Pertarungan Bos Dan Bawahan

Pertarungan Bos Dan Bawahan
Canduku


__ADS_3

Alex sangat bahagia ,bisa lebih mendekati Andien lagi.


Alex menuju kamar mandi, menyukur jambangnya hingga tipis, memakai parfum nya.Alex teringat dia sampai norak banget, sampai seperti mandi parfum.


Alex menarik kopernya, semua persiapannya sudah di beresi Bian.Sejak Andien dekat dengannya. Sharin dan Sinai dia tempatkan sebagai asisten maminya.Alex tidak mau, Andien merasa Alex dekat dengan orang lain , selain dirinya. Bahkan untuk membeli pakaian pun, benyamin melakukannya buat Alex.


Andien keluar dari apartemennya, demikian juga Alex.


" Ini baru wangi, " ujar Alex.


" Kalau bepergian, jangan sama orang sembarang Ndien, kalau udah tidur ,kamu langsung lelap.Bisa gawat kalau teman yang kamu ajak bandel, bisa gimana gimanain kamu," ujar Alex .


" Baik bos, hamba akan ingat".


" Bos juga jangan mabuk ketemu klien, karena banyak jebakan batman datang ketika saat mabuk, wanita banyak yang memanfaatkan keadaan", ujar Andien.


" Baik sayaaaang," ujar Alex.


" Kok bilang sayang sih bos?".


" Kan kamu orabg yang aku sayangi Ndien."


" Ihhh gombal dehhhh".


" Gak gombal, beneran," ujar Alex mengambil koper Andien.Andien menyandang biolanya.


" Kalau aku ulangtahun ,kamu harus janji nyanyi buat aku ya Ndien."


" Emang ulangtahun bos kapan?".


" Awal bulan depan."


" Baiklahhhhh, " ujar Andien tersenyum.



" Pakaian kita seperti couple dehhh, kebetulan banget senada pakainya, " ujar Andien tertawa.


" Jodoh gak akan kemana Ndien, " ujar Alex.


" Yakin kita berjodoh nihhh? ledek Andien."


" Harus yakin Ndien, di dalam doaku ,nama kamu selalu tersemaat ,agar berjodoh dengan kamu, ujar Alex serius."


Andien menunduk dan menekan lift.Benyamin sudah di bawah.Benyamin memasukkan koper Alex dan koper Andien di bagasi.


Andien pun duduk di belakang bersama Alex.


" Nanti di bandara kita sarapan Ndien".


" Gak usah bos ,bos aja.Saya udah di bilangin mami James, dia nitip sarapan sama James."


" Kamu kenal orangtua James ?".


" Kenal bos".


" Kalau kamu kenal orangtua James, kamu harus kenal orangtuaku juga Ndien," ujar Alex.


" Loh kenapa gitu pak".

__ADS_1


" Karena mereka calon mertua kamu," ujar Alex tersenyum.


Benyamin terbatuk mendengar ucapan Alex.


Alex langsung meraih jemaribtangan Andien dan mencengkeramnya dengan erat .Ketika Andien hendak menarikntangannya , Alex kekeh tetap mendekap jemarinya.


Benyamin menhaan eenyumnya melihat aksi sang bos.


Ternyata orang dingin, kalau udah ngebet menyeramkan juga nirip macan dan ular piton, fikir Benyamin menahan tawa nya.


Mereka sampai di bandara.Benyamin mengeluarkan koper Alex dan Andien.Andien mengambil biolanya, Benyamin menyandang gitar Alex , Alex menyandang sebuah gitar.


" Bos, yakin naik pesawat biasa ? bareng karyawan?".


Alex mengangguk.


Benyamin menggaruk kepalanya.


Andien melihat James dan teman lainnya.


" Ndien, koper masuk bagasinkan?".


Andien mengangguk.


" Nih gedek, mana muat di cabin."


" Sini aku urus, sekalian aku punya ,"ujar James.


" Tidak usah, saya aja yang urus, " ujar Alex.


James hanya bisa mengangguk.


Sesudah James mengurus bagasinya.James menyerahkan paper bag buat Andien.


" Sarapan dulu", ujar James.


" Makasih ya James, bilangin sama mami kamu."


" Nasinya wangi banget, " Andien memakan perlahan Nasi tim ayam dari mami James.


" Udah lama banget aku gak makan beginian James," ujar Andien.


" Mami Kamu bangun pagi banget dong James".


" Mamiku selalu gitu Ndien."


Andien mengunyah nasi buatan mami James. Mata Andien berkaca kaca.Mungkin jika mami dan papinya masih ada, mereka bakalan sibuk juga seperti mami James.


" Kamu kenapa Ndien?" tanya Alex.


" Kalau mamiku masih ada , mereka bakalan sibuk aku buat , ke ingat dulu kompetisi sajns dan matematika, mereka membuatkan aku bekal dan sarapan yang enak. Aku merindukan kenangan itu," ujar Andien.


Alex langsung menunduk dan mendekap Andien dengan erat.


Karyawan disana langsung bengong dengan reaksi sang big bos.Big bos gak pernah mereka liat se intim itu dengan wanita manapun, Alex juga tidak penah naik pesawat umum seperti saat ini.


James Menarik nafas nya panjang.Perjuangannya sangat berat. James sangat menyukai Andien. Begitu Andien dia liat testing, melihat tawa Andien, rasa jantungnya berdebar sangat asing, dan tidak pernah dia alami.


" Makan sendiri sendiri, lapar Ndien," ujar Alex.

__ADS_1


Andien menyuap Alex.


" Enak kan mas".


Alex mengangguk.


" Enak karena kamu suapi."


" Ini ada riti kesukaan kamu".


Andien terkejut, melihat roti kesukaannya .Roti dekat kampus mereka, roti kesukaan Andien, disanalah dia bekerja dan disana dia pertama bertemu Alex.


" Siapa yang beli mas?".


" Mesan sama sepupu, kebetulan dia datang, udah janjian dari kemarin Ndien, tadi ketemuan di counter ".


" Pagi gini,pesawat apa ada mas?".


' Naik jet pribadi Ndien."


" Keluarga mas jutawan semua yahhh?".


" Ya, semua para pembisnis Xa."


" Karena aku anak tunggal, sepi, saudara papi rata rata anaknya 4 sampai 5 anak, jadi selalu aja ada yang mami bawa ke rumah, nemani aku".


" Mau nanya kenapa anak mamiku hanya aku?".


Andien mengangguk.


" Setelah kelahiran aku, rahim mami harus di angkat, karena mengalami Plasenta previs Akreta".


Andien mengangguk.


Andien menyuapi Alex ean juga menyuapi dirinya.


" Makanan dari mami James banyak, bakalan kekenyangan, aku suapi mas aja, " ujar Andien.


" Benyamin mana bos?".


" Panggil mas aja, lebih enak."


" Orang gak akan ngerti, karena kita ada perbauran darah indonesia, " ujar Andien.


Sesudah selesai sarapan, Andien membuka Wa nya.Andien tersenyum melihat gaya Reyhan sedikut norak zsetiap pagi ada saja guyonan nya di Wa buat Andien.


" Kita duduk barengan," ujar Alex.


Andien mengangguk.


Alex menggenggam erat tangan Andien, Andien menarik tangannya. Namun Alex kekeh menggenggam tangan nya.


🙈🙉🙊🙈🙉🙊🙈🙉🙊


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2