Pertarungan Bos Dan Bawahan

Pertarungan Bos Dan Bawahan
Kasih


__ADS_3

Terkadang aku merasa ragu dengan jarak di antara aku dan kamu. Jarak yang terlalu besar. Namun manusia harus lebih berani,jika tidak ,bisa terlewatkan. Soal ada jawaban atau tidak, itu tidak penting.


Seperti pagi ini, sejak subuh Alex telah membawa Andien ke sebuah pantai. Andien mengajak Alex melihat matahari terbit , mereka tepatnya di pinggir pantai. Alex awalnya hanya duduk di pondok , Andien merayunya agar menemaninya melihat matahari terbit.


" Beri aku ciuman yaaaang, biar menemanimu melihat matahari terbit",ujar Alex.


Andien melototkan matanya.


Andien mengecup bibir Alex.


" Masih kurang yaaang, bukan ciuman seperti ini".


Andien pun menahan tawanya.


Andien perlahan mengulum bibir Alex. Alex langsung menautkan bibir mereka, ciuman itu begitu panjang.


Dan ketika Andien membuka matanya, matahari perlahan naik, sungguh sangat indah. Andien sangat takjub melihatnya, Alex sangat senang membawa Andien pagi itu.


Terbayang di ingatan Andien , selama ini Alex yang melindunginya, dan sangat lembut memperlakukan Andien.Hingga Andien merasakan hatinya terbentuk buat Alex.


Cara Alex semalam meyakinkan Andien sungguh sungguh dalam tatapan matanya. Andien sangat tersentuh.


" Matahari nya bagus mas, " ujar Andien.


" Ya yaaang ,karena ada mas yang menemani kamu".


" Ihhh,mas kebiasaan norak dehhh".


" Biarin norak yaaaang, kan benar, mas nya disini".


Andien memeluk Alex dan menenggelamkan badannya di dalam pelukan Alex.


Alex membelai lembut rambut Andien.


Ketika Andien menjadikan paha Alex jadi bantalnya, perut Andien berbunyi, Alex dan Andien tertawa ngakak.


" Udah lapar yaaang?".


Andien mengangguk .


Alex berdiri dan menarik Andien perlahan.Ketika Andien sudah berdiri, Alex langsung menggendong Andien. seperti mengangkat sekarung beras.


" Nanti bunyi lagi mas, aku malu".


" Sttttt, jangan malu sayaaaang, mas juga lapar, " ujar Alex.


Alex meletakkan Andien di tempat duduk mobil paling depan. Perlahan Alex melajukan mobil nya.


Alex tidak lepas menggenggam jemari tangan Andien. Alex menahan senyumnya ,senyumannya begitu manis.



Andien membuka kaca mobil, Angin meniup wajahnya.


" Sayaaang, cuaca sangat dingin, nanti flu,mas tutup ya".


Andien mengangguk dan bersandar di bahu Alex.


" Jangan pernah ragu, jangan pernah takut yaaaang, mas ada buat kamu".


" Cukup percaya sama mas".

__ADS_1


" Hmmmmm".


" Kita gak sepadan mas".


" Semua sama yaaaang".


Andien tertawa mendengar bunyi suara perut Alex.


Alex pun tertawa.


" Kita benar benar kelaparan ,karena liat matahari terbit," ujar Alex ngakak.


" Yuppp, super lapar,nih tangan mas mau di kunyah" , ujar Andien tertawa ngakak.


Andien merekam kebersamaan mereka. Alex mengelus kepala andien dan tangannya satu lagi menyetir .


" Jangan gini mas, bahaya".


Alex mengangguk.


Mereka sampai di sebuah restoran Italia.


Andien memakai masker nya, dan memasangkan masker pada Alex.


Andien mengecup Alex.


" Rusuh deh yaaang, gak kerasa".


Andien tertawa cekikan.


" Masker apa bisa menyamarkan mas? , aku mah gak terkenal mas, tapi mas nya yang paling di kejar paparazi".


" Kamu mau kita pacaran diam diam kan yaaang, mas sebenarnya gak setuju, tetapi mas berusaha mengerti, bahwa kamu butuh waktu, butuh privasi".


Alex mendekap tubuh Andien, mencari ruang privasi.


Alex memberi tip pada para pelayan pengantar makanan, agar tidak menyebarkan gosip atau meng expose mereka.


Andien memakan pizza dengan santai. Alex menyuapi spagetti sesekali buat Andien.


" Kita akan liburan kan yaaang, selepas pulang bertugas dari Kalimantan, kita akan liburan 1mingguan di Paris."


" Pernah ke Paris yaaang?".


" Hmmm, beberapa kali tugas , bareng Reyhan, pernah dengan keluarganya juga."


" Yaaaang, apa kamu benar benar bisa lepas dari keluarga Reyhan?".


" Kalau mas suruh aku lepas dari keluarga Rey, itu sulit mas, sedari kecil, kami sering sama."


" Kalau mas nanya hubungan aku dengan mas Rey, aku menganggapnya saudara mas, dia teman abang aku.Gak lebih."


" Mas sangat cemburu ya ?".


" Bangettttt".


Andien hanya diam.


Abdien meneguk jus jeruknya.


" Mas ,liburan kantor kapan? apa moment tahun baruan ? atau imlekan?".

__ADS_1


" Kalau tahun baruan mepet yaaang, di rencanain di imlekan aja yaaang".


Andien mengangguk.


" Kamu wajib ikut ya ," ujar Alex.


" Mas apa ikut?".


" Yah ikutlah yaaang, kalau ada kamu, mas ikut, kalau gak ada,yah mas gak mau ikut."


" Mas ,kayaknya aku haid deh".


" Gimana mas, pembalut gak ada."


" Nanti kita singgah di swalayan, biar mas beli ".


" Tapi mas".


" Gak ada tapi tapi."


Andien meringis menahan nyeri perutnya. Ketika mereka melewati swalayan, Alex mampir dan bergegas membeli pembalut Andien berbagai merek.


Andien sampai bengong melihat banyaknya yang di beli Alex.


" Yaaang, di bagian belakang, ada toilet umum, bersih, kata penjaga swalayan. Mas juga ada beli CD ,tukarlah".


Andien mengangguk. Alex menyerahkan jaketnya. Alex melihat celana Andien sudah banyak terkena darah haid nya. Andien menutupnya dengan jaket Alex.


" Nih pakai celana trening mas".


Andien pun mengambilnya.


Setelah menunggu 10 menitan, Andien sudah selesai dengan memakai celana Alex sedikit kedodoran.


Alex tersenyum.


" Jangan ketawain mas".


" Okeyyyy sayang".


Alex memberi Andien air hangat.


" Air hangatnya dari mana mas?".


" Mas minta sama tuh penjual coffee".


" Mas browsing dikatakan , dalam artikel, air hangat ,bisa mengurangi nyeri saat haid."


Alex memberikan bantal buat kepala dan perut Andien. Alex melajukan mobil nya .


" Mas janji akan membahagiakanmu yaaang, jangan pernah takut dan ragu".


Alex mengecup tangan Andien dengan penuh perasaan.


👨‍💻👩‍💻🧑‍💻👨‍💻👩‍💻🧑‍💻👨‍💻


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2