"


" Mas mau?".


" Mau dong yaaang, suapi ya".


" Andien mengangguk".


Andien menyuapi es cream ke dalam mulutnya.Andien sangat suka es cream rasa durian.


" Aaaaakkk yaaang".


Andien menyendok es ,namun kembali usil,bukannya menyuap ke mulut Alex, malah memasukkan nya ke dalam mulutnya.


" Ihhh , jangan curang yaaaang".


Andien tertawa.


Andien melakukan keusilannya beberapa kali, Alex sampai mendekap erat Andien.


" Cup cupp..., jangan ngambek ya yaaang".


Alex kembali tertawa lebar.


Ansien menyuapi Andien.Alex mengulum es cream ,kemudian mengecup bibir Andien.


" Ihhh, masssss".


" Manis," ujar Alex.


" Mas , di makan, jangan di bagi ke bibir aku, ujar Andien hendak meraih tisu."


" Gak usah pakai tisu yaaang, sini mas bersihkan".


Andien memukul pundak Alex.


Alex kembali mendekap dan memainkan perannya.


Andien dengan manja membenamkan wajahnya ke dada bidang sang kekasih.


" Sudah malam, Ndien balik ke kamar ya mas."


" Bobok disininaja yaaang".


" Mas apaan ,ihhhh".


" Bercanda yaaang".

__ADS_1


" Kalau sampai serius awas", ujar Andien.


Andien berdiri, kemudian Alex pun berdiri.Alex membuka pintu, ketika Andien akan keluar. Andien mendengar suara dari lorong, Andien langsung masuk kembali ke kamar Alex.


Alex ngakak tertawa.


" Sstttt."


" Mas yang buka pintu, kemudian, kalau udah aman, Andien keluar ."


" Kamu itu menggemaskan sayaang. apa segitu menyeramkN pacaran dengan bos sendiri?".


" Menyeramkanlah, " ujar Andien.


Alex tertawa.


Alex pun membuka pintu kamarnya, melihat sekeliling, ketika aman, diapun menyuruh Andien keluar.


Ketika Andien keluar dari kamar Alex , Andien sudah berada di depan kamarnya, suara Andreas dan Anto menyapa Andien.


" Ndien kamu kemana aja sihh, kami cariin dari tadi dimana mana gak ada."


" Di kamar, bobok".


" Nih aja baru keluar bentar".


" Ehhh bos, bos mau kemana?".


" Gak kemana mana" ,ujar Alex.


Anto dan Andreas pada bengong.


" Saya masuk dulu ,jangan keluar lagi, udah malam," ujar Alex menatap Andien, kemudian menatap Andreas dan Anto.


Andien menekan kode kamarnya, Andien pun masuk ke kamarnya.


Degup jantung Andien berpacu.Entah sampai kapan bisa menutupi hubungan mereka.


Beberapa hari kemudian, Andien mencek suhu tekanan mesin di atas rata rata.Andien pun mengonfirmasi dengan anggota tim dan petugas lapangan.


Andien langsung menelepon Alex ,menceritakan permasalahannya.


Andien menduga ,mesin pendingin bermasalah.


Alex yang masih memakai jas kerjanya, langsung turun ke lapangan.


Andien langsung menjelaskan semua secara detail.

__ADS_1


Alex dan bagian mesin serta Andien mengecek dan memperbaiki mesin.


Setelah pergulatan 5 jam, mesin kembali beroperasional dengan baik.


Alex bolak balik menelepon bagian pembelian, agar bergegas mengirimkan mesin baru.Alex sangat marah, pengecekan mesin tidak di lakukan.Alex menindak lanjut orang lapangan.


Alex sangat beterima kasih pada Ansien,kalau mesin panas, tidak ada laporan,maka efeknya akan terjadi kebakaran , dan bisa memakan korban jiwa dan materil yang tidak sedikit.


" Makasih Ndien" , ujar Alex.


Ansien mengangguk.


Adien melihat anggota teamnya kelelahan.


" Kamu sangat jeli Ndien, kami aja gak tahu suara mesin wajibnya gimana ", ujar James.


" Aku banyak di lapangan.Kebakaran paling sering di timbulkan oleh mesin pendingin.Ngadapi kebakaran , ngeri banget".


" Pasti lah Ndien, " ujar Andreas.


" Petugas lapangan , harusnya di tempati yang jeli, berpengalaman,ulet, rajin , jadi resiko kecil," ujar Andien.


" Aku aja deh ,jadi petugas lapangan", ujar Andien.


" Gak Ndien, kalau bangun proyek gak ada kamu, ampun Ndien , yang seperti kamu dan bos langka, beneran, "ujar Anto.


" Naik kuping nihhh", ujar Andien ngakak.


Alex menerjunkan petugas lapangan pusat ke lokasi, mereka melakukan pengawasan ketat.Dan bergilir memantau setiap mesin.


" Kemeja bos kotor," ujar Andien.


" Gak apa apa Ndien,yang penting semua aman.Pakaian bisa dibeli, nyawa pekerja tidak,itu tanggung jawab saya sebagai pemilik perusahaan."


Andien mengangguk.


" Saya pamit ya pak".


Andien pun melakukan tolakan kaki dan naik di tarik pekerja lapangan di atas.


🤩😍🥰😍🤩


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2